Part 16

28 13 0
                                        

Hai hai semuanya

Gimana kabar hari ini?

Baik gak? Semoga baik yaaa

Bagi yang kurang baik semoga lekas membaik.

'Kadang aku lupa umur aku tinggal sebentar.'~Senja Easther.

'Bahagia selalu Senja, kamu berhak bahagia.'~Bianca.

----------------------------------------------------------------

Setelah peristwa di keluarkan nya Alya dari SMA Nusantara, kehidupan sekolah Senja mulai tenang.

Tenang dalam artian tidak dibully, namun kejadian di kantin saat Harsa memeluk Senja untuk menenangkan sekaligus memberi keberanian lebih kemarin tengah menjadi topik hangat di SMA Nusantara.

Senja yang pada dasarnya memiliki trauma akibat pembullyan yang dialaminya selama hampir 2 tahun ini tak berani menatap mereka semua.

Harsa menarik lembut tangan Senja dan Senja perlahan menatap mata hangat dan senyum Harsa entah mengapa Senja ikut tersenyum dan mengikuti langkah Harsa memasuki sekolah, tak lupa genggaman tangan Harsa yang sama sekali tak lepas.

Bianca hanya menatap dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu, lalu tersenyum

'Gini amat jadi nyamuk yak,' batin Bianca.

Mereka berdua berjalan bersama menuju kelas dan Bianca jauh tertinggal di belakang, sengaja karena Bianca ingin melihat senyum dua orang sahabat yang belakangan ini tak merasakan bahagia akibat masalah yang mendera mereka.

Pada jam istirahat, Harsa dipanggil oleh Ezriel ke rumah sakit untuk menghadiri acara keluarga jadi Harsa pulang cepat dan tersisa Bianca serta Senja.

Dalam waktu singkat Senja Easther memiliki teman yang banyak karena memang sifatnya yang mudah bergaul dan baik hati, tetapi Bianca ingin berbicara empat mata dengan Senja.

Akhirnya mereka memutuskan berbicara di rooftop sekolah, Bianca melirik Senja yang tak henti tersenyum lebar karena merasa sedikit bebas.

"Nja?" panggil Bianca.

"Kenapa Bianca?" tanya Senja dengan nada ceria nya.

"Berobat ya?" bujuk Bianca.

---------------------------------------------------------------

Flashback on

"Bianca kamu tau Senja sakit?" tanya Ezriel.

"Gak sama sekali om," jawab Bianca jujur.

"Ikut om ke ruangan om yuk," ajak Ezriel.

Bianca mengikuti langkah Ezriel menuju ruangan nya dengan berbagai macam pikiran dan tak bisa dipungkiri Bianca overthinking.

Sesampainya di ruangan Ezriel, Bianca duduk di hadapan Ezriel dan memulai percakapan.

"Sejak kapan om?" tanya Bianca.

"Setahun yang lalu," jawab Ezriel.

Ingatan Ezriel kembali pada setahun lalu, saat dirinya akan menaiki bus ke rumah sakit dan melihat Senja, saat ingin menyapa dia pingsan hingga permohonan Senja agar tak ada yang mengetahui penyakit ini.

"Sekarang keadaan Senja gimana om? Masih gak terlalu parah kan?" tanya Bianca memecah lamunan Ezriel.

"Lumayan parah sekarang," jawab Ezriel jujur.

Lemaslah sudah Bianca mendengarnya, namun Bianca bertanya kembali,

"Masih bisa sembuh kan om, masih bisa selamat kan om?"

"Bisa jika dia dapat donor sumsum tulang belakang dari Derry ataupun kita bisa cegah penyebarannya sembari menunggu tapi...." jelas Ezriel gantung.

"Tapi apa om?" tanya Bianca.

"Senja sering absen kemo, coba dulu dia gak absen atau langsung bilang," lanjut Ezriel.

Luruh sudah air mata Bianca, bisa dibayangkan bagaimana sakitnya menahan penyakit itu sendirian, apalagi yang tau hanya Ezriel seorang.

"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang om?" tanya Bianca.

"Antara mencari donor sumsum tulang belakang secepatnya dan Senja gak boleh lagi absen kemo supaya gak semakin nyebar," jawab Ezriel.

"Alasan Senja gak mau berobat apa om?" tanya Bianca.

"Uangnya gak cukup katanya," jawab Ezriel jujur.

"Jadi om Derry sama tante Rasti gak tau soal penyakit Senja?" tanya Bianca.

"Iya Senja minta om sembunyiin ini dari Papa sama Bunda nya," jawab Ezriel.

"Akan aku pastiin Senja berobat om, setidaknya kemo," janji Bianca.

Flashback off 

-----------------------------------------------------------------------

Senja terpaku mendengar permintaan dari Bianca barusan, Senja bingung bagaimana caranya dia mendapatkan uang sebanyak itu untuk berobat.

Jika dirinya bekerja paruh waktu tak mungkin dalam keadaan kesehatan yang seburuk ini, kemarin saja saat terakhir Senja kemo dia tak kuat menahan sakit pada tubuhnya.

Tak ada jawaban dari Senja sama sekali, Senja nampak melamun karena biar bagaimanapun juga Senja tak bisa menolak permintaan siapapun apalagi dari orang yang dia sayang.

"Nja?" panggil Bianca seraya menggoyangkan bahu Senja.

"Aku gak bisa ikutin jadwal Bi, uangnya gak cukup," jawab Senja akhirnya.

"Gak perlu pusing soal biaya Nja," balas Bianca.

"Gak perlu ngerepotin ntar aku bayarnya gimana?" tanya Senja.

"Gak perlu dibayar lah, gue gak minta ganti Nja," jawab Bianca.

"Gapapa gak usah," tolak Senja.

"Apa kehadiran Harsa dan gue gak ngebuat lo semangat lagi jalanin hidup lo?" tanya Bianca.

Senja terdiam sejenak dan....

Bersambung.

--------------------------------------------------------------------------------------

Hai hai semuanya

Gimana nih sama part ini?

Seru nggak?

Nanti kita ketemu lagi ya di part selanjutnya.

Fairy [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang