My Bodyguard 22

111K 9.5K 67
                                        

Ada yang nungguin Ubi up??

Btw kalian di part kemarin kenapa pada nethink sama Sean😭😇

Tapi Sean emang mencurigakan, sih
.
.
.

"Yakin mau pulang sekarang?" tanya Alora untuk kesekian kalinya.

Athan yang membantu Alora mengemasi pakaian-pakaiannya menatap Alora cemberut. "Alora udah nanya itu sepuluh kali, loh," protesnya.

Alora dengan teganya memukul kaki Athan yang masih terbungkus gips seperti kemarin.

"AKKH! Sakit... Alora ih." Athan berteriak kesakitan. Matanya sedikit berkaca-kaca.

"Nah kan masih sakit. Jangan ngeyel minta pulang, deh," omel Alora galak.

Bibir Athan semakin melengkung ke bawah, air matanya bersiap-siap turun. "Athan lagi sakit malah dimarahin."

"Biarin! Lo kalo dibilangin ngeyel terus, sih" kesal Alora. Gadis itu lanjut memasukkan pakaian kotor Athan ke dalam tas yang dia bawa dari rumah kemarin.

"Alora~" rengek Athan semakin menjadi-jadi. Air matanya tidak dapat dibendung lagi.

"Nangis aja sana!" ucap Alora tanpa menoleh sedikitpun pada Athan.

"HUAAA--"

Ceklek

"PPPP SEAN GANTENG DATENG NIH!"

Pintu terbuka dan masuklah Sean dengan teriakkannya yang membahana. Di belakangnya, teman-teman Athan lainnya menutup telinga dan mendengus kesal.

Athan buru-buru mengusap air matanya.

Arka menendang bokong laki-laki itu. "Jangan teriak! Ini rumah sakit."

"Yang bilang ini rumah hantu juga siapa," kesal Sean mengusap bokongnya yang terasa nyeri.

Tak memperdulikan Sean dan Arka, yang lain menerobos masuk dengan menggeser badan Sean agar dia tak menghalangi pintu.

"Lo bener mau pulang sekarang, Than?" tanya Maureen melihat kondisi kaki Athan dan menyentuhnya lembut. Tidak seperti yang dilakukan Alora tadi.

"Iya," balas Athan singkat seraya mengangguk.

Sagara memandangi kaki Athan lekat. "Kalo di rumah nanti kaki lo kerasa sakit lagi gimana?" tanyanya khawatir. Jarang sekali Sagara merasa khawatir akan sesuatu.

"Kalo sakit ya tinggal di bawa ke rumah sakit lagi," celetuk Sean menghampiri Athan setelah melesaikan adu mulutnya dengan Arka. Dia merangkulkan tangannya pada leher Athan. "Ya kan, Than?"

Maureen menggulung selembar tisu lalu dibungkamkan pada mulut Sean. "Enak banget lo kalo ngomong!"

"Huwekk... Duh, pacar lo kasar banget sih, Lang." Sean memuntahkan tisu tersebut dan membersihkan mulutnya dari tisu-tisu yang menempel.

"Dih! Kenapa gue yang kena," sewot Langga. Laki-laki itu mengalihkan pandangannya pada Athan. Malas melihat wajah Sean.

"Than, lo habis nangis, ya?" tuding Langga yang menyadari sudut mata Athan terlihat basah.

Semua ikut melihat Athan. Sedangkan Athan gelagapan mencari alasan agar teman-temannya tidak tahu kalau dia selesai menangis.

Tak sengaja matanya melihat Alora. Gadis itu tengah menahan tawa kala Athan kepergok temannya selesai menangis.

"Enggak! Tadi gue nguap trus mata gue berair," jawab Athan tak mau menatap mata teman-temannya.

"Yakin?" Sean tak percaya alasan yang diberikan Athan.

MY BODYGUARD [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang