truth and plan

98 17 9
                                        

Enjoy ෆ

"Keparat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Keparat."

BUAGH!

"Haruto!" Pekik Yoshi saat si bungsu meninju dinding sekuat tenaga, kedua Poseidon yang tersisa tidak akan seresah ini kalau dinding itu tidak meninggalkan jejak darah.

Mereka tidak tahu mengapa Haruto bisa semarah ini, padahal sebelum anak itu keluar, suasana hatinya masih baik-baik saja.

"Apa yang-"

"Gue gak pernah nyesel bersekutu sama Kak Chris dan Kak Minho walaupun si Hyunjing nyebelin." Ungkap Haruto satu tarikan nafas, tangannya yang berdarah terkepal erat.

Disisi lain, Yoshi dan Mashiho lekas berdiri dengan wajah panik. Kepalanya menoleh kesana-kemari dengan buncah, khawatir jika Asahi masih berada di sekitar sini dan mendengar celetukan Haruto yang tak tersaring. Pemuda bersurai putih itu pamit keluar lima menit lalu, dan sampai sekarang dia belum kembali lagi.

Mashiho menghembuskan nafas lega, lalu beralih menatap Haruto tajam. "Watch your mouth, kita dimana sekarang?" Tegur Mashiho.

"Di Jepang! Para kampret itu sendiri yang bawa kita, lo lupa?"

"... Mulai detik ini, gue mau kita langgar semua aturan yang ada."

Baru saja Mashiho membuka mulutnya hendak merespon, tapi Yoshi lebih dulu mengisyaratkan lelaki itu agar tetap diam. Sebagai gantinya, Yoshi lah yang bertindak, dia berjalan mendekati Haruto yang setiap sudut matanya sudah memerah.

Diraihnya bahu Haruto, Yoshi peka terhadap adiknya satu ini, dia memang benci bahasa formal. Meskipun demikian, penyebab Haruto marah bukan karena itu. Kali ini, Haruto persis seperti orang yang menderita masalah mental semacam anxiety dan panic attack akut yang menyebabkan emosinya tidak stabil.

"Ada apa, Haru?" Tanya Yoshi.

Alih-alih menjawab, Haruto malah menghindar, tatapan matanya terus beralih dari objek satu ke objek lain dengan pandangan tak nyaman. Pemuda itu menepis tangan Yoshi setiap dia menyentuhnya. Haruto menangis tanpa suara sambil menggelengkan kepalanya, bibirnya terus meracau kapan Bangchan akan tiba, berulangkali.

"Mana Kak Chris ... Mana Kak Chris." Racau Haruto dengan suara parau.

Ada apa sebenarnya? Mengapa Haruto begitu menginginkan sosok Bangchan? Yoshi dan Mashiho benar-benar bingung dengan perilaku Haruto setelah sehari berada di Diamond Kingdom. Haruto seperti tengah mengalami mimpi buruk.

Disela-sela kesibukannya melihat perilaku aneh Haruto, Yoshi berusaha mengingat-ingat sesuatu di kepalanya yang mungkin saja ada sangkut-pautnya dengan kejadian ini. Sepersekian detik setelah itu, bibir Yoshi terbuka, bersamaan dengan jantung yang berhenti berdetak satu detik. Yoshi berhasil membuka memori lamanya!

DIAMONDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang