Enjoy ෆ
BRUK!
Kelimanya jatuh berlutut dihadapan Hamada, orang yang baru saja menyeret mereka mundur beberapa langkah lebih jauh kala Hamada berjalan maju. Tak ada seorangpun yang merasa simpati kala rintihan terdengar dari bibir yang malang, mereka menyaksikan insiden itu seolah-olah apa yang tengah terjadi di depan mereka adalah sorotan menarik.
Penaka apa yang berada di hadapannya adalah sekelompok musuh, dengan tatapan tak bersahabat Hamada menatap Bangchan, Minho, Hyunjin dan Felix bergantian. Mata sebelah kirinya tampak merah dan rahangnya mengeras. Melihat Agni yang tumbuh sempurna mengingatkannya pada Poseidon, jika saja keempat cucu lainnya ada, mungkin sekarang rupa mereka sudah seperti Agni.
Pada kenyataannya, mau diubah sedemikian rupa pun takdir, semesta justru masih menetapkan kenyataan bahwa Agni juga tetap merupakan cucunya sampai kapanpun, namun, bukannya rasa bahagia melengkapi situasinya, malah amarah yang menjadi respon pertama kali.
Kehadiran Agni di Diamond Kingdom hari ini membuat atmosfer berubah 90 derajat. Berawal dari nuansa biru penuh ketenangan yang menjadi pandangan utama, seketika berganti merah dan penuh ancaman.
Tak ada yang menyadari bahwasanya salah satu dari kelima oknum tengah mempersiapkan sesuatu secara diam-diam. Rasa jemu kian membesar seiring mendekatnya pemimpin yang dijunjung tinggi rakyatnya itu. Dengan posisi yang masih berlutut, dan kedua tangan yang menempel di lantai, Felix menggertakkan giginya menahan geram. Anak itu mendongak cepat tepat pada saat Hamada hendak mengatakan sesuatu, dan kini mata mereka bertemu.
"Kami sudah menuruti keinginanmu, dan kami datang secara baik-baik. Tapi, inikah balasan yang Tuan berikan pada kami?" Felix memulai pembicaraan dengan nada tenang yang dipaksakan.
Sedangkan di satu sisi, Ryozune terdiam, menajamkan pendengarannya guna menyelidiki apa yang akan anaknya lakukan, pria itu diam-diam memuji tekad Felix, dia sendiri bahkan tidak memiliki keberanian walau sekedar untuk bertanya kabar.
Selama ini, belum pernah ada orang yang berani berbicara lebih dulu pada Hamada, mereka lebih memilih diam sebelum pemimpinnya yang memulai semuanya. Dan sekaranglah masanya, melihat keberanian seorang Lee Felix yang cenderung adalah puncak perkara.
"Apa yang kau harapkan dariku?" Jawab Hamada yang berakhir pertanyaan. Tanpa disadari, posisi Hamada sekarang telah berada tepat di depan Felix.
"Untuk apa saya menyambut kedatangan Dewa Api secara baik-baik kalau kalianlah penyebab utama kehancuran afiliasi ini."
Mendengar kalimat serta oktaf yang terkesan merendahkan dirinya dan yang lain, Felix menegakkan badan tanpa perintah, mengabaikan reaksi terkejut orang-orang di sekitar sana, juga beberapa dari mereka terlihat menjaga jarak.
"Saya juga tidak mengharapkan apapun dari orang yang tak tahu arti menghargai." Balas Felix.
Lelaki berambut putih itu mendapatkan teguran berupa senggolan kecil di lengan kirinya, dia melirik sekilas, ternyata pelakunya adalah Minho yang mencoba menyadarkan Felix bahwa apa yang baru saja dia lakukan merupakan sebuah kesalahan besar.
Atensi semua orang beralih menatap pergerakan Akeno yang berjalan tiga langkah kedepan, pria yang diakui sebagai putra sulung Hamada itu mengarahkan senjatanya pada Felix. "Jaga mulutmu, kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa? Dia kakekmu, berperilaku baiklah padanya jika ingin selamat."
Kejadian tak terduga lainnya tidak sampai disana, kali ini, semua orang termasuk Ryozune dan tiga putranya terkejut tatkala Felix meludah sembarangan. Akeno memekik marah, namun suaranya kalah telak oleh Felix yang mengerang penuh emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAMOND
Fantasy♕ TREASURE JAPAN LINE ft. CHAN, MINHO, HYUNJIN, AND FELIX FROM STRAY KIDS ♕ Ikatan darah adalah takdir, dan takdir adalah kutukan. Di dunia di mana kemampuan adalah segalanya, sebuah dendam memicu konspirasi yang mengikat mereka pada pertumpahan dar...
