Hai hai semuanya....
Apa kabar?
Semoga baik yaa
Bagi yang kurang baik semoga lekas membaik
'Egoiskah jika aku rindu kasih sayang papa?'~Senja Easther.
----------------------------------------------------------------
Pagi hari menyapa kota Jakarta, Senja terbangun dan senyum kembali merekah di wajahnya yang semakin kurus.
Hari ini jadwalnya berobat, Senja menarik nafas panjang dan menanggukan kepalanya yakin.
'Ayo Senja Easther Wirama kamu pasti kuat,' batin Senja.
Walaupun perih masih menyapa pipi nya, biar bagaimanapun juga akibat leukemia yang diderita nya membuat luka apapun lebih lama sembuh.
Wajah Senja pucat, demam juga namun Senja harus menjalani kemoterapi nya hari ini.
Saat akan berangkat, mobil Bianca telah terparkir di halaman rumah Senja, dan Bianca sedang berbincang dengan Rasti.
"Pagi bunda, pagi Bian," sapa Senja.
"Pagi Senja," balas mereka berdua serentak.
Mendengar itu mereka bertiga tertawa karena merasa agak konyol saja.
"Kamu mau pergi sama Bian ya?" tanya Rasti.
"Iya Bun, mungkin nginep, boleh?" izin Senja.
"Kalo nginep sih bunda agak gak setuju," balas Rasti.
"Kenapa Bun?" tanya Senja.
"Soalnya bunda kangen Senja," jawab Rasti.
"Ya Allah kirain apa Bun," kekeh Senja.
"Yaudah sana, hati-hati kalian," ucap Rasti.
Mereka pergi ke rumah sakit, Ezriel sudah menunggu mereka berdua.
"Pagi om," sapa Senja.
"Pagi, pipi mu kenapa?" tanya Ezriel.
"Gapapa kok, aku jatoh dari kasur aja," jawab Senja berbohong.
Ezriel tahu itu bukan karena terbentur, tapi siapa yang memukul gadis ini?
Ezriel mendekat dan memegang pipi gadis itu, sedikit terkejut karena Senja tengah demam sekarang ini.
Ezriel segera meminta Senja ke kamar rawat untuk meredakan demam yang melanda tubuh gadis itu.
Senja dapat pulang kerumah setelah pengobatan, walaupun dengan keadaan yang sangat lemah, Bianca menatap wajah pucat Senja dengan pandangan sedih lalu berusaha tampil ceria agar Senja semangat kembali.
Bianca mengantar hingga ke dalam kamar gadis itu, lalu pamit pulang ke rumahnya sendiri.
Rasa pusing dan mual mulai menyerang namun dirinya kembali melewati rasa sakitnya karena Rasti harus menghadiri meeting mendadak di kantornya.
Mengharapkan keberadaan Derry, Senja kembali mengingat sewaktu dirinya terkena demam biasa bagaimana khawatirnya Derry hingga memanggil Ezriel yang sedang menghadiri konferensi di luar kota untuk datang hanya untuk mengobati nya.
Dapat Senja ingat kembali bagaimana protektifnya Derry pada Senja dahulu, bagaimana dirinya yang sangat dekat dengan Derry.
'Pa, Senja kangen Papa, sakit Pa, badan Senja sakit banget,' batin Senja.
Hingga Senja terlelap tanpa sadar akibat rasa sakit batin dan juga tubuhnya, air mata masih membasahi mata gadis itu.
Bersambung....
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Gimana sama chapter ini?
Semoga terhibur ya...
Sampai jumpa di chapter berikutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairy [On Going]
Teen Fiction'Kehadiranmu di tengah kami memberikan kehangatan dan banyak pelajaran.' 'Senja itu indah namun sementara, seperti diriku yang hanya sementara'- Senja Easther Kisah seorang gadis yang menyembunyikan rasa luka dibalik senyumnya. Tragis kah? Atau kisa...
![Fairy [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/310183171-64-k899158.jpg)