Halo semuanya Senja balik nih, ada yang kangen gak?
Happy Reading guys
---------------------------------------
Tepat saat itu juga Senja, Ezriel dan Harsa berada di ambang kediaman Wirama.
"Ini gak mungkin kan Pa? Aku sama Senja saudaraan?" tanya Harsa.
Harsa tak kuat menahan kenyataan pahit itu, Harsa menarik Senja keluar rumah Wirama dan membawa nya pergi dari sana.
Sebelum Harsa membawa Senja, Harsa berkata.
"Benci boleh om, tapi gak perlu sampe dianiaya."
Mereka pergi, Ezriel berkata.
"Gue selingkuh? Senja anak gue? Logika lo dimana hah?!"
"Kan memang iya Senja anak lo," ucap Derry sengit.
"Kalo emang dia anak gue, udah lama gue bawa dia dan gak akan biarin dia hidup sama bajingan seperti lo," ucap Ezriel.
"Aku yakin kita bukan saudara Nja, yakin banget," ucap Harsa seraya membereskan pakaian nya.
"Memang kalian bukan saudara," ucap Ezriel.
"Lalu kenapa om-" Belum sempat Harsa menyelesaikan kalimatnya, Ezriel memotong.
"Itu salah paham, hari itu Yuni nitipin Senja ke Papa, Papa bilang kalo kalian akan akrab, Harsa jatohnya abang karena beda beberapa bulan," jelas Ezriel.
"Dan kata abang itu yang buat om Derry salah paham?" tanya Harsa.
"Iya, Senja kemana?" tanya Ezriel.
"Ke apartemen bunda nya, aku gak mungkin nikahin dia dan bawa lari kan?" ucap Harsa.
Saat berada di apartemen Rasti, Senja mendadak mimisan deras dan kepalanya sakit sekali lalu pingsan seketika.
Rasti menemukan Senja pingsan di dekat pintu, Rasti menelepon ambulance dan Ezriel.
Ezriel sedang tersenyum hangat pada anak tunggalnya, begitupun sebaliknya.
"Halo Ras kenapa?" tanya Ezriel.
'Senja Ez Senja pingsan,' jawab Rasti di seberang telepon.
Ezriel segera berlari ke arah mobilnya tanpa sempat menjelaskan pada Harsa, Harsa tahu dan sudah terbiasa.
Sesampainya Ezriel disana, Senja mulai siuman, Ezriel memulai pengobatan nya.
"Sakit," lirih Senja sebelum kembali kehilangan kesadaran nya.
Rasti dan Bianca tengah menunggu kabar dari Ezriel, Ezriel berkata bahwa Senja baik-baik saja.
Ezriel menelepon Harsa.
"Halo Sa, Papa boleh minta tolong?"
'Boleh kenapa Pa?' jawab Harsa di seberang telepon.
"Ke rumah sakit sekarang," pinta Ezriel.
Berselang 30 menit Harsa sampai, Harsa tak sengaja melihat Bianca, ingin memanggilnya namun Bianca berlalu begitu saja.
Harsa mengikuti teman nya, Harsa pikir akan menguatkan teman nya, mungkin sanak keluarganya sedang sakit.
Sesampainya didepan ruangan Senja, Harsa sedikit bingung melihat keberadaan Ezriel dan Rasti.
Ezriel menatap putra nya, mengangguk yakin dan menunjuk ruangan di sebalahnya dengan dagu.
Luruh sudah pertahanan Harsa, Ezriel berinisiatif memeluk putranya itu, Harsa menangis tersedu-sedu di pelukan Ezriel.
"Senja sakit leukimia stadium 3 B Sa," jelas Ezriel.
Harsa semakin menangis mendengarnya, berdoa dalam hati nya agar menukar tempatnya dengan Senja.
"Pa, Arsa aja yang sakit Pa, Senja jangan Pa," gumam Harsa.
Senja perlahan mulai sadar, alangkah terkejutnya bahwa pujaan hatinya sedang berada di sampingnya sekarang.
Harsa menemani Senja hingga keluar dari rumah sakit.
Akhirnya Senja diperbolehkan pulang hingga selang 2 hari Senja beristirahat dirumahnya, Perasaan Harsa sangat tidak enak.
Harsa mengajak Ezriel ke rumah Wirama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairy [On Going]
Teen Fiction'Kehadiranmu di tengah kami memberikan kehangatan dan banyak pelajaran.' 'Senja itu indah namun sementara, seperti diriku yang hanya sementara'- Senja Easther Kisah seorang gadis yang menyembunyikan rasa luka dibalik senyumnya. Tragis kah? Atau kisa...
![Fairy [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/310183171-64-k899158.jpg)