My Bodyguard 13

132K 11.2K 167
                                        

"Hah... Hah... Capek banget!"

Langga berhenti di tengah larinya dan mengusap keringat yang sudah menetes kemana-mana. Dibelakangnya, Arka mendengus hampir menabrak Langga.

"Jangan berhenti sembarangan!"

"Lo duluan deh. Capek gue."

"Yaelah katanya LAKIK, gini doang cape," sindir Sean yang berlari dibelakang Arka.

"Nggak malu lo sama Alora?" Ranvi menunjuk Alora yang sudah berada jauh di depan mereka. Stamina gadis itu sangat kuat. Dari tadi mereka belum menemui Alora mengeluh lelah.

"Diem lo semua. Lemes banget gue hari ini," balas Langga mulai berjalan pelan. Pikirnya tak apa jika dia berjalan sebentar.

"HEH SIAPA YANG BOLEHIN JALAN?! LARI!"

Teriakan Pak Eko terdengar di pinggir lapangan. Dari tadi mereka diawasi oleh Pak Eko yang duduk di pinggir lapangan sambil meminum segelas es teh. Mungkin bertujuan untuk membuat mereka iri.

Langga terpaksa melanjutkan larinya. Sejauh ini sudah 8 putaran yang mereka lewati. Kurang 2 lagi, dan selesai.

"Tumben lo lemes, datang bulan lo?" tanya Arka yang mensejajarkan larinya dengan Langga.

"Lemes belom liat Ayang Maureen."

"Alah sia..."

"Sok punya ayang," sahut Sagara dibelakangnya.

"Emang punya! Dari kita berlima cuma gue yang udah taken," ucap Langga dengan sok.

"Nggak salah juga si," ucap Sean pelan.

"Soon gue bakal nyusul."

Mereka semua reflek berhenti berlari dan menoleh kebelakang. Ranvi yang ditatap semua temannya hanya menaikkan alisnya, "Apa?"

"Nggak percaya gue kalo barusan Ranvi yang ngomong."

"Lo mencurigakan. Perlu diselidiki," ucap Arka dengan mata menyelidik ke arah Ranvi.

Ranvi mengangkat bahu. "Terserah kalo nggak percaya." Dia berlari meninggalkan temannya yang semakin dibuat ternganga olehnya.

⛓️⛓️⛓️

Alora dan Athan menyelesaikan lari pertama. Mereka duduk di bawah pohon meluruskan kaki. Alora mengibaskan kemejanya berulang kali karena panas. Keringat sudah membasahi tubuhnya.

Sama halnya dengan Athan, laki-laki itu melepas tiga kancing kemejanya. Membuat dada putih dan berbidang itu terekspos.

Alora melihat itu memutar matanya. "Pamer."

"Apa lo bilang?"

"Enggak saya nggak bilang apa-apa," elak Alora.

"Kuping gue nggak budek ya, gue denger lo bilang 'pamer'."

"Trus ngapain nanya?"

"Tau deh!"

Athan lebih memilih diam. Sadar kalau berbicara dengan Alora selalu membuatnya kesal. Gadis itu bisa saja menjawab perkataannya.

"Minggir! Minggir!"

Langga tanpa permisi langsung membaringkan tubuhnya diantara Alora dan Athan. Dadanya naik turun tidak beraturan.

"HAUSSS!"

plak

Athan menampar mulut Langga yang tiba-tiba berteriak dan membuatnya kaget.

MY BODYGUARD [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang