ayang, ini part empat

524 124 136
                                        

4

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

4. Masa Lalu (vs) Masa Sekarang?

Makannya, jadi manusia yang punya otak, disuruh mikir dulu! Baru menindaki sesuatu!

•••

STOP. Stop it, Bi. Gue potong telinga gue kalo sampai lo ngomong lagi!”

Aku berhenti bicara dan... menatapnya.

Kemana aku harus mengadu selain kepada sahabatku?

Kemana aku harus membagi beban selain ke sahabatku?

“Gue udah lama banget bilang. Lepasin dia! Lupain dia!”

Ketika Dimas mondar mandir sambil mengusap wajahnya gusar, tanganku bergerak menutupi wajahku yang terlanjur sembab. Bisa enggak putar waktu dan kembali ke masa lalu? Jika bisa, satu yang aku mau, enggak memasukan seluruh nama Dirga Ramondra ke kehidupanku.

Aku hanya diam menikmati bentuk emosi Dimas terhadap tingkahku yang bego selama ini.

“Berbusa, Bi. Gue nasehati lo. Pegel mulut gue. Bisa enggak lo kurangin kadar ke keras kepalaan lo, ha?!” Dimas mendekat dan duduk di sampingku, “Capek, Bi... gue, capek. Lo tau gimana hancurnya gue lihat lo yang kayak orang gila begini?”

Aku menggeleng enggan membuka muka ketika Dimas menarik tanganku di sana.

“Ha... berapa kali gue bilang? Lepaskan, lupain, tinggalkan orang yang membuat lo sakit,” Dimas berdecak, “Masih... lo pertahanin. Selama pacaran, ada nggak lo seharian full bisa haha-hihi asli nggak ada beban berkaitan dengan dia? Enggak! Masalah mulu yang lo dapet dari dia, kelar yang satu digantikan sama yang baru. Kalo nggak over thinking, lo berdua masing-masing ingin cari masalah kalo gue perhatiin, heran gue yah? Ada orang pacaran kek gitu? Beban, tau gak!”

Emang begitu dimaklumi aja kalo orang belum pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta ngomongnya seenak mereka aja! Kek berpengalaman banget padahal no minus pengalaman! Aku nangis sesenggukan, Dimas merepet nggak ada ujungnya. Prihal aku cerita, Dirga yang ngatain aku gratisan dan pelacur seenaknya.

“Orang mah yang gue lihat kalo pacaran adem, tenang, nggak ada masalah lah lo berdua tantrum betul tiap dua jam sekali, korbannya siapa coba ha? Gue Bi, liat sekarang, 'kan? Susah lo bagi ke gue, giliran romantis-romanti-san sama pacar sendiri lupa sama faedah setiap kali gue kasih solusi kalo lo lagi berantem sama Dirga, nasehat yang didenger kek gak guna aja, sia-sia. Seketika lo tuh amnesia!”

Yang berlalu itu nggak perlu diungkit udah tau ceritanya, masanya, waktunya aku sama Dirga itu udah clear, ending total! Tapi si Dimas? Kok masih di bahas? Aku menggunakan kedua tanganku untuk menutup telinga.

Friendgame [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang