Besttai, terjebak friendzone setelah putus dari mantan yang memiliki nilai +good, apakah bisa mempermudah melewati jenjang dunia per-move-on-an?
Pertanyaannya, kamu ikhlas enggak kalo mantan yang memiliki nilai A+ dari segi keseluruhan jadian lagi s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
41. Konsekuensi
Keluar dari kata persahabatan sehingga mencicipi dunia percintaan dan... sekarang? Kenapa malah berlebihan?
•••
BENAR kata orang, hidup ini punya lika-liku selayaknya sinetron yang mempunyai pro dan kontra, sisi bahagia dan menderita lalu peran yang memainkan segala suasana. Dari si protagonis yang baik hati dan selalu di sakiti, kemudian si antagonis yang senang merecoki.
Pertanyaannya adalah, aku masuk dalam peran yang mana?
Entahlah. Aku bingung, aku marah, aku ngerasa bersalah, aku menyesal, aku kecewa, aku... aku mau mati aja keknya.
Namun, lagi dan lagi, aku nggak bisa melakukan apa-apa selain berdiam diri. Sendiri dan ditemani rasa sunyi. Menangis lalu detik berikutnya aku tertawa mengikuti pikiran yang ada atas kecerobohan yang aku lakukan kemarin. Orang yang mana sih, jika mabuk berat bisa mengendalikan diri?
Terhitung dua minggu lebih aku mengurung diri di kontrakan ini, Besttai. Mengajukan cuti tiga minggu oleh manajer Green El Hotel lalu di acc tanpa drama. Aku yakin, ada campur tangan Dimas juga terhadap ajuan cutiku sebelumnya. Aku enggak mau ambil ribet terhadap itu semua yang aku perlukan sekarang cuma ingin sendirian.
Yah, selama dua minggu itu aku enggak menjejakkan kaki keluar kontrakan. Menjauh dari pekarangan manusia, termasuk Dimas Margantara. Ketika dia ingin tahu kondisiku, aku malah menghindari dan mengunci diri masuk ke kamar tanpa keluar lagi.
Aku tertawa. Hebat banget yah, scenario dunia. Aku ini pantasnya disebut orang gila atau gimana?
Lengah melamun dikit tiba-tiba mewek, nangis, tertawa, melamun lagi beberapa menit. Tolong, kasih ekspresi yang netral saja daripada raut enggak jelas begini.
Sayup udara segar masuk lewat celah-celah terbuka. Sekali datang menyapa terus pergi tanpa di duga. Iya, kayak... cerminan hidupku sebenarnya.
Terlalu banyak tanda tanya atas tindakan sebelumnya. Oh, hidup dewasa emang se-bjirini rupanya. Di katakanlah aku waras tapi aku gila dan di katakan gila, aku memang gila. Aku nggak mengerti lagi arah hidup ini mau ke mana?
Mati tak bisa dan hidup terlalu sengsara. Fisik dan mental diobrak-abrik sama realita.
Enggak perawan-lah, orang miskin yang pengen egois-lah, pendidikan cuma sebatas sekolah menengah dan bisa-bisanya di anggap layak sama orang yang kastanya jauuuh di atas kita. Lelucon aneh macam tahi ini namanya, Besttai.