Enjoy ෆ
Teriknya matahari tak membuat bising yang ditimbulkan tim basket Wijaya reda. Semakin panas, mereka semakin rusuh sambil menunjuk satu buah mangga berukuran paling besar yang menggantung di atas sana, dengan Han yang meng-handle dalam panjat memanjat pohon berusia puluhan tahun itu.
"Guys!"
"Jangan weh jangan! Gue gimana turunnya anjir!" Seru lelaki bermata bulat sambil memeluk dahan pohon.
"Buruan sini, penting nih!"
Keenam lelaki berseragam basket menatap Felix dan Han bergantian, mereka langsung meninggalkan pohon mangga yang sebelumnya dikerubungi beberapa detik lalu, keenamnya menghampiri Felix dan meninggalkan Han yang masih berada di atas pohon.
Omong-omong, mereka baru saja menyelesaikan latihan basket untuk pertandingan suka-suka yang diadakan di SMK Wijaya.
"Alahh kampret! Awas ya lo pada!"
"Mampusss." Desis Changbin menjulurkan lidahnya, pemuda itu tertawa ngakak. Tapi tak berselang lama, Changbin bersembunyi dibalik tubuh Minho saat Han hendak melempar sepatunya.
"Penting apaan?" Tanya Bangchan.
Mata Felix menyipit ketika cahaya matahari memantul dari jilid berkas yang ia pegang. Sang kapten lalu membuka lembar pertama, kemudian menutupnya lagi karena Changbin berusaha mengintip isinya.
"Gimanapun caranya, berkas ini harus sampe ke pihak Wiratmadja. Panitia yang harusnya nanggung manajemen waktu mengalami kendala yang bikin prosesnya ketunda. Jadi, siapa yang mau nganterin berkas ini?" Tukas Felix, kalimat akhir yang berisi pertanyaan membuat semua anggotanya memalingkan wajah, tidak ada satupun diantara mereka yang menerima tawaran itu.
Hanya karena konflik terdahulu yang menyebabkan interaksi Wijaya dan Wiratmadja terganggu hingga timbulnya dendam kesumat dari generasi ke generasi.
Berhadapan dengan Wiratmadja adalah keputusan terburuk. Jika boleh jujur, mereka tidak sudi berada dalam satu pertandingan dengan Wiratmadja, murid-murid Wijaya selalu berusaha keras untuk tidak membuat pihak musuh berurusan lagi dengan mereka. Tapi rupanya, kepala sekolah dari kedua belah pihak memiliki ambisi yang sama, dengan mengadakannya pertandingan suka-suka ini, mereka berharap murid-muridnya berdamai setelah sekian purnama saling membantai.
"Guys." Kata Felix lagi, ia menoleh kepada Bangchan yang menatapnya, seolah jangan ambil pusing dengan secuil upil kuda berkedok berkas itu.
"Nanti gue aja yang ngasih, tapi berkas itu simpen dulu di tas lo."
"Tapi-"
"Staff TU yang bakal nerima, bukan mereka." Pungkas Bangchan mengakhiri percakapan keduanya dengan meninggalkan lapangan.
Langkah besar Bangchan yang tak sengaja menginjak daun kering membuyarkan lamunan salah satu adiknya. Minho menoleh, ia mengerjap beberapa kali karena pandangannya memberikan ilustrasi aneh.
Minho menelan ludah, ia pernah mengalami dua kali delusi selama hidupnya, dan tak ada satupun yang berhasil Minho tangani sendirian, kendati rasa sakit yang muncul dalam imajinasinya turut terasa ke dunia nyata.
Tanpa sadar, kini Minho telah berada di belakang Bangchan yang sibuk merapikan tali sepatunya.
"Kak Chris."
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAMOND
Fantasy♕ TREASURE JAPAN LINE ft. CHAN, MINHO, HYUNJIN, AND FELIX FROM STRAY KIDS ♕ Ikatan darah adalah takdir, dan takdir adalah kutukan. Di dunia di mana kemampuan adalah segalanya, sebuah dendam memicu konspirasi yang mengikat mereka pada pertumpahan dar...
