Besttai, terjebak friendzone setelah putus dari mantan yang memiliki nilai +good, apakah bisa mempermudah melewati jenjang dunia per-move-on-an?
Pertanyaannya, kamu ikhlas enggak kalo mantan yang memiliki nilai A+ dari segi keseluruhan jadian lagi s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
47.Aib
Apapun effort yang di lakukan orang luaran terhadap kamu, nggak akan ada yang bisa menyaingi effort-nya seorang Ibu.
•••
HAMPARAN dedaunan mangga dihalaman rumah nggak bisa merubah keadaan bahwasanya dedaunan itu bukan lagi bagian dari si pohon mangga.
Bunga yang terlanjur layu juga nggak bisa merubah kondisinya tanpa bantuan air yang menyiramnya.
Lalu, ibu-ibu yang duduk di pelantaran depan rumah nggak akan mengurungkan niat mereka untuk pulang, dan lebih memilih memasak kemudian menghidangkannya untuk suami mereka yang berangsur pulang.
Kamu juga nggak bisa menyuruh siang akan menetap tanpa adanya pergantian sang malam.
Kamu juga nggak akan bisa menahan matahari untuk menghindari bulan.
Lalu, kamu nggak akan pernah bisa menahan langit yang tadinya biru juga nggak akan menemani selamanya jika langit hitam berangsur datang.
Begitupun dengan kehidupan manusia.
Kamu nggak akan terus-terusan berlarut dalam kesedihan jika kamu sudah berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan. Sebaliknya pun begitu.
Kamu juga nggak akan membiarkan masalah untuk diam-diam saja tanpa perlu menuntaskannya. Kalaupun seandainya kamu menahan masalah, yang jadi pertanyaan mau sampai kapan larut-larut memeliharanya?
Untuk apa? Atau, masalah menjanjikan kamu bakal hidup sejahtera?
Enggak, Besttai.
Cepat atau lambat masalah akan membuat hidupmu sengsara. Timbal balik kehidupan ini nyata, nggak tuntas di dunia akan ada akhirat yang menanti kamu di sana.
So, mau sampai kapan mendiamkan masalah dengan orang-orang yang bermasalah juga? Kadang sebagian manusia mengakui kesalahannya, kadang juga sebagian manusia melemparkan masalahnya dan mengkambing hitamkan orang lain sebagai tumbalnya.
Kamu masuk dalam katagori yang mana?
Aku nggak takut konsekuensi apa yang harus aku dapatkan dari sebuah masalah daripada memendamnya hasrat hidupku nggak tenang semata-mata. Maka dari itu, aku belajar untuk menerima fakta.