ayang, ini epilog

243 4 0
                                        

E P I L O G

[Ternyata kisah kita di mulai dari kata-kata yang menyatakan kita adalah sepasang sahabat dan bermetamorfosa menjadi sepasang kekasih, cinta, keluarga dan hidup bersama kamu sampai tua

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[Ternyata kisah kita di mulai dari kata-kata yang menyatakan kita adalah sepasang sahabat dan bermetamorfosa menjadi sepasang kekasih, cinta, keluarga dan hidup bersama kamu sampai tua... ]

Ternyata nikahin sahabat sendiri itu menyenangkan, Besttai.

Febi yang baru menyadari

•••

DEKORASI yang dihiasi bunga lily menjadi objek satu-satunya bukti yang paling indah menjadi nyata. Nuansa warna burgandy dipadukan bersama warna lilac kini menjadi sebuah saksi mati.

Dengan khidmat dan nikmat, aku berjanji akan menjaga sebuah ikatan janji suci. Dengan sadar dan penuh keyakinan akan aku jaga martabat Dimas Margantara sebagai suami.

“Saya nikahkan engkau Dimas Margantara bin Zicco Grantara Alexander, dengan putri saya Febi Fionita binti Ferdyan Santoso, dengan saham perusahaan new family —Bimasco Vers 25 triliun, uang tunai lima miliar, dua mobil Civic Type-r dan seperangkat alat sholat dibayar, tunai!"

Aku menahan nafas.

“Saya terima nikahnya Febi Fionita binti Ferdyan Santoso dengan saham new family— Bimasco Vers 25 triliun, uang tunai satu miliar, dua mobil Civic Type-r dan seperangkat alat sholat dibayar, tunaaai!”

“Bagaimana para saksi, sah?”

“Sah!”

Sejenak hening, menghantar doa-doa yang tertuju kepada pasangan hidup baru. Gemulai tarikan nafas suami yang terdengar enggak teratur dari perpaduan volume mikrofon menjadi pengisi suasana silence.

Aku menangis dan aku yakin, Dimas pun ikut menangis. Begini-kah rasanya saat menangisi tertuju pada bahagia?

Besttai, kepada siapa aku mengaduh kebahagiaan ini selain aku persembahkan untuk kalian semua yang menemani aku?

Bagai kena setrum aku merintih, nggak bersuara tapi mengeluarkan air mata. Suasana ini, keadaan ini, dan kondisi yang berlangsung terjadi akan aku abdikan seumur hidup aku, Besttai. Enggak menyangka, sekarang aku menjadi seorang isteri.

Teruntuk semesta, aku berterima kasih karena udah mempertemukan aku kepada sosok sahabat berkedok suami.

Teruntuk perjalanan aku hingga saat ini, aku berterima kasih juga sudah melewati tahap-tahap sulit realita, dari perjalanan menemukan berbagai cinta sehingga aku jatuh ke ke pelukannya sebagai akhir jalanku menemukan cinta.

Friendgame [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang