Jika ada satu hal yang sangat aku ingin kendalikan tidak lain adalah waktu. Karena aku akan membuat waktu berjalan lambat saat kau bersamaku dan berjalan cepat saat kau berjarak denganku. Agar mau tidak mau kau akan selalu dalam jangkauanku.
****
Kesibukan pagi seperti biasanya terlihat di rumah sederhana milik keluarga Lee Ra Im dengan kedua putrinya. Meski sang nyonya rumah sudah lebih dulu meninggalkan kediamannya untuk beraktifitas di cafe.
Sung Rin mondar mandir dengan kain pel ditangannya dan sang adik, Sung Hyun, lebih memilih menyirami tanaman hias di teras rumah serta inner garden sederhananya dan memilah milih tanaman yang masih bagus atau yang waktunya digunting agar berganti yang baru.
Kegiatan yang dilakukan sembari menunggu waktu memulai aktifitas masing masing. Rutinitas terjadwal bagi setiap penghuni rumah yang kesemuanya perempuan itu.
Sedang di balik pintu pagar yang masih tertutup, dua mode transportasi berbeda merek dan nominal harga itu berhenti dan parkir secara hampir bersamaan. Scissor Door milik Lamborghini merah yang baru saja mematikan mesinnya itu terbuka dan memunculkan pemuda tampan dengan pakaian casual nya. Begitupula dengan BMW new edition. Seorang pemuda dengan setelan formal lengkap, turun dari balik pintu roda empat hitam mengkilat itu.
Kim Jaejoong, pemuda dengan setelan formal itu, memicing tajam mengamati pemuda yang masih sibuk dengan ponsel dan bersandar pada mobil sport dihadapannya. Tak butuh waktu lama untuk Jaejoong mengerjap cepat setelah meyakinkan dirinya tak salah orang.
Dengan tergesa, Jaejoong mendekat dan ber ojigi 90 derajat pada pemuda yang membuatnya bertanya tanya mengenai keberadaannya tersebut.
"Cho Kyuhyun Sajangnim! " sapa Jaejoong dengan masih membungkukkan badannya. Sedangkan pemuda casual yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun itu mengernyit sebagai balasan. Pasalnya, Kyuhyun tak tahu jika pemuda ini mengenalnya. Sedangkan Kyuhyun tak cukup tertarik untuk mengingat seseorang jika tak cukup penting, untuk sekarang. Beda cerita jika kelak terhubung oleh ikatan.
Merasa tak segera mendapat respon, Jaejoong menegakkan tubuh.
"Saya Kim Jaejoong dari Divisi Pemasaran Cho Group Center" ucap Jaejoong memperkenalkan diri. Tak lupa dengan sedikit menundukkan kepala.
"Ohh.... Kau manager pemasaran yang direkomendasikan Song Ji Hwan enam bulan yang lalu itu? "ucap Kyuhyun memastikan. Setelah mau tak mau menggali ingatannya jika menyangkut perusahaan.
"Benar, Sajang-nim. Saya bekerja langsung dibawah Direktur Song. Mohon maafkan saya jika lancang. Bagaimana bisa Sajang-nim berada disini? Apa ada yang bisa saya bantu? " Kyuhyun masih terdiam sembari mengingat bahwa pemuda dihadapannya inilah yang dulu pernah membuatnya cemburu hanya karena menjemput Sung Hyun ditengah hujan.
"Itu... " Belum sempat Kyuhyun mengatakan tentang keberadaannya, lengkingan suara dari dalam pagar menginterupsi percakapan mereka.
"Yakk! Lee Sung Hyun! " suara Sung Rin menggema hingga sampai ke telinga kedua pemuda itu.
Jaejoong mencium aroma aroma keributan yang bukan untuk pertama kali didengarnya. Menghela nafas sembari berbalik dan berlari dengan cepat melewati pagar yang dibukanya tergesa. Meninggalkan Kyuhyun yang mengernyit meski setelahnya ikut berlari menyusul bawahannya itu.
Kyuhyun menghentikan langkahnya secara mendadak saat mendapati pemandangan yang cukup memberikan shock therapy baginya.
Bagaimana tidak? Di teras rumah dekat pintu utama, dua perempuan penghuni rumah itu sedang asyik saling menjambak. Rambut yang cukup berantakan dan jangan lupakan seorang pemuda yang berusaha melerai keduanya.
"Yakk! Eonni... Kau menyakitiku! "seru Sung Hyun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be A Mine
أدب الهواةHanya kisah perjalanan dua muda mudi yang sama sama berjuang untuk masa depan yang saling dipertemukan dengan segala intrik kehidupan. Berjuang demi mencapai tujuan, mempertahankan hingga berharap menikmati hasilnya. Dari persahabatan, keluarga dan...
