Hai hai semuanya
Gimana kabarnya hari ini?
Semoga baik ya....
Yang hari ini tak baik kabarnya semoga membaik
Happy Reading
'Entah mengapa ku merasa bahagia walaupun ku tak tahu hingga kapan.' -Senja Easther
-------------------------------------------------
Harsa Silvester, lelaki tampan yang sedang penasaran tingkat tinggi pada seorang Senja Easther.
Hari ini dia mengetahui, nama gadis penyelamat dirinya adalah Senja Easther Wirama.
Senja dikenal dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajahnya, walaupun dia adalah sasaran utama bully dari geng Alya.
"Hari ini lo bener-bener gak masuk sekolah, tapi akhirnya gue tau siapa nama lo," gumam Harsa di kamarnya.
Keesokan paginya, Senja turun dari kamarnya dengan senyuman lebar, seperti biasa dia hanya disambut oleh Rasti.
Tanpa rasa bosan Senja bertanya,
"Papa kemana bun?"
Rasti tersenyum getir mendengar pertanyaan itu, dan menjawab,
"Gak pulang."
Senja menganggukan kepalanya tanda paham dan lanjut sarapan bersama Rasti.
Senja berangkat ke sekolah menggunakan bus umum, badannya terasa sakit tapi dia tetap memaksa masuk.
Sesampainya dia di kelas, masih terlalu pagi bagi anak sekolah itu untuk datang namun, seseorang duduk di meja nya.
Seseorang yang sangat dikenalinya, selama 7 tahun belakangan ini mereka berpisah.
"Bianca," panggil Senja ragu-ragu.
Bianca menghambur ke pelukan Senja, sungguh ia sangat merindukan Senja Easther temannya ini, lebih tepatnya sahabat.
Senja pun sangat merindukan seorang Bianca, mereka bersahabat sejak kecil, Bianca sangat mengenal Senja.
Tak berselang lama, geng Alya datang dan seperti biasa mereka sangat tak suka dengan siapapun yang mendekati Senja.
Mereka menggebrak meja Senja kasar, Bianca terkejut namun hanya sesaat, Bianca pun melihat mereka dengan tatapan malas.
Senja menahan lengan Bianca tanda tak usah meladeni mereka, Bianca menoleh cepat dan menatap wajah ketakutan Senja, Bianca menyadari ada yang tak beres, baru kali ini Bianca melihat tatapan dan wajah ketakutan itu.
Alya memutar mata malas menunggu reaksi Bianca selanjutnya, bagi Alya dan kawanannya hari mereka belom lengkap jika belom melihat wajah ketakutan, kesakitan serta air mata dari seorang Senja Easther.
Alya menjambak rambut Senja seperti biasa, namun dengan sigap Bianca menahan tangan Alya.
"Senja lo kenapa?" tanya Bianca.
Tangan Bianca tetap menahan tangan Alya kuat hingga Alya meringis kesakitan.
"Bian udah lepasin dia kesakitan, aku gapapa beneran."
Senja memohon pada Bianca agar melepaskan tangan Alya, sebisa mungkin Senja memasang wajah berani dan tak ketakutan.
Bianca melepaskan tangan Alya kasar lalu bangun dari bangku menatap Alya tajam dan berkata,
"Sekali lagi lo sentuh Senja, liat apa yang bakalan gue lakuin."
Bianca menarik tangan Senja lembut dan membawanya berbicara empat mata, namun sebagaimanapun Bianca menanyakan apa yang terjadi Senja tetap menyembunyikan fakta dan hanya tersenyum.
Dan hal ini merupakan salah satu hal yang paling Bianca tak sukai dari seorang Senja, Bianca sangat mengenal Senja bahkan ketika kecil saat dirinya di dorong oleh anak-anak bandel, Senja menyembunyikannya.
Senja dan Bianca melanjutkan hari mereka, namun Harsa menghampiri mereka berdua dan mengajak Senja berbicara empat mata, sontak mereka bertiga menjadi sorotan terutama Senja si cewek incaran pembullyan Alya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairy [On Going]
Teenfikce'Kehadiranmu di tengah kami memberikan kehangatan dan banyak pelajaran.' 'Senja itu indah namun sementara, seperti diriku yang hanya sementara'- Senja Easther Kisah seorang gadis yang menyembunyikan rasa luka dibalik senyumnya. Tragis kah? Atau kisa...
![Fairy [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/310183171-64-k899158.jpg)