ayang, ini part enam

442 117 186
                                        

6

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

6. PMS [Prilaku Manja Serba-salah]

Hidup tanpa cinta itu sulit. Hidup ada cinta itu juga sulit.

•••

BI?

Samar-samar ada yang memanggil namaku. Tapi, mataku masih setia untuk terpejam sampai suatu tangan menepuk bahuku. Walaupun kesadaran masih setengah sudu, aku tau siapa pelakunya itu. Ganggu aja, enggak tau orang capek kepengen tidur juga.

“Febi?” Belum puas, Dimas menggoyangkan tubuhku kuat, “Bangun, gih. Maghrib,”

“Eung... ” Pindah posisi ke arah kiri setelah tadi baring dari arah kanan. Aku mencari posisi ternyaman dengan memeluk guling Dimas sebagai bahan. Jangan mikir macem-macem! Aku tidur sendirian. Dimas pasti tidur di sofa saat merasa kecapean dan tidur siang, ketika aku pindah ahli tidur di kasurnya. “Bentar Mas, lima menit,”

“Nggak baik, anak gadis tidur maghrib-maghrib. Sholat, Bi. Bangun!” Dimas menepuk pipiku. Di terjang takut dosa, di biarin ngelunjak nih dia. “Jangan ngebo mulu, Bi! Azan maghrib, rawan! Mau lo kerasukan setan?”

Dimas ini... merepet mulu perasaan. Sebagai jawaban aku hanya berdehem pelan.

“Bangun, Febi... ya Tuhan. Ntar mati dosa lo banyak badan lo berat pas di angkat!” Boleh nggak sih jangan ungkit-ungkit dosa? Dimas menarik bahuku sehingga tubuhku terlentang akibat sikapnya itu, “Ayok, bangun!”

Udah kayak Ibu aku aja ceramahnya. Apa salahnya sih kalo ngantuk tengah... tunggu, maghrib, ‘kan?

Ouh, masih banyak waktu ternyata untuk tidur, Bi.

Tenang saja. Aku kira jam tiga subuh tadi.

“Febi? Dih anak orang ini susah bener bangun,” Kasur bergerak, pertanda Dimas naik ke atasnya.

Aku kaget, serius. Saat dia memaksakan aku untuk duduk dengan menarik tanganku secara paksa. Stres ini orang, stres!

Lantas, aku langsung marah tanpa membukakan mata dan membentak namanya. “Dimas!”

“Bangun nggak lo! Jangan dibiasakan setan masuk ke dalam tubuh lo!” Harap maklum, plagiat emak-emak yang suka ghiba, yah gini contohnya. Dimas Margantara.

Sialan!

Karena tenagaku yang hanya satu persen tubuhku langsung merespon tindakkan Dimas kayak orang linglung. Aku duduk. Menatap redup isi kamar. “Apaan sih... Mas? Orang ngantuk juga, enggak ada sopan santunnya elo, bangunin orang pake cara kasar segala, ck!”

“Heh!” Menghembuskan nafas berat, Dimas beralih mengurut pelipisnya kuat-kuat. Ini orang? “Gue kayak ngurus bocah aja yah, susah banget buat nurut. Azan Bi, lo nggak denger? Mandi belum, makan belum, hidup lagi,”

Friendgame [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang