Enjoy ෆ
Yoshi bermalam di rumah Bangchan, dan pagi ini, pemuda itu sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Yoshi harap Mashiho dan Haruto tidak memarahinya saat dia sampai, mengingat saat Yoshi pergi, dia sama sekali tidak meminta izin pada mereka.
Ah sudahlah, sekarang bebannya sudah sedikit berkurang, Yoshi tidak mau masalah baru bersarang lagi di pikirannya. Lagipula, membujuk adik-adiknya bukanlah hal yang sulit, disogok es dawet juga luluh, apalagi ada kabar baik begini.
Kabar baik? Seriously?
Tak jarang pula Yoshi membagi perhatiannya dari jalanan ke kursi penumpang. Setiap kali ia melihat mahkota ilalang disampingnya, senyum Yoshi terlihat sedikit merekah. Selama mengendarai mobil pun, tak henti-hentinya Yoshi mengingat kejadian kemarin pagi dengan Bangchan yang berakhir dia terkena sihir ajaib sepupunya.
Ajang adu jotos telah usai, kini Bangchan maupun Yoshi keduanya ambruk bersamaan, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.
Yoshi dengan kancing kemejanya yang hilang tiga biji bersandar tak berdaya pada dinding di pojok ruangan, sedangkan Bangchan dengan kupluk hoodie-nya yang copot berada di seberang Yoshi, mereka sama-sama banjir keringat.
Dengan sisa tenaganya, Bangchan terkikik melihat lawannya yang hampir lowbat."You give up, uh?"
"Shut up." Respon Yoshi cepat, dia menatap tajam kearah Bangchan yang semakin tertawa.
Yoshi rasa seluruh tulangnya remuk, lelaki itu menutup matanya satu menit, mencoba meredakan rasa sakit itu. Namun, saat Yoshi membuka matanya lagi, dia terkejut dan mengubah diri menjadi mode maung ketika mendapati Bangchan yang sudah berada didepannya, mau mundur pun tidak bisa, punggung Yoshi sudah mentok di dinding.
"Minggir bodoh, ngapain lo kesini." Ketus Yoshi lemah, anak itu menendang kaki Bangchan yang tak sengaja menyenggolnya.
Bangchan tidak merespon, wajah jahilnya sudah hilang, tergantikan dengan raut serius dan tatapan yang sulit diartikan. Menaklukkan seorang Yoshi rupanya harus dengan kekerasan dan menunggu dia lemas lebih dulu. Sebenarnya Bangchan pun sama lemas nya, mendekati Yoshi saja dia ngesot.
Tangan Bangchan merogoh sesuatu dari dalam Hoodie. Yoshi mengernyit, sebuah mahkota ilalang? Dimana lelaki itu meletakkannya? Padahal Yoshi sering membuat Bangchan terguling tadi, tapi benda itu terlihat baik-baik saja.
Bangchan menatap mahkota nya, warnanya memang sudah pudar dan tidak sesegar dulu, namun dari segi tampilan, benda itu masih terlihat cantik. Dalam hati Bangchan bertanya, apakah Yoshi ingat tentang mahkota ini?
"Mana punya lo, Yoshi?"
Yoshi tak menjawab, ada perasaan aneh saat Yoshi menatap mahkota ilalang itu. Tentu saja dia ingat sejarahnya.
"Dulu, kita saling bertukar karya. Mahkota ini lo sendiri yang buat, dan gue pikir udah saatnya dia balik ke pemiliknya." Bangchan mendekat, tangannya memasangkan mahkota ilalang itu ke kepala Yoshi, sama persis seperti apa yang terjadi saat mereka masih berusia lima tahun.
Yoshi sendiri tidak menolak, justru saat mahkota itu hinggap di rambutnya, perasaan Yoshi mendadak tenang dan amarahnya runtuh.
"Lo tetap aja cocok sama benda itu." Ungkap Bangchan, lelaki itu berpindah tempat ke samping Yoshi.
Entah mengapa pemuda Defense itu tak lagi merasa risih dengan kalimat Bangchan yang sedari tadi terdengar sangat menjengkelkan ditelinga nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAMOND
Fantasy♕ TREASURE JAPAN LINE ft. CHAN, MINHO, HYUNJIN, AND FELIX FROM STRAY KIDS ♕ Ikatan darah adalah takdir, dan takdir adalah kutukan. Di dunia di mana kemampuan adalah segalanya, sebuah dendam memicu konspirasi yang mengikat mereka pada pertumpahan dar...
