Part 22

23 5 0
                                        

Hai semuanya apa kabar nih?

Semoga baik yaa

Yang kurang baik semoga lekas membaik

Maaf up nya lama yaa

'Bahagia dan sedih itu saling berkaitan'~Senja Easther.

'Memiliki kamu di hidup aku adalah hal terindah untuk aku'~Harsa Silvester.

Happy Reading guys

------------------------------------------------------------

Harsa mengantar Senja pulang ke kediaman keluarga Wirama, dikarenakan udara malam Harsa melepaskan jaket yang digunakannya untuk Senja.

Awalnya Senja menolak karena pasti Harsa akan kedinginan, namun Harsa membujuk Senja dan akhirnya Senja menggunakan jaket milik Harsa.

Sebagai ganti dari jaket yang diberikan Harsa, Senja memeluk Harsa erat saay di motor.

Mereka berdua sampai di kediaman Wirama, Rasti ternyata pulang kerumah untuk beristirahat bersama Senja.

"Assalamualaikum tan, maaf aku kemaleman antar Senja," salam Harsa.

"Waalaikumsalam, iya gapapa yang penting pulang," jawab Rasti.

'Wajahnya kenapa mirip sama Ez waktu muda ya,' batin Rasti.

"Emmm bun kenalin dia temen sekolah aku," ucap Senja membuyarkan lamunan Rasti.

"Siapa namamu?" tanya Rasti.

"Aku Harsa tante, Harsa Silvester," jawab Harsa.

Seketika senyuman Rasti sedikit luntur, Rasti terkejut mengetahui bahwa Harsa adalah anak Ezriel Silvester teman lama nya yang tak pernah terdengar kabarnya lagi setelah kepergian Yuni.

"Bun kenapa?" tanya Senja.

"Gapapa kok, ayo masuk dulu," tawar Rasti.

Namun dering telepon Harsa mengurungkan niat Harsa masuk, Ezriel menelepon Harsa.

"Halo Assalamualaikum, kenapa pa? Tumben," salam Harsa.

"Kamu dimana Sa? Papa pulang cepet nih," jawab Ezriel di seberang telepon.

"Ya terus kalo papa pulang cepet kenapa? Biasanya juga gak masalah," jawab Harsa.

"Pengen makan bareng kamu, gak boleh?" tanya Ezriel di seberang telepon.

"Papa kesambet?" tanya Harsa tak percaya.

"Orang mau makan dibilang kesambet," jawab Ezriel di seberang telepon.

"Ish gak tepat banget," cemberut Harsa di depan Senja dan Rasti.

"Pulang buruan, panci nya gosong," kata Ezriel.

"Astaghfirullah Papa, yaudah aku otw pulang," ucap Harsa.

Harsa pun pamit kepada Rasti dan Senja untuk pulang karena Ezriel membuat panci dirumah gosong, Harsa khawatir jika dibiarkan terlalu lama rumah akan kebakaran nanti.

Rasti tertawa kecil dibelakang Senja yang mulai masuk terlebih dahulu ke dalam rumah, Rasti sedikit merindukan Ezriel temannya yang punya tingkah seribu itu.

Harsa sangatlah mirip dengan Ezriel muda, mulai dari wajah, cara berjalan hingga tingkah laku Harsa sangat mirip dengan Ezriel.

"Seandainya aja Derry sama Ezriel bisa berdamai dan mengetahui yang sebenarnya pada saat tragedi itu, aku yakin ada kesalahpahaman," gumam Rasti.

Mereka berdua akhirnya sampai di dalam ruang keluarga, Senja masih bersemu merah pipinya mengingat hari panjang bersama Harsa dan hubungan barunya.

Rasti sedikit bingung dengan ekspresi Senja yang seperti sedang salah tingkah seperti itu, Rasti sedikit bahagia dengan ekspresi Senja setelah sekian lama berpura-pura baik-baik saja padahal hatinya sedang terluka.

Rasti tersenyum melihat anak angkatnya itu sedang bahagia sekarang, Rasti bertanya,

"Kamu kayaknya lagi seneng, kenapa?"

"hmm itu bun, aku hmm gimana ya," jawab Senja malu-malu.

"Kenapa hayo ngaku," goda Rasti

"Tadi aku hmm itu, di tembak sama Harsa," aku Senja malu-malu.

"Cieeeeee ada yang udah gak jomblo nih," goda Rasti.

Wajah Senja bersemu merah akibat digoda oleh Rasti, Senja pun tersenyum malu-malu karena godaan itu, namun semua berubah ketika ledekan itu berubah menjadi kepanikan.

Senja mimisan lumayan deras membuat Rasti sedikit panik karena Senja jarang bahkan hampir tak pernah mimisan.

"Senja kamu gapapa, ini kenapa bisa gini," ucap Rasti seraya mengompres dan mengelap darah Senja yang masih mengucur deras.

"Hehe kecapekan kali bun," balas Senja.

Kepala Senja serasa kunang-kunang namun ditahan Senja agar tak pingsan di pelukan Rasti sekarang.

Hingga suara pintu yang dibuka keras mengalihkan atensi mereka berdua dan....

Bersambung....

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Halooo

Gimana sama part ini?

Semoga suka yaa

Lanjut gak nih?

See you in the next chapter yaa





Fairy [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang