35. Nakal Lagi?

589 62 24
                                        

Kalian tau ga? Alasan terbesar author cepet up? Karena bom votmen dari readersnya 💓.

Tadi buka wp kaget bgt, notif jebol sampai 100 isinya cuma tentang ZakYra 😭💓.

Gue ga tau, ini beneran atau cuma jadi pelampiasan. Walaupun cuma pelampiasan, tapi gue tetap seneng, karena bisa deket sama lo.

~Bella Safira Xerofit


"Ira, kamu undang Zaky kan?" tanya Kyai langsung membuat Maira terdiam membeku. Ia ingin mengundang Zaky, tetapi ia hanya takut jika Zaky akan sakit hati. Padahal, baru sampai di sini saja sudah sakit.

Karena tidak ada balasan dari sang empu, Kyai menjentikkan jarinya tepat di hadapan muka Maira. "Ira ... subhanallah kamu ga kesambet kan?"

"Ish, apaan sih Bi, Ira ga papa."

"Jadi, kamu undang Zaky juga?" tanya ulang Kyai membuat Maira mengangguk ragu.

"Yaudah, nih kasih ke Zaky. Sekalian temen-temennya." Ucap Kyai seraya menyerahkan surat undangan pada Maira. Dengan ragu Maira menerimanya, tapi, setelah itu ia menanggapinya dengan senyum manis seakan 'tak ada apa-apa.

"Sekarang Bi?" Kyai mengangguk lalu Maira berdiri dari duduknya, "assalamualaikum."

"Waalaikumsalam,"

🦋🦋🦋🦋

Maira berjalan memasuki asrama putra. Mengetuk pintu kamar Zaky dengan perlahan tapi yang pasti dapat didengar. Perlahan pintu itu terbuka, bukan Zaky, tetapi Azka yang membukanya.

"Eh, Ning Ira. Ada apa Ning? Tumben malam-malam ke sini." Ya, kini jam sudah menunjukkan pukul sembilan lebih tiga puluh menit. Baru saja mereka kembali dari masjid.

"Em ... Zaky ada?" tanya Maira membuat kening Azka mengerut. "kirain masih ngejar Ning,"

"Hah? Ngejar saya? Maksudnya?" tanya Maira yang 'tak mengerti dengan maksud Azka. "ya kan, Zaky itu ppfff ...."

Ucapan Azka seketika terpotong saat tiba-tiba tangan kekar Bilal sudah menutupi mulutnya. "Ada perlu apa sama Zaky?"

"Ga papa, cuma mau ngasih ini," jawab Maira seraya menyerahkan tiga surat undangan pada Bilal. "ini serius Ning?" tanya Bilal yang masih 'tak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini. Bagaimana kondisi Zaky, saat ia akan menyaksikan langsung acara pernikahan orang yang ia cintai dengan lelaki lain.

Maira mengangguk, "Asik ... makan-makan nih," girang Azka yang langsung mendapat tatapan sinis dari Bilal.

Maira hanya terkekeh saat melihat itu, "Kalau gitu aku permisi dulu, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam." Baru saja Maira membalikkan tubuhnya, kini ternyata Zaky sudah berada di hadapannya. "eh Zaky, tadi aku cuma ngasih-"

"Iya tau." Potong Zaky seraya menerobos masuk kamar. Meninggalkan Maira yang terdiam. Baru kali ini Zaky cuek dan menyela bicaranya.

"Em ... mending Ning pulang deh, Zaky lagi kacau soalnya." Ujar Azka dengan sangat hati-hati. Takut jika perkataan itu akan menyinggung Maira. "oh, iya, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Bilal menutup pintu kamarnya, tatapannya beralih pada Zaky yang kini sedang tiduran nyaman di kasur. "Lo kenapa sih Zak?"

Salat Tarawih [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang