Besttai, terjebak friendzone setelah putus dari mantan yang memiliki nilai +good, apakah bisa mempermudah melewati jenjang dunia per-move-on-an?
Pertanyaannya, kamu ikhlas enggak kalo mantan yang memiliki nilai A+ dari segi keseluruhan jadian lagi s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
35. Romantic Moment.
Layaknya disimpulkan dalam simpul mati, pesonamu terlalu kuat mengikat sehingga aku terjebak sendiri sama hati ini, dan nyaris banget aku nggak bisa kabur berlari apalagi meninggalkan pergi. Sok puitis yah aku ini baby?
•••
Ucapkan salam sejahtera para Besttai-Besttaiku tercinta. Mana nih suaranya? Hem... oke, ada sebagian orang peka.
Sebelah sini, sebelah sini, angkat dong kakinya! Biar semangat jalani kenyataan pahit yang mencicipi kehidupan kamu semua. Yang penting ada nafas, sebenernya, simple sih, kalo di logikakan begini: Tuhan masih sayang pada kamu semua agar cepet-cepet tebus dosa di dunia, biar... nggak masuk neraka. Aku bener, 'kan?
Seolah-olah aku ini yang paling bersih menceramahi kamu tanpa sadar diri. Nggak pa-pa Besttai, intinya, aku kayak gitu berarti masih peduli.
"Belum tidur Bi?" Aih?
Aku melenyapkan semua rangkaian kata nasehat untuk kamu semua ketika Dimas bersuara. Aku menatapnya yang duduk dan bersandar di kepala ranjang dengan laptop dihadapannya. Btw, aku tiduran sambil mainin ponsel, scroll ig!
"Gak ah! Mau temenin lo begadang. Eh, gue tidur di sini nggak pa-pa yah Mas?" tanyaku mengalihkan layar hidup didepan wajahku.
"Emang berani gue nolak?"
Aku terkekeh. "Peka banget lo. Tapi, untuk malem ini tidur berdua di ranjang yah? Dan lo, jangan berani-berani tidur di sofa. Pengen tauk!" Giliran, Dimas yang tertawa, aku menatapnya, "salting lo yah? Gini yah Mas, nemu sensasi berbeda sama lo itu... em, kek. Aduh, gimana yah bilangnya? Tawa lo sih, bikin ambyar! Gue kehilangan kata-kata tauk!" Aku memiringkan tubuh dan menarik bantal ke samping perut Dimas.
"Gak fokus nih gue Bi. Lo pro banget deh gombal perasaan. Gue mau bales, tapi nggak bisa. Jadi nggak seimbang." Tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya, Dimas melanjutkan, "udah ah, tidur aja duluan, nggak usah nungguin gue. Ini nggak bakal kelar kalo cuma butuh waktu satu jam-an doang. Kasihan, lo pasti capek, 'kan pulang kerja tengah malem, tidur gih."
"Gak mau." Soalnya, mau denger omelannya Dimas yang nggak absen hari ini, makannya aku membantah secara terang-terangan.
"Tidur Bi... "
"Ih, nggak mau ah." tanganku yang gatal sedari tadi pingin melingkar di pinggang Dimas, sekarang? Kesampaian Besttai, awas kamu semua pasti ngiri yah? Ehehehem, udahlah, cari doi gih Besttai. "Mau ditiduri sama lo Mas... "