☆jan lupa tandain kalimat typo nya ya! Biar nanti ku perbaiki lagi biar nyaman bacanya ogey pren!
HAPPY READING GUYS!
Lyana berjalan melewat koridor yang ramai, semua pasang mata menatap nya. Ia terheran mengapa semuanya menatapnya seperti itu.
'Ini gue ada salah apa ya sama mereka? kok gue diliatin gini?' Batinnya.
Lyana terus berjalan hingga sampai didepan kelasnya. Semua orang dikelas pun menatapnya, Yaya menghampiri Lyana dan semakin membuat bingung Lyana.
"Lu semua pada kenapa sih?" Ucap Lyana bingung.
"Em, anu itu-" ujar Yaya
"Itu apaan ? Cepetan weh, apa sik?!"
"Rok lu-" ucapan Yaya terpotong oleh ucapan Asep.
"Kebalik Ogeb!" Asep
'Aissstt, malu baget gue.' Batinnya, Lyana tetep sok cool padahal mah malunya sampe ubun-ubun.
Lyana berdehem memecahkan tawa teman sekelasnya.
"Udah ketawa nya?" Ucap Lyana membuat teman sekelasnya berhenti tertawa. "Yaya yok ikut gue!" Ucap Lyana dengan menarik-narik lengan Yaya, membuat sang empu pasrah.
"mau kemana si Ly?" Yaya
"Anterin ke toilet, gue mau benerin rok gue biar gak kebalik." Ucap Lyana menahan malu. Ia menarik tangan Yaya dengan tergesa-gesa melewati koridor.
Semua pasang mata melihat Lyana yang menarik-narik Yaya, mereka semua berdecih,
"Kasian si Yaya, pasti dia mau dibuli sama Lyana."
"Iya kasian banget dia, padahal Yaya baik bgt sama Lyana,"
"Idih, gue kira si Lyana udah tobat, ternyata cuma mau nyari muka doang."
Lyana mendengar semua perkataan itu, ia ingin marah namun ia urungkan, ia memilih tidak perduli atas perkataan mereka.
Yaya tak terima sahabatnya diomongin seperti itu, apaalgi difitnah yang tidak-tidak. Ia melontarkan tatapan tajam pada siswi-siswi yang membicarakan Lyana, padahal tangannya lagi diseret.
Namun tatapannya malah di salah artikan.
"Ih kasian banget, pasti dia lagi minta tolong."
"Kayaknya dia mau marah deh sama Lyana, ih jahat baget si Lyana!"
"Auah! Goblok banget mereka!" Gerutu Yaya yang semakin menjauh dari siswi-siswi itu, Lyana hanya terkekeh ringan pada sahabatnya itu.
Sesampainya di depan pintu toilet ciwi-ciwi, Lyana mengisyaratkan pada Yaya agar menjaga pintu kamar mandi.
Itu sudah kebiasaannya para ciwi-ciwi di sekolah.
Lyana keluar dari toilet, sekarang rok nya sudah tidak terbalik lagi. Yey!
"Yok, bentar lagi masuk!" Ucap Lyana pada yaya
"Emang udah masuk ly." Ucap Yaya kesal, dari tadi Lyana ngapain aja si, padahal cuma mau benerin rok, tapi sampe berjam-jam.
Lyana menggaruk pipinya yang tak gatal. "Hehe, maaf, tadi gue ngaca dulu, trus gue terkesima, kalo diliat-liat, Lya- gue cantik juga yak, hehe" hampir saja ia keceplosan.
Yaya menghela nafas lambat.
"Yaudah ayok! Nanti dicariin bu Ajeng!" Ujar Lyana.
Yaya hanya mengangguk patuh.
_|_|_|_|_|_
Sesampainya di pintu kelas, Lyana dan Yaya masih diam, mereka bingung ingin masuk atau tidak.
"Eum, Yak, kayaknya kita udah ketinggalan jauh banget deh." Ujar Lyana
"I-iya, Aku takut di marahin Bu Ajeng, kamu tau kan kalo bu Ajeng itu super galak, bahkan beliau gak nerima alasan." Ujar Yaya
Lyana mengangguk membenarkan ucapan Yaya.
"Balos kuy!" Ujar Lyana
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTAGONIS Novel
FantasyGadis remaja yang bernama Aily terbangun di dalam cerita Novel yang ia baca. Dan malah menjadi tokoh Antagonis nya?!! Bagaimana nasib Aily selanjutnya ? . . . . . Bantu baca ya... ,kalo suka boleh sekalian di vote ,wkwkw😁 ⚠️KAYRA INI REAL DARI HAS...
