Besttai, terjebak friendzone setelah putus dari mantan yang memiliki nilai +good, apakah bisa mempermudah melewati jenjang dunia per-move-on-an?
Pertanyaannya, kamu ikhlas enggak kalo mantan yang memiliki nilai A+ dari segi keseluruhan jadian lagi s...
"Kamu pake kemeja aku?" tanya Pratama langsung, yang mematikan rokoknya pada pagar balkon kamar, lalu melempar rokok tersebut ke arah jalanan.
"Kenapa?" tanya Zibel balik. "Baju sama celana aku kamu robek, cuma kemeja kamu yang ada di dekat aku. Kalau aku ambil baju di lemari, takut kamu nafsu lihat aku telanjang mau ambil baju, Pratama... "
Pratama hanya tersenyum tipis tanpa menanggapi penuturan Zibel.
"Udah habis berapa batang?" Lagi, Zibel bertanya hanya sekedar ingin mengajak Pratama berkomunikasi saja.
Tatapan Pratama yang tadi beralih menatap jalanan, kini menatap Zibel kembali. Dia terdiam, tidak ada minat untuk membalas ucapan Zibel. Pikirannya saat ini hanya berlaku pada kejadian satu jam yang lalu. Ditambah, melihat Zibel yang mengunakan kemeja Pratama, yang di mana payudara Zibel terpapar tidak memakai bra.
Zibel paham dari tatapan Pratama yang melihatnya dari atas sampai bawah. Dengan itu, Zibel bersedekap dada mengunakan kedua tangannya untuk menutupi arah puting payudaranya yang terlihat jelas, kemudian Zibel mengalihkan pandangan semula menatap Pratama, kini berpindah menatap langit yang tidak ada bintang dan bulannya.
"Aku sebenarnya bingung, mau ajak kamu bicara dengan cara apa? Aku tahu, puncak emosi kamu pengen menampakkan diri setelah aku enggak mau kamu sentuh lagi," mata Zibel berpaling dari benda angkasa ke Pratama. "Maaf," ungkapnya.
Zibel melanjutkan, "Aku tau, kejadian ini gara-gara aku. Kamu cuma mau minta bukti atas penuturan aku." Zibel menghela nafas, "Ngeri aja gitu, setelah lihat kelamin kamu... aku takut."
"Makannya Bel, kalau berucap enggak sesuai realita dan orang lain minta bukti sama kamu, mending... lain kali belajar dari kesalahan kamu jangan lagi ngomong cuma hanya nurutin ego kamu doang," Yah, Pratama membalas ucapan Zibel sesuai fakta.
"Iya, enggak lagi. Sumpah!" Zibel membentuk tanda peach pada tangannya ke arah Pratama. "Jadi, di maafin atau enggak nih?"
Pratama menarik nafas panjang, sebelum berkata, "Payudara kamu pernah di sentuh sama siapa aja?" balas Pratama tidak sesuai sama respon yang di berikan oleh Zibel. "Oh atau enggak... kamu hanya bicara bohong aja ya tadi?"
Zibel mengingat perkataan yang pernah dia ucapkan. Aku udah lama enggak ngerasain remasan dari tangan laki-laki, Pratama... shit! "Enggak, aku jujur kok,"
"Lalu?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pratama Ali- Job desk; Pengacara, MC, CEO Photheart, Modeling. Greenflag!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.