Chapter 22

16 1 0
                                        

Jangan lupa tinggalkan jejak

Please vote and comment

Typo bertebaran

Enjoy guys

Happy reading 🌞

****

Saat terbangun sore itu Luna berfikir semua yang dia alami hanya mimpi semata ternyata tidak, itu lah kenyataannya orang tua Luna benar benar membuang dia, kala itu Luna masih berfikir kalau ucapan mamanya hanya sebuah ancaman semata aja ternyata tidak, mamanya benar benar serius dengan ucapan dia. Luna sudah tidak tau haru mendeskripsikan perasaannya seperti apa, bahkan untuk hanya sekedar menangis aja Luna tidak mampu.

Seperti saat ini Luna masih berusaha menghubungi mamanya, walaupun mendapatkan hasil telepon nya di blokir oleh mamanya, Luna berfikir apalagi kesalahan yang telah ia perbuat, apa karena kejadian bolos waktu itu?, tetapi kan hari itu bukan atas kesengajaan Luna untuk pergi membolos tetapi ia di seret secara paksa untuk mengikuti Vano entah kemana.

Sudah lebih dua puluh kali Luna menelpon mamanya sampai akhirnya panggilan terakhir di angkat oleh mamanya, tetapi terjadi keheningan selama beberapa detik hingga Luna melontarkan pertanyaan yang selama ini Luna pendam selama berhari hari.

" Mama dimana? Kenapa gak pulang mah?" Tanya Luna beruntun

" Saya sibuk, lagi itu bukan hak mu untuk mengetahui saya ada dimananya" jawab Rosa dengan nada yang sangat ketus.

" Mama gak mau ketemu Luna? Udah sebulan loh mama gak nelp ataupun ketemu sama Luna" ucap Luna dengan nada yang sangat sedih mendengar penuturan mamanya.

" Gak Sudi saya ketemu kamu, jangan ganggu saya lagi, kamu sudah saya anggap mati dari sebulan yang lalu, jadi stop ngehubungin saya lagi" ucap Rosa tajam yang langsung menembus ulu hati Luna, seketika mata Luna berkaca kaca, hingga terdengar suara anak kecil dari seberang telefon bertanya kepada Rosa

"Mom, who are you calling? Why does mom look so angry?" Tanya bocah di seberang telefon dengan nada polos

" It's no one, dear, it's just a prankster who called mom and made mom angry" jawab Rosa dengan nada yang sangat lembut bahkan Luna baru kali ini mendengar mamanya berbicara begitu lembut kepada orang lain, lantas kenapa setiap Luna ajak berbicara pasti mamanya akan menjawab dengan nada sedikit ketus.

" Don't be angry ma'am, people like them will not achieve satisfaction from pranking other people, just hang up the phone." Ucap anak itu lalu terdengar suara kaki menjauh yang menandakan anak itu pergi dari hadapan Rosa.

" Sudah kamu dengar sendirikan anak saya menyuruh saya menutup telepon dari kamu, jadi berhenti menelfon saya" ucap Rosa kepada Luna dengan nada yang kembali ketus.

" Tapi ma, aku kan juga anak mama, kenapa mama tidak menyebutkan kalau Luna anak mama kepada orang itu?" Tanya Luna yang mulai kesal.

" Sudahlah kamu membuat saya muak, mulai hari ini jangan pernah hubungi saya, tenang uang sekolah dan uang sehari hari kamu nanti akan saya transfer setiap bulan nya, so jangan hubungi saya karena saya udah anggap kamu sudah mati, anggap saja saya lagi bersedekah kepada fakir miskin" ucap Rosa sebelum menutup telponnya, bahkan Luna belum sempat menyahuti ucapan Rosa barusan.

Setelah telefon di tutup Luna meraung dengan keras, karena ia merasa sendirian, bahkan ibunya juga sudah membuang dia, kenapa nasibnya begitu pedih, kesalahan apa yang ia perbuat sampai sampai dia di buang oleh ibunya. Akibat menangis terlalu lama Luna tertidur dengan cukup lama hingga ia tidak menyadari bahwa sedari tadi, ada orang yang memperhatikan dia hingga orang tersebut ikut meneteskan air matanya melihat kesedihan Luna.

****

Pagi ini Luna terbangun dengan mata yang sangat bengkak akibat semalaman ia terus menangisi nasib nya, ia pun bergegas ke kamar mandi karena hari ini dia ada ulangan kimia, saat keluar dari kamar mandi, Luna memperhatikan dirinya melalui kaca di meja rias lalu terkekeh miris dengan nasib yang menimpanya. Lalu ia mengambil consiler  untuk menutupi kantong matanya agar para sahabatnya tidak curiga dengan masalah yang sedang menimpanya.

Bukan maksud untuk menyembunyikan tetapi Luna tidak ingin para sahabatnya khawatir dengan kondisinya, ia ingin menampilkan sisi Aluna yang seperti biasa, buka Aluna yang rapuh seperti yang terlihat sekarang.

Setelah selesai bersiap Luna turun ke dapur untuk mengambil roti dengan selai coklat dan di temani dengan segelas susu coklat panas untuk sarapannya, sambil makan di meja makan Luna mulai berselancar di media sosialnya, melihat postingan terbaru dari idolnya. Itulah kegiatan Aluna disaat sedih dia akan melihat para bias nya agar kembali merasa happy dan membuat ia tidak terlalu memikirkan masalah yang akhir akhir ini menimpanya.

Karena tidak ingin terlambat datang ke sekolah Luna segera bergegas melanjutkan sarapan nya dan langsung berangkat ke sekolah menggunakan ojek online yang sudah ia pesan tadi.

Sesampainya Luna di sekolah ia dapat melihat para sahabatnya menunggu nya di gerbang sekolah agar bisa pergi ke kelas bersama sama, di selingin dengan canda dan tawa seperti tidak terjadi apa apa, lalu pertanyaan spontan keluar dari mulut Kanya yang menanyakan apakah Luna sudah belajar untuk ulangan hari ini, dan yang sudah pasti jawaban Luna tidak dapat di percaya oleh para sahabatnya, karena Luna menjawab kalau dia baru belajar sedikit, tapi kita tidak tau bagaimana mana nanti saat Luna menjawab soal ulangan nya, karena hampir 80% ucapan nya adalah kebohongan, bukan bagaimana yaa tapi setiap ulangan nilai Luna termasuk tinggi untuk ukuran orang yang tidak belajar, yahh memang pada dasarnya otak encer yaa begitu.

Kriing... Kriing..

Bel istirahat pun berbunyi membuat anak anak kelas MIPA 2 bersorak gembira karena bel tanda istirahat sudah berbunyi, dapat di lihat berbagai macam ekspresi yang di keluarkan oleh anak anak MIPA 2 karena mereka habis melakukan pertempuran hebat yaitu ulangan kimia, ada yang sudah pasrah dengan nilainya nanti, ada yang santai dan ada yang merasa frustasi dengan ulangan tadi.

" Anjirr lah ujian tadi bener bener nguras otak dan tenaga gw, gw sepanjang ulangan teriak mau cepet cepet selesai tapi gak bisa" ucap Meyka dengan wajah yang sangat kusut.

" Sama njirr gw mules banget tadi berasa mau boker, lu bayangin gw gak hafal masalahnya sama tabel periodik tapi di suruh di jabarin lengkap, apa gak pusing gw sama soal" timpa Kanya dengan wajah lesu.

" Udah lah pasrah aja gw sama tu ulangan " sahut Hana yang sudah berpasrah dengan nilai nya.

Luna yang sedari tadi bersama sahabatnya tidak begitu mendengar penuturannya para sahabatnya, ia hanya melamun tidak seperti biasanya yang menimbulkan tanda tanya bagi para sahabatnya

" Gak usah terlalu di pikirin lun masalah ulangan tadi, kalau ngulang kita sama sama kok" ucap Meyka dengan wajah yang polos mengira akan ke terdiaman teman nya

****

TBC.

Jangan lupa tinggalkan jejak

Please vote and comment 🙏🙏

Typo bertebaran

Enjoy guys

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 30 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Painful MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang