Hai hai kembali sama aku nih di part 1 cerita ini
Apa kabar nih?
Semoga suka yaa
Selamat membaca
'Luka paling dalam terkadang di gambarkan lewat senyuman' - Jagga-nim
'Disini, aku berdiri dalam kesunyian di tengah keramaian.'- Senja Easther.
__________________________________
PLAK!!
Suara tamparan keras terdengar dari dalam kelas 11 IPS 2, seluruh anak kelas itu menertawakan gadis yang ditampar hingga jatuh tersebut.
Senja Easther Wirama, gadis blasteran cantik namun tak menonjol itu kembali di bully.
Senja hanya tersenyum namun air matanya tak bisa tertahankan lagi, dia menitikan air mata nya lalu segera menghapusnya.
Senja kembali ke tempat duduknya, dan membereskan buku bersiap untuk memulai pelajaran tanpa memedulikan pandangan serta cemoohan tentang dirinya yang selalu terdengar.
Jam pelajaran dimulai, setidaknya saat jam pelajaran dimulai saat itulah mereka semua berhenti walau hanya sejenak
Senja dikenal sebagai siswa teladan dan juga pintar namun dia sangat tak disukai oleh anak sekolah itu karena dipandang culun dan tak berkelas.
SMA Nusantara, SMA paling favorit yang sangat keras dan disiplin, apabila terjadi pembullyan maka tak segan-segan sekolah itu mengeluarkan murid tersebut karena mencoreng nama baik sekolah.
Mengapa kasus Senja tak membuat mereka semua di keluarkan? Jawabannya hanya karena Senja tak pernah mengadukan dan menutupi perlakuan semuanya dari para guru.
Lelah? Tentu saja Senja lelah dengan semua yang terjadi atas dirinya, namun mengadukan dan membuat mereka semua dikeluarkan tak akan menjamin bahwa kehidupannya akan baik-baik saja, yang ada malah mereka yang dikeluarkan hanya akan mendendam pada dirinya.
Jam makan siang datang, seperti biasa Senja akan memakan makanan bekalnya sembari membaca buku atau mengerjakan soal-soal PR atau memelajari pelajaran tadi, namun
"Si culun lagi makan nih guys," ledek Alya.
Ya Alya dan teman-teman nya merupakan orang-orang yang membully Senja dengan parah, Senja yang pada dasarnya sudah lelah dan trauma dengan semua perlakuan Alya selama ini bergetar ketakutan saat mereka menghampiri meja yang ditempati oleh Senja.
Alya duduk di depan Senja dan menatap tajam Senja yang ketakutan, Senja tak sengaja menatap Alya dan semakin bergetar ketakutan membuat Alya dan teman-temannya tertawa puas melihat Senja yang sangat ketakutan itu.
Alya mengambil kuah bakso yang dimakannya tadi dan menumpahkannya di baju Senja, rasa pedas dan panas menyapa kulit Senja, membuatnya meringis dan menangis.
Setelah puas melihat Senja meringis kesakitan dan menangis Alya bangun dan meninggalkan Senja sendiri di meja itu tanpa memedulikan Senja.
Senja pun segera ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan baju olahraga karena jam pelajaran terakhir adalah olahraga, untung saja.
"Fyuhh, untung aja jam pelajaran sekarang tuh olahraga, coba bukan," ucap Senja memandang dirinya di cermin kamar mandi.
Hingga jam pelajaran terakhir itu selesai waktunya pulang untuk seluruh siswa SMA Nusantara, saat pulang pun Alya dan teman-temannya masih sempat melempar botol bekas ke arah Senja dari dalam mobil mereka.
Botol itu tepat mengenai kepala Senja, Senja pun mengaduh kesakitan karena lemparannya cukup keras hingga meneteskan darah setitik, merasa kepalanya berdarah, Senja mengambil sapu tangan dan menempelkannya pada dahinya.
Dan seperti biasa, tak ada yang peduli dengan kesakitan dari seorang Senja, apa Senja sadar? Tentu saja dia menyadarinya namun dia mencoba kuat menghadapi semuanya.
Senja pulang dengan berjalan kaki, jaraknya dari sekolah menuju rumahnya lumayan jauh namun apa daya, dirinya tak mempunyai uang untuk naik kendaraan umum, Senja menarik nafas panjang dan kembali berjalan menuju rumahnya.
Luka, trauma, kesedihan, ketakutan, penyiksaan merupakan makanan sehari-hari Senja di sekolah itu, bagaikan neraka berbalut topeng surga, air matanya seakan-akan kering untuk menangisi nasibnya.
Senja hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya mantap, seraya berkata dalam hati,
'Senja Easther Wirama kamu pasti bisa lewatin ini, semangat kamu gak boleh nyerah.'
Tanpa Senja sadari ada yang diam-diam memerhatikannya dan menjaganya saat berjalan sendirian menuju rumahnya...
___________________________________________________
To be Continued....
Nahloh siapa tuh,
Suka?
Terimakasih yang udah mau baca cerita ini, see you
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairy [On Going]
Teen Fiction'Kehadiranmu di tengah kami memberikan kehangatan dan banyak pelajaran.' 'Senja itu indah namun sementara, seperti diriku yang hanya sementara'- Senja Easther Kisah seorang gadis yang menyembunyikan rasa luka dibalik senyumnya. Tragis kah? Atau kisa...
![Fairy [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/310183171-64-k899158.jpg)