*Set time (H.P and the half-blood prince)
"Draco"
Draco menoleh saat ia merasa namanya di panggil, ia memandangi gadis di sampingnya dengan lekat menunggu ia melanjutkan kalimatnya.
"aku-" charlotte nampak terlihat gugup dengan ucapannya sendiri, dengan pandangan lurus ke depan melihat danau hitam. Ia tak berani melihat wajah draco yang sedang memandanginya
"kenapa?" draco menatapnya bingung.
"-aku melihat ayahmu di sana, saat aku berada di kementrian sihir bersama dengan harry dan yang lainnya" charlotte menoleh.
"apa kau tau ayahmu seorang death eater?" tanya charlotte dengan hati-hati.
Draco tersenyum tipis, ia lalu mengalihkan pandangannya ke danau hitam di depan mereka.
"ya"
Charlotte terkejut, jantungnya berdetak kencang.
Lalu bisa ia lihat draco yang mulai menggulung lengan bajunya yg serba hitam itu dan memperlihatkan sebuah simbol berbentuk tengkorak dan ular yang berada di lengan kirinya.
"A-apa itu?" charlotte bergetar ketakutan, ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"maafkan aku" ucapnya lalu mengeluarkan tongkatnya.
Draco mengacungkan tongkatnya ke arah charlotte. Seketika tubuhnya tak bisa bergerak, ia masiih memandangi draco di depannya yang melihatnya tanpa ekspresi.
"aku harus melakukan ini" ucapnya lalu mulai mengayunkan tongkatnya.
"t-tunggu! drac—"
"Avada kadabra!"
"HAHH!"
Charlotte membuka kedua bola matanya.
Ia mengatur napasnya yang naik turun dengan cepat sambil sesekali engusap rambutnya ke atas saat sudah tersadar dari mimpi aneh itu, mimpi yang akhir-akhir ini selalu menghantui tidurnya.
Anehnya mimpi-mimpi itu hanya tentang draco dan simbol aneh yang selalu berada di lengan kirinya, selalu sperti itu selama berminggui-minggu. Ia juga mulai sadar jika mimpi ini mulai menganggunya setelah draco sudah tidak lagi membalas surat-surat yang ia kirim padanya sejak berminggu-minggu yang lalu.
Charlotte beranjak dari kasur.
Ia keluar kamar, dan berjalan mengarah ke ruang makan niatnya ingin mengambil segelas air karna tenggorokannya yang terasa sangat kering.
Namun baru saja ia ingin membuka pintu itu, ia bisa mendengar suara ayah dan ibu yang seperti sedang membicarakan sesuatu yang serius.
Charlotte mencoba menguping pembicaraan mereka saat tadi tanpa sengaja ia mendengar suara ibunya yang berbicara tentang death eater dan lucius yang saat ini sudah berada di penjara azkaban.
"kenapa kau tidak pernah bilang padaku jika ia bergabung dalam perkumpulan terkutuk itu! Lalu bagaimana dengan draco dan narc—" anthony menempelkan jari telunjuknya pada mulut istrinya. Mengisyaratkannya untuk diam saat ia merasakan seperti ada seseorang yang menguping mereka di balik pintu.
"sayang, kenapa belum tidur?" ucap ibunya saat melihat charlotte yang membuka pintu.
Charlotte menghampiri kedua orangtuanya dengan perasaan cemas.
