Enjoy ෆ
Suara detik jam terdengar lebih kencang mengiringi keheningan siang ini. Hujan kembali turun deras sejak tadi, membuat atmosfer rumah yang sepi semakin terasa dingin. Hampir seluruh barang yang ada disana berserakan akibat Mashiho yang hilang kendali.
Saat ini, sudah satu jam berlalu semenjak telepon Asahi terputus secara sepihak, Haruto masih setia berdiri di tempatnya. Sampai sekarangpun Asahi belum datang juga, membuat Haruto terus melirik kearah gerbang yang diselimuti kabut tebal diluar sana dengan gelisah.
Perhatian laki-laki itu seketika teralihkan karena getaran kecil akibat lift tersembunyi dari ruangan bawah tanah berjalan naik. Tak lama setelahnya sosok Yoshi muncul ketika alat itu terbuka, Yoshi langsung menghampiri Haruto yang sibuk menggigit kuku tangannya.
"Asahi belum pulang?" Suara berat Yoshi mendominasi keheningan disana, pertanyaannya langsung dijawab gelengan lemah. "Dia bilang tunggu lima belas menit lagi, tapi sampe sekarang gak dateng dateng."
Kaki Haruto menendang sendal rumah milik Asahi yang kebetulan berada didekatnya. "Gue gak suka situasi kek gini, bawaannya jadi mikirin hal negatif terus." Netra Haruto bergeser kearah Yoshi, dia lihat kemeja putihnya sobek di bagian bahu, lengan dan dada, lelaki itu sudah menebak siapa pelakunya. "Gimana Kak Mashi?"
"Aman, gue udah suntik dia pake obat tidur." Jawab lelaki itu sembari menghela napas, rambut lembab nya meneteskan keringat. Haruto yang melihat itu jadi gusar.
Sudah hampir seminggu ini Yoshi menjadi sosok yang dingin, sikapnya tentu membuat khawatir adik-adiknya yang lain. Haruto tahu betul apa alasannya, bahkan dia sendiripun memiliki perasaan yang sama. Tapi yang membuat lelaki itu kesal pada diri sendiri, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa, kelebihan yang mereka miliki seakan-akan tidak ada gunanya lagi.
"Sehebat apa sih lo? Kalo mau cari masalah jangan sembunyi-sembunyi, jamet." Haruto yang sedang melamun menggertakkan giginya kesal.
"Haru, coba hubungi lagi Asahi. Perasaan gue-"
Prang!!
Kalimat Yoshi terpotong oleh suara benda pecah. Keduanya menoleh bersamaan kearah pigura foto mereka berempat yang jatuh ke lantai, tapi hanya kaca bagian Asahi yang paling hancur.
"Hikun ..."
Tanpa aba aba Haruto dengan cepat mengeluarkan ponselnya, tangannya mengutak-atik benda pipih itu sampai kontak Asahi terpampang disana. Panik? Tentu saja, mereka harap apa yang mereka takuti tidak benar-benar terjadi.
Cukup lama menunggu panggilannya tersambung, Yoshi sudah menautkan kedua tangannya yang terasa dingin.
"Gak dijawab." Tukas Haruto yang semakin diselimuti rasa takut, tangannya kembali menekan panggilan yang kedua kalinya, berharap kali ini oknum yang membuat gempar seisi rumah menerimanya, setidaknya berbicara satu kata saja.
Setelah menunggu beberapa detik, akhirnya telepon tersambung. Haruto dengan cepat mengaktifkan speaker ponselnya supaya Yoshi dapat mendengar juga.
"Kak sahi?"
"... Permisi?"
Kening Haruto berkerut, bukannya suara Asahi yang menyapa, malah seorang perempuan yang menjawab panggilannya. "Lo siapa? Mana kak Asahi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAMOND
Fantasi♕ TREASURE JAPAN LINE ft. CHAN, MINHO, HYUNJIN, AND FELIX FROM STRAY KIDS ♕ Ikatan darah adalah takdir, dan takdir adalah kutukan. Di dunia di mana kemampuan adalah segalanya, sebuah dendam memicu konspirasi yang mengikat mereka pada pertumpahan dar...
