Chapter 21

5.2K 553 10
                                        

© Skylopersian
Écarlates | 28.03.2022













Jeno sedang tiduran di rumput bersama serigalanya, Xaverius. Pria tampan itu memejamkan matanya, menikmati sejuknya udara yang segar dan angin yang berhembus pelan.

"Jeno, bangun lah. Aku mohon.."

Jeno membuka matanya, ia mendengar suara yang sama. Pria tampan itu akhirnya sadar, itu pasti adalah suara Renjun. Jeno khawatir kepada pria manis itu, ia khawatir jika Renjun akan sakit.

'Kenapa aku lama sekali di tempat ini, lebih tepatnya serigalaku. Xaverius sudah berusaha menyembuhkan kami berdua, tapi kenapa aku masih belum kembali' batin Jeno bingung.

"Jeno?" tiba-tiba seseorang memanggilnya.

"Kun hyung? Kenapa kamu berada disini. Tunggu dulu, sebenarnya dimana kita?" tanya Jeno, Kun tertawa kecil.

"Kita berada di tempat penyembuhan yang berada dimensi lain. Ini adalah tempat dimana serigala kita beristirahat dan menyembuhkan luka nya. Ketika kita tidak sadarkan diri di dunia nyata, roh kita akan datang kesini bersama serigala kita untuk menyembuhkan diri kita juga" jelas Kun hyung.

"Oh! Aku tidak pernah mengira tempat ini ada"

"Kamu harus banyak belajar kalau begitu.." Kun menepuk bahu Jeno.

"Kamu benar-benar tahu banyak ternyata hyung" Jeno dan Kun tertawa.

"Kamu mungkin mendengar suara seseorang, benar bukan?" tanya Kun.

"Ya hyung, sudah beberapa kali aku mendengarnya. Awalnya aku tidak mengenali itu suara siapa, tetapi aku baru sadar itu adalah suara Renjun" jawab Jeno.

"Kamu tahu Jen? Kamu bisa bertanya pada serigalamu, apakah dia siap untuk pulang. Jadi kalian berdua bisa sadar"

"Ya aku bisa, tapi bagaimana denganmu hyung?"

"Aku seorang Beta, butuh waktu lebih lama bagiku untuk sembuh dari pada dirimu Jen"

"Baiklah hyung, kalau begitu sampai jumpa di dunia nanti" Jeno tersenyum, Kun tersenyum dan mengangguk.

Jeno memutuskan untuk pergi dan memeriksa serigalanya yang sedang tidur di bawah pohon. Dengan lembut pria tampan itu mengusap pelan kepala Xaverius, serigala itu membuka mata tajam nya dan menatap Jeno.

"Hey buddy, siap untuk kembali ke dunia kita?" tanya Jeno, Xaverius menggongong kecil dan mengangguk yang menunjukkan bahwa ia siap.

"Ah! Kamu masih ingin menikmati waktumu di sini ya–" tanya Jeno pada serigalanya, Xaverius mengangguk. "Tapi Mate kita pasti sudah menunggu kita, ia pasti sangat merindukan kita berdua" lanjut Jeno.

Xaverius mengibaskan ekornya dan membuat gonggongan bahagia, yang menunjukkan bahwa dia senang karena akan melihat Akaela juga. Jeno terkekeh melihat nya, ia tak sabar melihat belahan jiwanya lagi.

"Baiklah buddy, waktunya kita pulang"

-_-_-_-_-_- Ecarlates -_-_-_-_-_-

Jeno POV

Saat aku membuka mataku, yang pertama aku lihat adalah dinding berwarna putih. Aku melihat jendela disebelah kananku dan monitor disebelah kiriku, dengan infus yang terpasang di tanganku.

Tidak ada seorang pun di ruangan ini, aku bisa mencium samar aroma milik Renjun, ia pasti pergi keluar untuk membeli sesuatu. Ada buah-buahan tepat di atas meja di sebelah monitor. Aku merasa perutku keroncongan, aku mengambil sebuah apel dan memakannya.

Écarlates [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang