Part 26

136 4 0
                                        

Hai Semuanya gimana kabar kalian? Udah lama gak up ya? Sorry

Semoga kalian suka part ini yaa...

___

Setelah mereka bertiga sampai di depan kamar Harsa, Senja melihat Harsa tengah terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di tangan kanan nya.

Saat itu Harsa tengah tertidur lelap, wajahnya sangat pucat.

"Harsa demam, dehidrasi juga nungguin kamu," jelas Ezriel mengenggam tangan Senja yang menggunakan gelang couple.

Senja menatap Ezriel tak percaya, Bianca hanya tertawa karena kepolosan Senja.

"Om tau?" tanya Senja.

"Semua juga tau kali, kamu sama Harsa terlalu jelas tau," sahut Bianca.

Terdengar gumaman Harsa dari dalam kamar nya, sepertinya Harsa mengigau.

"Nja, jangan putusin aku, jangan pergi hiks Senjaaaa," gumam Harsa.

Senja masuk ke kamar Harsa, mengambil kursi belajar Harsa dan menggenggam tangan Harsa erat.

"Senja nya disini gak pergi," ucap Senja.

Harsa terbangun setelah dua jam, Harsa merasakan tangan nya sedang di genggam, Harsa menoleh ke arah kanan.

'Senja? Gue halu kah?,' batin Harsa.

Harsa mengelus kepala Senja, Senja tertidur sangat lelap lalu Harsa memindahkan tubuh Senja yang sudah mulai ringan itu.

Harsa menyelimuti Senja dan mencium kening Senja, Harsa turun ke bawah dan menemukan Papa nya sedang memasak dengan Bianca.

"Pa? Bian?" panggil Harsa.

"Udah bangun jagoan Papa," ucap Ezriel.

"Harsa udah gede Paaa," rengek Harsa.

"Lo juga tingkahnya kayak bocah," ucap Bianca.

Ezriel menyentuh kening Harsa, Harsa menggenggam tangan Ezriel dan berkata.

"Arsa udah gapapa Pa."

"Percuma Papa belajar kedokteran, beliin obat mahal kalo ternyata obatnya Senja," ledek Ezriel.

Pipi Harsa bersemu merah, darimana Papanya tahu?

"Lo sama Senja terlihat jelas anjir gak usah mikir," ucap Bianca.

"Hehe iya kah?" tanya Harsa.

"Gelang mu, wallpaper lockscreen kamu," sahut Ezriel.

Lalu mereka makan bersama dan Senja beristirahat di kamar Harsa.

Disisi lain Rasti baru saja kembali dari rumah sakit, ingin mengambil dokumen dan kebetulan yang sedikit tidak mengenakan terjadi.

Derry Wirama berada di rumah, sedang bersantai layaknya tak terjadi apapun.

"Baru pulang?" tanya Derry menginterupsi.

Rasti hanya tertegun menatap keadaan rumah yang kacau karena Derry bermain game, sampah snack dan minuman bertebaran, Derry hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek.

Rasti tak habis pikir dengan Derry, malam itu Senja terjatuh tak sadarkan diri dan dirawat dirumah sakit, Derry sama sekali tak mengkhawatirkan nya.

"Akhirnya saya bisa istirahat dengan tenang di rumah ini," ucap Derry.

Rasti sudah tak tahan lagi dengan kelakuan Derry Wirama, Rasti menampar Derry kuat.

"Sebagaimanapun kamu benci Senja, dia tetap darah daging kamu," ucap Rasti.

"Dia? Dia bukan anak saya kamu tahu, DIA ANAK HASIL PERSELINGKUHAN YUNI DAN EZRIEL," ucap Derry.

Tepat saat itu juga Senja, Ezriel dan Harsa berada di ambang kediaman Wirama.

To be continued.

---

Sampe sini dulu yaaa, see you next time

Fairy [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang