22

505 49 1
                                        







Setelah memberikan salah satu ramuannya pada charlotte, profesor snape pun akhirnya membawa charlotte ke rumah sakit madam pomfey dengan alasan bahwa ia yg tak sengaja menemukan anak muridnya itu pingsan di tengah jalan.

dan entah angin darimana, belum saja ia menaruh gadis itu selama 10 menit di sana tiba-tiba saja draco datang dengan wajah paniknya dan menghampiri cahrlotte yang masih tertidur karna obat yg di berikan madam pomfey.

"Profesor apa yg terjadi? Aku mendengar suara aneh dari ruanganmu dan tiba-tiba saja kau sudah keluar bersama-"

"Aku memberitahukannya"

Draco terdiam setelah mendengar ucapan proffesor snape, ia lalu melirik pada salah satu jari profesor snape yg terlihat sedikit ada bekas kehitaman.

"Jadi apa itu benar? Kau sudah memastikannya" ucap draco lalu dibalas anggukan oleh profesor snape.

Draco mengalihkan pandangannya, ia pun mendudukkan tubuhnya pada kursi di sebelah tempat tidur charlotte.

"apa profesor tau apa fungsi dari cincin itu? Karna saat ia memkaianya ia terlihat baik-baik saja, maksudku ia bahkan tidak terlihat berubah sedikit pun aku hanya takut ia terkena efek samping atau sejenisnya"

Profesor snape diam sejenak, sejujurnya ia sendiri tidak tau apa fungis dari cincin itu karna informasi yg ia tau tentang cincin itu sangatlah sedikit, yang ia tau hanya cincin itu adalah benda terkutuk mematikan yg memang di khususkan oleh orang-orang yg memiliki darah slytherin.

Melihat profesor snape diam tidak menjawab pertanyaan membuatnya mengrenyitkan dahinya. "Profesor tidak tau fungsi cincin itu?"

"Lebih baik kau mengkhawatirkan kekasihmu, jika voldemort sampai tau akan hal ini ia pasti tidak akan tinggal diam"

Draco membeku, ia melupakan fakta itu.

Fakta Bahwa voldemort juga termasuk keturunan slytherin dan jika sampai ia tau jika charlotte memiliki hubungan darah dengannya, charlotte pasti tidak akan baik-baik saja.

"profesor bisa kau lindungi dia?" ucap draco dengan pasrah.

"apa imbalanku jika aku melindunginya"

Draco menghela nafasnya, ia menggemgam tangan charlotte yg masih tertidur dan mengusapnya dengan lembut.

"aku akan menyelesaikan tugas yg di berikan lord padaku seorang diri dan kau bisa fokus menjaganya saja, aku juga akan menjamin diriku akan baik-baik saja"

Profesor snape diam, ia memperhatikan draco yg masih memandangi wajah gadis itu dengan tatapan sedihnya.

"Kau pikir aku akan percaya dengan kata-kata mu itu? Lagipula memangnya apa yg gadis itu berikan padamu sampai kau menjadi bodoh seperti ini"

Draco tersenyum kecil mendengar ucapan profesor snape yg terdengar menyindirnya, ia pun menolehkan wajahnya pada profesor snape yg tengah memandanganya dengan tatapan datar dengan tidak melepaskan genggaman tangannya pada kekasihnya.

"kebahagiaan, sesuatu yang sederhana namun sulit ku dapatkan di hidupku. Namun aku bisa mendapatkannya dengan mudah saat bersama dengannya"

"Aku bisa mendapatkan kebahagiaan saat bersamamu.... snape"

Profesor masih diam, ia terlihat tidak bereaksi apapun setelah mendengar ucapan dari draco yg terdengar sedikit familiar di telinganya.

Dalam beberapa saat ia seperti dapat melihat pantulan dirinya sendiri saat melihat draco yg saat ini sudah mengalihkan tatapannya pada gadis yg tengah tertidur itu.

"Aku berjanji akan menjaga diriku dan juga akan menyelesaikan tugas ku dengan baik"

Profesor snape pun menghela nafasnya dan mengiyakan permintaan draco."Baiklah. namun jika aku mati karna kesalahanmu, aku akan membawa kekasihmu ikut bersamaku ke alam baka" ucapnya dengan nada dinginnya sambil melirik charlotte yg masih tertidur lelap.

Draco tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.

Profesor snape memandang draco dengan tatapan penuh arti. "Apa ia tau jika kau-"

"Tidak dan akan lebih baik seperti itu" dengan cepat draco memotong ucapan profesor snape.

Profesor snape mengangkat sebelah alisnya saat melihat raut wajah draco yg semula nampak tenang, sekarang berubah menjadi mengeras ia juga dapat melihat jjika anak itu mulai mengepalkan tangan kirinya sambil memandang ke bawah.

"kau tau sendiri jika memberitaunya di awal akan semakin bagus ketimbang tidak memberitaunya sama sekali"

Draco diam, di dalam hatinya ia diam-diam menyetujui apa yg dikatakan oleh profesor snape namun jika memikirkan bagaimana reaksi kekasihnya itu saat mengetahui jika ia adalah seorang death eater membuatnya menjadi takut.

"Kau harus mengatakannya sesegera mungkin, bukankah kau ingin melindunginya?" draco diam ia masih menundukkan kepalanya dan hanya mendengarkan apa yg dikatakan oleh profesor snape yg semakin membuat dadanya sesak.

"Satu-satunya cara agar dia aman hanyalah menjauhkannya darimu, draco."

~

Smile, Draco | Vol. 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang