"Kau tmpak sedih" ucap Luna sambil memperhatikan charlotte yang sedari tadi hanya bergerak dengan malas memakai gaunnya dengan wajah muram.
"Rogers davies tidak seburuk itu, aku sering melihat ia bermain quidditch. Ia cukup hebat" luna menghampiri temannya itu saat melihat ia tengah kesusahan menarik resleting gaunnya yang nampak terlalu panjang.
"ya aku tau" ucap charlotte pelan.
"jadi siapa partner mu malam ini?" tanya charlotte.
"harry potter" ucap luna sambil menyisir rambutnya.
~
Setelah mereka berdua telah siap, mereka pun akhirnya keluar dari asrama mereka dan akhirnya harus berpisah saat roger sudah terlebih dahulu menjemput charlotte.
"Aku akan menunggu harry di sini, kau duluan saja" ucap luna sambil melambai-lambaikan tangannya pada temannya dan di balas dengan hal yang sama oleh charlotte.
"Kau tampak cantik charlotte" ucap roger sambil tersenyum.
"kau juga roger" balasnya dengan senyum terpaksa. Dan ia bisa dengar roger terkekeh kecil setelah mendengar ucapannya.
"Menurutmu aku juga cantik?"
Charlotte ikut terkekeh walaupun kesannya memang sedikit di paksakan saat mendengar roger bercanda padanya.
"Oh halo malfoy, sedang apa kau di sini?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Charlotte terkejut saat mendengar ucapan roger, ia dengan cepat menolehkan wajahnya ke kanan dan melihat draco yang sedang duduk sendirian di tepi jendela dengan jas hitamnya.
Merasa namanya di sebut, draco pun menolehkan kepalanya dengan malas dan melihat pemandangan yg terasa sangat familiar di matanya. Membuatnya lagi-lagi harus menahan kesal saat roger dengan sengaja merangkul charlotte yg sekarang mengalihkan pandangannya darinya.
"bukan urusanmu" ucap draco dingin sambil sesekali melirik charlotte yg terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
Roger nampak tersenyum puas saat melihat raut wajah draco yg nampak kesal melihatnya, ia pun akhirnya pamit lalu tanpa melepaskan rangkulan tangannya dari gadis di sampingnya.
"apa kalian bertengkar?" ucap roger sambil membawakan charlotte segelas minuman padanya saat mereka berdua sudah sampai ke dalam pesta.
Charlotte tersenyum kecil, ia menerima minuman itu dari tangan roger lalu menggelengkan kepalanyaa sebagai jawaban atas pertanyaan dari roger.
"benarkah? Tapi kalian seperti nampak sedang bertengkar"
"Tidak" ucap charlotte lalu meminum minuman yang dibawakan oleh roger.
Roger pun mengangguk-anggukan kepalanya lalu ia pun menarik tangan charlotte dan membawanya ke sebuah tempat duduk yang di khususkaan untuk para tamu undangan.
Charlotte terlihat bingung saat melihat tingkah laku roger yg sedikit membuatnya tak nyaman saat ia dengan lancangnya memegang tangannya sambil tersenyum.
"jadi bisakah kita bercerita tentang satu sama lain sekarang?"
~
Semenjak kepergiannya ke pesta bersama roger davies minggu lalu, ia tidak henti-hentiny mengejar charlotte bahkan ia beberapa kali sering menggodanya sampai-sampai membuat charlotte muak dengan kelakuannya, walau gadis itu masih bisa menahannya dan sering kali ia kabur jika ia melihat roger yg terlihat seperti mencarinya.
Seperti saat ini, ia berjalan hati-hatii dengan tatapan super waspada.
Matanya melirik ke sana kemari takut-takut ia bertemu dengan laki-laki menyebalkan itu lagi. karna di rasa aman, ia pun dengan cepat berlari ke arah perpustakaan yg jaraknya sudah hampir dekat dengannya.
Namun belum saja ia setengah jalan, tiba-tiba saja sebuah suara berat memanggil namanya dan membuatnya membeku.
Ia menghela napas kasar lalu memasang senyum palsunya dan berbalik melihat ke arah laki-laki yang sedari tadiia hindari kini berjalan dengan santai ke arahnya.
"Kau mau ke perpustakaan?" ucapnya dan di balas anggukan oleh charlotte.
"bagus, kebetulan aku juga ingin membaca buku. Kita bisa baca bersama-sama"
Charlotte nampak panik, rencana untuk beristirahatnya akan hancur jika ia menuruti keinginan laki-laki di depannya ini.
"Ah aku tidak, aku hanya mencari seseorang" ucapnya asal dan di baals anggukan leh roger.
"baiklah aku akan membantumu, siapa yg kau cari?" ucap roger sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celananya.
Charlotte mengeratkan tangannya kesal dan sebelum ia meluapkan kekesalannya itu iba-tiba saja profesor snape sudah berdiri di belakangnya dan otomatis membuat charlotte maupun roger terkejut karnanya.
"Miss moonlight bisa kau ikut dengn ku sebentar?" ucapnya dengan nada datarnya.
Charlotte dengan cepat mengangguk.
"apa aku juga boleh ikut profesor?" ucap roger.
Profesor menolehkan pandangannya pada roger. "Apa kau tidak dengar jika aku hanya menyuruh miss moonlight saja?" ucap profesor snape sambil menatap roger dengan pandangan menyeramkan yg membua roger mati kutu.
Tanpa berlama-lama profesor snape pun mengisyaratkan charlotte untuk mengikutinya dan sesampainya di ruangannya, profesor snape menyuruhnya untuk duduk di salah satu kursi.
charlotte mengedarkan pandangannya pada seisi ruangan profesor snape yg baru pertama kali ia lihat, matanya menelusuri barang-barang aneh yg berada di sudut ruangan ini sambil menunggu profesor snape yg sepertinya tengah sibuk mencari sesuatu.
"pakai ini" ucap snape sambil menyodorkan sebuah cincin pada Charlotte.