"Dari mana lo, Dek?" kakak kandung tersayang menyamai jalan gue yang ingin menuju kamar mandi bawah tanpa memperdulikan permintaan tolong gue, "Habis ngapain lo basah kuyup kayak gini? Mana masih pakai seragam sekolah lagi? Virly, Mama sama Papa udah percayai Mas Dirga buat jagain kamu, bisa enggak sih enggak usah buat Mas khawatir mulu?"
"Ya elah Mas, enggak tahu anak muda jaman sekarang aja. Gue pulang sekolah langsung ke taman buat kerja kelompok bareng temen tadi," Mbuh, lebih baik berbohong aja dari pada gue di wawancarai oleh dia, "tolong dong ambilin gue handuk, Mas. Enggak lihat apa adek yang cantik ini udah pucat banget karena menggigil next level begini."
Mas Dirga lantas meraup muka dan langsung menghempaskan nafas saat itu juga. Tanpa banyak adegan cekcok akibat pertanyaan-pertanyaan lainnya, dia beranjak mengambil handuk kimono dari kamar gue dan langsung di serahkan dengan cara melempar kasar handuk itu ke wajah gue yang duduk manis di meja makan. Ini nih, salah satu contoh tingkah kasar Mas gue yang kadang gue terima dengan lapang dada. Enggak pa-pa, udah jadi kebiasaan dia.
"Lo emangnya enggak punya mulut buat kasih tau Mas lo, Virly?" tanyanya yang langsung duduk di hadapan gue. "Lo punya ponsel, bisa, 'kan chat Mas dari benda itu? Kemana-mana enggak pernah ngasih tau Mas. Gimana kalo Mama Papa tau lo kelayapan hampir malam begini dan belum pulang-pulang dari jadwal selesai sekolah, Virly? Lo mau belajar bohong dari Mas lo ini, hm?"
swipe>
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendgame [End]
RomansaBesttai, terjebak friendzone setelah putus dari mantan yang memiliki nilai +good, apakah bisa mempermudah melewati jenjang dunia per-move-on-an? Pertanyaannya, kamu ikhlas enggak kalo mantan yang memiliki nilai A+ dari segi keseluruhan jadian lagi s...
![Friendgame [End]](https://img.wattpad.com/cover/303276391-64-k918406.jpg)