eradicator of evil

164 20 50
                                        

"Dari informasi yang kudapat, ada dua negara yang dijadikan akomodasi oleh Agni." Keita memulai pembicaraan, wanita cantik yang merupakan ibu dari keempat Poseidon memutar arah peta hologram tiga dimensi kearah Hamada dan suaminya, Akeno.

Keita berdiri dari duduknya, wanita berbalut blazer putih itu berjalan mengelilingi meja bundar dan berhenti disamping layar hologram sebelah kanan.

"Mr. Ryozune mendirikan perusahaan yang telah enam tahun berjalan, perusahaan tersebut berlokasi di Sydney. Sydney merupakan salah satu kota terbesar di Australia dan menjadi Ibu Kota Negara Bagian New South Wales." Jelas Keita, lalu tangannya bergerak menggeser peta hologram ke bagian lain yang sudah terdapat tanda lokasi.

"Sedangkan untuk anak-anaknya, mereka hidup di Jakarta, bandar besar yang merupakan Ibu Kota Negara Indonesia." Kalimat Keita tiba-tiba memelan diakhir, lengkap dengan kening yang mengerut, wanita itu memandang Hamada dan Akeno bergantian.

"Tapi, saya tidak menemukan apa-apa yang patut dicurigai, mereka benar-benar murni hidup seperti manusia biasa pada umumnya."

Akeno menopang dagu dengan mata yang terfokus pada layar, sedangkan Hamada bersandar sembari bertumpang kaki.

"Kamu yakin dengan dugaan mu? Saya rasa tidak ada bedanya jika mereka menyamarkan tindakannya dan membuat orang seperti kita gagal menginvestasi rencana, mau itu terintegrasi atau tidak." Sahut Hamada dengan beberapa gerakan tangan, lalu Keita termenung membenarkan.

"... Kamu merupakan pemimpin Invisible terlatih, rasanya tak mungkin jika kau tak tahu apa yang harus kau lakukan." Ucapan Hamada yang terkesan ambigu sukses menarik perhatian Akeno.

Disisi lain, Keita mengangguk kecil. "Anda ingin saya turun dan menyelidiki apa yang terjadi di Indonesia?"

Akeno melotot. "Apa?! Ayah-"

"Itu maksudku, selagi Agni masih dalam tahanan, kamu bisa dengan leluasa menyelidiki apa saja kejanggalan yang ada menyangkut Poseidon."

"Tapi misi ini terlalu berbahaya bagi istriku. Kalau dulu kan masih ada Mrs. Caecilia— ah, sudahlah."

Mendengar nada Akeno yang sedikit naik oktaf dari biasanya, Hamada tersenyum kecil sembari memainkan jari tangannya diatas meja. "Bukankah sesuatu yang berbahaya adalah hal yang lumrah?"

"... Berani mengambil resiko tinggi sudah menjadi makanan kita, lagipula, saya mengirim istrimu hanya untuk menjalankan tugas sebagai koordinator, bukan petarung."

"Mengerti." Tukas Keita. "Jadi, kapan dan apa saja yang perlu saya siapkan, Tuan?" Lanjutnya yang berakhir pertanyaan.

Akeno memandang kosong kearah lantai, mengingat saat pria itu hendak menyebutkan sebuah nama, nyatanya memang benar, semua orang terlihat acuh tak acuh terhadap Caecilia. Mereka menganggap seseorang yang telah tewas seolah-olah memang tak pernah ada. Padahal, beberapa keluarga selalu rutin mengirimkan doa di depan abu para mendiang.

Satu fakta yang masih menggegerkan keluarga Kanemoto dan warga Jepang, penyebab kematian Caecilia belum terkuak hingga kini.

Fun facts : Caecilia adalah istri dari Ryozune, sekaligus ibu dari keempat Agni, (Sosok yang ditemui Yeonjun dan Soobin).

"Saya sarankan nanti malam, bawa badan Neurology, Technology, Defense dan Invisible masing-masing dua orang, saat tiba di lokasi, bagi pasukan mu menjadi dua kelompok. Kelengkapan bidang dapat membuat timmu seimbang." Jawab Hamada gamblang, pria itu menegakkan tubuhnya, lalu mengutak-atik layar hologram sampai tampilan di dalam sana memperlihatkan sebuah lokasi rahasia, lokasi yang  merupakan tempat tinggal sementara selama masa penyelidikan berlangsung.

DIAMONDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang