26

520 51 1
                                        





Charlotte terdiam sejenak kemudian menaruh cincin itu pada telapak tangan draco.


"Ah benar tentu saja kau tau-"

"-dasar gila, apa kau benar-benar mau membunuhku?" charlotte kembali menenggelamkan wajahnya pada dada kekasihnya tak lupa mengalungkan tangannya pada pinggangnya.

"jangan bicara sembarangan bodoh" balas draco dengan sambil menaruh cincin yang berada di telapak tangannya itu di saku miliknya

Charlotte tersenyum kecil saat mendengar suara draco yang terdengar kesal setelah mendengar ucapannya.

"Tenang saja aku akan menghancurkan borgin sialan itu karna sudah berani menipuku"

"Borgin? Kau memberikan ku cincin dari toko-"

"Ya aku tau aku memang bodoh"

"Sangat" ucap charlotte dengan setiap penekanan.

Draco tersenyum ia mengecup pucuk kepala charlotte sambil meminta maaf.

"Jadi bagaimana rasanya menjadi salah satu keturunan salazar slytherin? Apa seharusnya kau pindah saja ke slytherin dan bersama denganku di sini?"

Charlotte semakin mngeratkan pelukannya. "Apa kau tidak takut padaku?" tanyanya balik.

Draco berdecih sambil memutar bola matanya. "Jangan konyol" ucapnya dengan nada mengejek.

"Apa kau pikir karna kau keturunan salazar itu berarti kau bisa berubah menjadi seperti kau tau siapa?"

Charlotte mengangguk dengan cepat sebagai balasan atas ucapan draco.

"Kau bodoh, itu tidak akan terjadi walaupun kau berusaha menjadi sepertinya"

"Kenapa kau sangat yakin?"

"Karna....." draco menjeda ucapannya, ia bangun dari posisinya lalu meraih laci meja yang ada di samping tempat tidurnya dan mengambil kotak kecil berwarna hitam dari sana.

"Karna??" charlotte melanjutkan ucapan draco saat ia melihat draco menyodorkan kotak kecil itu padanya.

"Karna kau charlotte moonlight tentu saja" ucap draco sambil membuka kotak kecil yang kini berada di tangan charlotte.

Charlotte melebarkan matanya terkejut dengan isi dari kotak yang diberikan draco.

"Ini salah satu perhiasan turun temurun keluargaku" ucap draco sambil memperlihatkan kalung pemberiannya yang terlihat sederhana namun mewah di saat yg bersamaan.

Charlotte terpukau dengan kalung itu namun sedetik kemudian ia sadar lalu menggelengkan kepalanya.

"Draco sepertinya aku tidak pantas menggunakan in-"

Draco tidak mendengarkan ia pun mendekatkan dirinya lalu memakaikan kalung itu di leher charlotte.

"Diam jangan bergerak"

Charlotte memutar bola matanya "kau ini..."

"..jadi bagaimana penampilanku?" Ucap charlotte dengan gugup.

"Cantik"

"Jelek" Ucap draco dengan memasang wajah mengejek dan juga senyumnya semakin melebar saat melihat kekasihnya mendengus kesal ke arahnya.

"Mau melihatnya di cermin?" ucap draco lalu menarik tangan charlotte beranjak dari kasur dan menghampiri kaca besar yg berada di sana.

Charlotte tidak dapat menahan senyumnya, ia tersenyum lebar saat melihat pantulan dirinya di cermin.

"Aku jamin ini tidak mengandung apapun, hanya berlian dan emas jadi kau tidak perlu khawatir"

"Sepertinya aku harus mengkhawatirkan ini juga karna kalung ini terlihat mahal sekali"

Draco terkekeh kecil. "Tentu saja, jangan sampai kau menghilangkannya atau aku akan..."

Charlotte membalikkan badannya menghadap ke arah draco. "Akan??"

"Hey berhenti menjeda ucapan mu terus menerus!" ucap charlotte kesal saat draco hanya diam memandanginya sambil tersenyum.

Draco tersenyum miring ia lalu mendekatkan wajahnya pada telinga charlotte dan berbisik.

"D-DASAR MESUM!"

charlotte mendorong tubuh draco menjauh dengan wajah yang sudah merah seperti tomat akibat mendengar hal memalukan yang seharusnya tidak ia dengar.

Sedangkan draco tidak dapat menahan tawanya saat melihat wajah kekasihnya yang terlihat merah karna menahan malu.

"Draco itu sama sekalli tidak lucu kau tau!"

"Oh ya?" draco mulai berjalan mendekat, charlotte yang melihat itu segera berlari menghindar namun ia kalah cepat karna draco sudah terlebih dahulu memeluk pinggangnya.

"Mau pergi? Sayang sekali padahal aku ingin melakukan itu" ucap draco dengan wajah santainya lain dengan charlotte yang terlihat memberontak.

"DIAM!"

"Kenapa hm? Kau mau-"

Ucapann draco terpotong saat charlotte dengan cepat mengayunkan tongkatnya dengan cepat dan mengarahkannya pada draco.

"Silencio!"

Namun senyum charlotte seketika luntur saat draco dengan mudahnya mengembalikan kembali mantranya dan sebelum ia kembali mengayunkan tongkatnya draco terlebih dahulu mengunci kedua tangan charlotte agar tidak dapat bergerak.

"Baiklah aku akan diam, tapi aku ingin melakukan 1 hal terlebih dahulu" ucapnya dengan senyum miring

Charlotte menahan nafasnya, tongkatnya sudah ia siapkan untuk berjaga-jaga.

"apa?" ucapnya dengan cepat dan juga tatapan curiga.

Draco tersenyum semakin lebar, ia pun menunjuk ke arah kertas dan buku-buku menumpuk yang berada di atas meja.

"Kerjakan tugasku, anggap saja itu bayaran atas kalungmu"









"Dasar ular!"

~



Smile, Draco | Vol. 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang