rely on the stars

91 17 11
                                        

Enjoy ෆ

Sesuai dengan apa yang dikatakan Bangchan, saat ini pukul sembilan lebih lima puluh delapan menit, pagi hari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sesuai dengan apa yang dikatakan Bangchan, saat ini pukul sembilan lebih lima puluh delapan menit, pagi hari. Keempatnya telah berada di pekarangan rumah dengan gadget (senjata) masing-masing. Mereka tidak melakukan latihan, dan waktu yang hanya tersisa semalam pun hanya diisi dengan acara menyervis senjata.

Asahi yang memang telah seratus persen pulih sudah mampu menangkap situasi. Namun, banyak sekali pertanyaan yang memenuhi pikirannya. Biasanya Asahi dapat menemukan jawabannya sendiri tanpa bertanya kepada mereka, tapi entah apa yang terjadi, Asahi tidak dapat menyelidiki apapun yang berhubungan dengan masalah ini. Terlebih lagi, Asahi yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba mendapat insting bahwa pihak Diamond Kingdom akan turun ke dunia manusia, tidak ada alasan untuk tak terkejut, tentunya.

Omong-omong semalam, belum sempat Mashiho menyebarkan informasi dari Bangchan, Asahi lebih dulu memberitahu mereka kabar serupa. Tidak ada yang mempermasalahkan hal itu, hanya saja, mereka khawatir jika Asahi tiba-tiba menyerahkan diri pada pihak Diamond Kingdom. Sekali lagi, alasannya karena Asahi tidak tahu apa-apa, ditambah lagi diantara mereka berempat, Asahi adalah satu-satunya orang yang paling sensitif terhadap apapun yang bersangkutan dengan -keluarga-.

Waktu tinggal tersisa beberapa detik lagi, dari kejauhan, dapat mereka lihat puluhan kendaraan terbang yang bergerak mendekat. Udara yang berasal dari mesin alat itu mampu menggoyangkan pepohonan di sekitar sana.

Pihak yang akan membawa Poseidon pulang telah datang.

Melihat itu, niat awal untuk memulai penyerangan tiba-tiba hilang, tergantikan dengan rasa sesak dan pandangan buram. Rasanya rindu sekali.

Mashiho meneguk ludahnya. "Lo yakin kita bisa lawan mereka?" Tanya lelaki itu dengan wajah was-was. Dia melihat-lihat sekitarnya dengan perasaan takut.

"Gak ada yang perlu ditakuti, Shi. Mereka cuma alasan supaya kita lengah." Jawab Yoshi tanpa melihat Mashiho, matanya terus menatap kearah tiga orang berpenampilan bak dari kerajaan di sebrang sana, di belakangnya ada beberapa pengawal dengan senjata panah.

" Jawab Yoshi tanpa melihat Mashiho, matanya terus menatap kearah tiga orang berpenampilan bak dari kerajaan di sebrang sana, di belakangnya ada beberapa pengawal dengan senjata panah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DIAMONDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang