Serius nih ya, aku tuh pengen cepet-cepet namatin cerita ini! Aaaa ... tapi harus bagi waktu juga sih.
Bahkan aku sampai rela telantarin cerita satunya, udah ga up lebih dari seminggu. Sedangkan ini? Kadang satu atau dua hari aku udah up lagi. Sksksk >_<
Oh iya, di sinopsisnya itu kan ada beberapa potongan dialog. Nah coba lihat deh ... semua udah aku masukkin ke dalam cerita, cuma kurang yang terakhir aja. Kurang satuu ... dan dialog itu akan aku taruh di bab akhir, jadi kalau udah nemu dialog itu di salah satu bab suatu hari nanti ... nah, itu berarti endnya tinggal satu, dua, atau tiga bab lagi.
Sip. Cuma mau ngomong itu aja sih, hehe. Ngomong-ngomong, kalian di tim mana nih?
Rafka X Maira
Zaky X Maira
Yang di bawah ini Zaky formal banget gilak! Wkwk. ⬇️
Di saat sudah seperti ini? Apakah aku harus tetap berjuang untuk mendapatkanmu?
~Muhammad Zaky Al-Gaizi
Kak Rafka
|Dua hari lagi Ning
Apa itu tidak terlalu cepat Kak?|
|Kenapa? Kamu masih ragu dengan tulusnya cintaku?
Bukan gitu|
Yaudahlah|
|😁
[Read]
"Keputusan aku udah benar belum ya?" tanya Maira pada dirinya sendiri.
Kini ia sedang berada di dalam kamarnya. Setelah pulang dari acara pernikahan Rifki kemarin, Maira menjadi jarang keluar kamar. Mungkin hanya untuk makan dan sholat jamaah di masjid.
Abi juga sudah tau tentang keputusan Maira, bahwa ia memilih Rafka, bukan Zaky. Sebenarnya Abi tidak setuju, tetapi karena keputusan itu murni dari putrinya sendiri, maka Abi hanya bisa menuruti.
Bukan apa, pasalnya, Rafka itu saudara kembar Rifki. Mau tidak mau pasti Maira akan sering bertemu dengan Rifki. Ya meskipun beda rumah, tetapi tetap saja saling berkunjung untuk menjaga tali silaturrahmi.
"Kak ...." Maira berdecak sebal, entah mengapa di saat ia sedang beristirahat pasti adik tenggilnya ini selalu menganggu waktu istirahatnya.
Dengan malas Maira berjalan ke arah pintu, lalu membukanya. Tampak Izar sedang membawa totebag yang entah isinya apa. "Nih, buat lo." Ujar Izar seraya menyerahkan totebag kepada Maira.
"Apaan?"
"Baju buat nikah lah," mendengar perkataan Izar, tiba-tiba raut wajah Maira berubah menjadi sendu. "harus secepat ini ya emang?"
"Kan lo sendiri yang pilih, yaudah sih terima aja. Tapi kalau dipikir lagi, gue ralat ucapan gue, gue ga suka sama Rafka."
"Heh! Dia lebih tua dari kamu! Panggil 'Kak'!"
"Ga ada orangnya, jadi ga papa."
"Ish! Terserah lah. Mana sini?" ujar Maira seraya menyodorkan tangannya pada Izar, dan Izar memberikan totebag itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Salat Tarawih [END]
Teen FictionDefinisi salat tarawih, bukan siapa yang datang lebih awal, tetapi siapa yang mampu bertahan hingga akhir. Pertama masuk, sudah disuguhi pemandangan yang menjengkelkan. Melihat anak Pak Kiai yang memakai cadar, ia sangat tidak suka. Pendapat Zaky, o...
![Salat Tarawih [END]](https://img.wattpad.com/cover/291118079-64-k719662.jpg)