Part 18

27 12 0
                                        

Halo semuanya.

Gimana kabar hari ini?

Semoga baik yaaa

Buat yang gak baik semoga membaik

'Aneh, ditamparnya di pipi kok sakitnya di hati ya?'~Senja Easther.

------------------------------------------------------------------

Derry pergi begitu saja setelah melihat Senja menangis, hati nya telah tertutup benci.

Malam datang, Senja masuk ke dalam kamarnya karena Rasti mendadak harus ke kantor karena ada masalah.

Kembali dibuka diary nya, coretan rintihan hati seorang Senja Easther Wirama.

Ribuan kata yang mewakili sakit hati juga kesedihannya, malam ini Senja kembali menggoreskan tinta di kertas sebagai pelampiasan sedih nya.

Dear Diary,

Selamat malam, sama siapa coba aku ngucapinnya? Disini sepi banget.

Banyak yang terjadi selama beberapa waktu ini ya, ada bahagia nya dan sedih nya juga.

Hari ini aku ulang tahun, tapi seperti tahun lalu hadiah dari Papa adalah pukulan atau tamparan.

Aneh, di tampar nya di pipi kenapa perih nya di hati ya?

Tuhan bolehkah aku berharap sesuatu? Sebelum aku pergi menghadap-Mu bolehkah aku dipeluk Papa?

Dan ya, aku lupa belakangan ini bahwa aku masih punya penyakit yang harus aku perjuangin sendirian, walaupun sekarang ada Bianca.

Tapi Tuhan, bolehkah aku meminta untuk sembuh? Walaupun mustahil, terkadang kalo aku sama Harsa dan Bianca aku berharap hidup aku lebih lama sedikit lagi.

Kenapa aku plin-plan ya sekarang? Antara nyerah sama berjuang.

Mungkin ini juga tahun terakhir aku kali ya? Bisa gak ya tahun depan aku ulang tahun lagi? Gapapa lah.

Disini aku ngeluh terus ya? Maaf aku lagi lelah sama semuanya, sama papa, sama penyakit, Tuhan aku kangen mama.

Mama baik kan? Ma aku kangen mama, aku disini gak baik-baik aja ma.

Ma? Mama inget gak ini hari apa? Aku aja lupa loh ma, ini ultah aku ternyata yaa.

Mama boleh gak Dateng ke mimpi aku ntar? Aku kangen meluk mama, meluk papa juga.

Mama, boleh gak aku tau kenapa sih papa berubah sejak mama meninggal? Aku gak salah kan ma? Mama aku kangen papa.

Tes...tes....

Air mata Senja luruh dan membasahi tepat di bawah kata 'kangen papa', kerinduan mendalam seorang gadis yang sama sekali tak tahu mengapa dirinya dibenci.

Senja tertidur sambil memeluk foto keluarga mereka, mimpi menyapa Senja, mimpi ketika dirinya masih kecil dahulu.

----------------------------------------------------------------

Hai lagi

Ini agak muter-muter gak sih?

Yaudah sampai ketemu lagi yaaa

Fairy [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang