Part 7

55 17 10
                                        

Hai semuanya

Gimana kabarnya nih?

Semoga baik-baik ya

Bagi yang kabarnya tak baik, semoga lekas membaik

Happy reading

'Seperti pelangi yang hanya datang sesaat, begitu juga dengan kebahagiaanku' -Senja Easther.

'Biarkan aku melindungimu dengan caraku' -Harsa Silvester

--------------------------------------------------------------------------

Sontak mereka bertiga menjadi sorotan dari para murid yang sedang ramai karena memang jam pelajaran belum dimulai.

Geng Alya beserta Alya juga melihat bagaimana cowok idaman nya mengajak bicara Senja si culun dan bahan lelucon bagi mereka itu, ada rasa iri dan rasa tak terima yang dirasakan oleh mereka terutama Alya.

Senja yang pada dasarnya tak ingin mencari masalah dengan siapapun itu menolak ajakan Harsa, cukup geng Alya dan Alya yang menyiksanya jangan yang lain.

Bianca dapat membaca keadaan dan tahu bahwa sahabat sejak kecilnya ini menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh Alya dan teman-temannya.

Senja memasang wajah ketusnya di depan Harsa dan menolaknya, namun.

Harsa yang tak patah semangat mendekati malaikatnya itu meminta bantuan teman SMP nya yang baru saja pindah ke sekolah mereka, siapa lagi jika bukan Bianca.

Sebenarnya Bianca pindah ke sekolah ini bukan karena mengetahui Senja bersekolah disini, namun karena Harsa teman nya pada masa SMP menghubunginya dan meminta dia pindah ke sekolah nya.

Bianca sempat terkejut mengetahui bahwa Senja yang sudah lost contact dengan nya itu bersekolah di sekolah itu, tentu saja Bianca sangat senang akhirnya Bianca dapat menemukan sahabat kecilnya itu.

Senja menghindari Harsa, Bianca yang ditahan oleh Harsa tak menyadari bahwa Senja telah lebih dahulu meninggalkan mereka berdua di tengah keramaian seperti sekarang.

Senja pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, namun tak disangka Alya dan gengnya sedang berada di kamar mandi, tanpa perlindungan dari Bianca seperti tadi pagi mereka leluasa membully Senja.

Mereka dengan brutal menyiksa Senja hingga....

BRAK!!

Pintu kamar mandi di dobrak oleh Harsa dan Bianca mereka sangat murka melihat keadaan Senja yang mengenaskan, luka di tangan, kaki dan dahinya sangat jelas, Bianca segera memeluk Senja yang kesakitan di lantai dingin itu.

"Ngapain sih belain itu anak culun, mending lo sama gue aja," ucap Alya memeluk lengan kekar Harsa.

Harsa segera melepaskan pelukan Alya dan berkata dengan nada dingin,

"Lo sentuh dia sekali lagi, lo urusan sama gue."

Terbesit rasa bersalah di benak Harsa karena jika bukan karena dirinya yang mengajak bicara Senja maka Alya dan gengnya tak akan sebrutal ini pada Senja.

Harsa memutuskan akan mengajak Senja berteman dan melindungi Senja di sisinya, jika Senja berada di dekatnya maka tak akan ada yang berani menyentuh Senja.

Harsa mengejar Bianca dan Senja tak lupa Harsa membawa obat untuk mengobati luka Senja.

Sesampainya Harsa di taman belakang dekat perpustakaan, Harsa menghampiri mereka berdua lalu mengobati luka Senja, baru kali ini setelah bertahun-tahun dirinya dibenci Papanya, dibully dan dipadang sebelah mata ada yang peduli dengan rasa sakit seorang Senja.

"Gue mau sekarang lo berdua ada di deket gue, ayo kita bertemen."

'Biarin gue ngelindungin lo dengan cara gue my angel,' batin Harsa.

---------------------------------------------------------------------------

Halo halo lagi nih

Gimana sama part ini?

Lanjut?

Sampai ketemu di chapter selanjutnya yaa



Fairy [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang