♕ TREASURE JAPAN LINE ft. CHAN, MINHO, HYUNJIN, AND FELIX FROM STRAY KIDS ♕
Ikatan darah adalah takdir, dan takdir adalah kutukan. Di dunia di mana kemampuan adalah segalanya, sebuah dendam memicu konspirasi yang mengikat mereka pada pertumpahan dar...
"Ada apa memanggilku, Kei?" Tanya Caecilia begitu sampai di lokasi yang diinginkan rekannya.
Tak seperti biasanya, air muka Keita tampak berbeda kali ini, di pupil matanya tersirat beberapa tanda bahaya jika diteliti lebih dalam. Namun, Caecilia justru menangkap arti lain, ia kira sahabatnya sedang demam karena tidak menunjukkan ekspresi apapun. Tangannya lantas terangkat untuk menyentuh kening wanita si rambut panjang, namun tindakannya gagal karena Keita memalingkan wajah.
"Baiklah, kalau sakit, kenapa tidak memintaku datang ke ruangan mu saja tadi? Apalagi belakangan ini level pekerjaan kita sedikit lebih meningkat, aku sempat mengecek perubahan grafiknya kalau tidak percaya." Ucap Caecilia sedikit mengomel, wanita itu mengeluarkan sesuatu dari balik blazer yang dipakainya, sebuah kubus dengan garis tipis berwarna biru menyala di setiap ujung lancipnya kini telah berada dalam genggaman Caecilia.
"Lihat, siapa bilang Agent Invisible lemah akan teknologi? Buktinya aku berhasil merakit benda ini dalam waktu singkat."
"Apa itu?"
Caecilia tersenyum hangat. "Benda ini aku namai Automatic Weapons, jika penggunanya memikirkan suatu rupa sambil menekan permukaan kubus di bagian tekstur yang berbeda, maka dia akan berubah wujud sesuai dengan apa yang penggunanya pikirkan."
Merasa tertarik, Keita menoleh sepenuhnya dengan netra yang menatap Automatic Weapons dan sahabatnya bergantian.
"... Yaa, walaupun Invisible tidak memerlukan senjata dan lebih mengandalkan aksi, tapi kurasa, jika ingin menambah potensi pun tidak ada salahnya." Kekehan kecil menyapa rungu, "kau tertarik, Kei?"
Mengabaikan ego dan tujuan utamanya, Keita mengangguk antusias, dan respons itu tentu saja membuat Caecilia gemas.
"Aku menciptakan ini memang untukmu, biar ku jelaskan secara spesifik tentang Automatic Weapons sebelum kau meminangnya, ya." Jeda Caecilia, ia membolak-balikkan kubus itu diatas meja.
"Benda ini resmi menjadi bagian dari teknologi AR dan sudah dilegalkan sejak era rilisnya, bagi seseorang yang menyukai game, mungkin bukan hal aneh lagi dengan substansi ini. Bedanya, teknologi AR yang ada di dalam game berfungsi menggabungkan dunia nyata dengan dunia virtual agar menciptakan pengalaman gaming yang sangat realistis, biasanya untuk game yang pemakainya menggunakan SVR gear. Sedangkan teknologi AR yang ada di Automatic Weapons memerlukan akses secara langsung terlebih dahulu ke otak manusia, tujuannya agar nomina dapat mengetahui objek seperti apa yang diinginkan penggunanya. Sebenarnya tak jauh beda dengan SVR gear, hanya saja Automatic Weapons mampu membuat objek menjadi wujud di dunia nyata, kau bisa membayangkan senjata apapun setelah menguasai ini." Jelasnya.
Sekelebat ide membuat Keita menyeringai dengan alis menukik. Lihat, betapa peka sahabatnya ini, Keita jadi bisa dengan cepat melakukan misi berkat gadget barunya.
Yup, tanpa Caecilia sadari, secara tak langsung ia telah memberi Keita celah untuk menghabisinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.