Besttai, terjebak friendzone setelah putus dari mantan yang memiliki nilai +good, apakah bisa mempermudah melewati jenjang dunia per-move-on-an?
Pertanyaannya, kamu ikhlas enggak kalo mantan yang memiliki nilai A+ dari segi keseluruhan jadian lagi s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
28. Start Game!
Friendzone itu terlalu rumit. Dan, friendshit itu kebanyakan bullshit!
•••
TERKADANG hidup ini susah dimengerti, disaat ingin sesuatu yang kita gapai tercapai dengan usaha sendiri, eh... giliran udah memiliki malah ditinggal pergi. Hidup itu serba salah, maju takut kelewatan dan mudur takut overthinkingberlebihan.
Jujur, aku bingung apa yang terjadi pada diriku sekarang? Soal pembahasan di atas itu jelas-jelas prihatin dengan situasiku sekarang. Besttai, kamu mengerti, apa mauku sekarang ini?
“Manusia banyak. Kenapa harus Airis?” Satu pertanyaan aku lontarkan untuk Dimas yang barusan memasuki kamar. Aku menatapnya Besttai, Dimas mengurut pelipisnya dengan alis menyatu sambil menatapku. Aku menghela nafas pelan, kesannya... aku kok, ngerasa egois yah? “Tiduran aja. Gue kompresin lagi,” putus ku. Ada yang beda dengan nada bicaraku kali ini Besttai? Iya, beda. Datar!
“Bi... ”
Saat aku berdiri, Dimas menghampiriku. Aku tuh, kasihan dengan kondisinya yang belum sembuh sepenuhnya, tapi... aku kesel juga sama Dimas... prihal, kenapa harus Airis yang jadi sekertaris baru dia? Jadi selama ini... dia nggak cerita?
Aku terdiam, ketika tangan Dimas menggenggam kedua tanganku. Aku membuang pandangan ke sembarang arah. Aku tau, fisik Dimas lagi demam, namun Besttai... ah! Intinya, Airis itu perebut! Gimana aku nggak kepikiran coba ha?
“Lo marah Bi?” Pertanyaan yang seharusnya nggak usah dilontarkan. Terlalu basi!
“Enggak.”
Dimas menghela nafas pelan. “Jadi... ”
“Gue nggak mau denger,” potongku. Mataku menatap Dimas, aku melepaskan genggaman tangannya. Sekarang, aku nggak bisa mengontrol diri untuk terus berpura-pura. Kemarin-kemarin, okelah. Tapi untuk sekarang? Aku capek Besttai nahan perasaan ini. “Baru pertama kalinya Mas, lo nutupin sesuatu dari gue. Baru pertama kalinya ini juga lo bisa ketawa happy depan gue, disaat... bumerang masa lalu gue dengan mudahnya melakukan kontak fisik sama lo selama satu bulan kebelakang. Dan gue nggak heran, kalo unsur dari semua hal itu penyebabnya adalah Airis. Tapi kenapa harus Airis? Gue males harus nampung cerita hidup gue dengan seorang perebut dimasa lalu. Dan... sekarang? haaa... lawak.”
“Bi, gue tau, lo kecewa sama gue, gue minta maaf... ”
“Sekalian aja Mas lo amnesia, daripada lo pura-pura gak tau gimana traumanya gue gara-gara tuh lonte. lo lupa?” Aku membuang pandangan, “gimana hancurnya gue di saat cowok yang udah ngerusak gue dengan modal omong kosong tanggung jawab selingkuh dibelakang gue gara-gara tuh cewek, gimana terpuruknya gue pas putus sama dia ngira hidup ini udah terlanjur jadi sampah layaknya diri gue yang udah nggak ada lagi harga, gimana kosongnya hidup gue gara-gara jebol sama Dirga hari-hari gue hampir gila karena mikirin nasib gue yang nggak ada guna. Gue tanya sekali lagi, lo lupa Mas? Hampir mati lho gue cuma gara-gara mimpi nggak jelas kemarin, lo lupa?”