'Kehadiranmu di tengah kami memberikan kehangatan dan banyak pelajaran.'
'Senja itu indah namun sementara, seperti diriku yang hanya sementara'- Senja Easther
Kisah seorang gadis yang menyembunyikan rasa luka dibalik senyumnya.
Tragis kah? Atau kisa...
Pagi hari menyapa kota metropolitan Jakarta, Senja terbangun dengan hati dan pikiran yang cukup kacau, Senja memutuskan mandi dan sarapan lalu minum obat lantas beristirahat kembali dikarenakan sekarang adalah akhir pekan.
Saat setelah sarapan, Rasti menelepon Senja yang sudah dianggap seperti putri kandungnya sendiri, Senja berusaha tetap terdengar ceria walaupun rasa perut Senja seperti sedang diaduk-aduk, ya ini adalah efek yang ditimbulkan oleh pengobatan yang dijalani Senja.
Setelah Rasti mengabari Senja, Senja sedikit berlari ke arah kamar mandi, Senja memuntahkan semua makanan yang dimakannya barusan, Senja menarik nafas panjang.
'Tuhan boleh gak aku ngeluh pagi ini? Capek ya Allah sakit juga,' batin Senja.
Senja naik ke kamar dan meminum obat serta obat penahan rasa sakit, dan Senja kembali terlelap.
Senja terbangun di siang hari, tubuhnya sudah lumayan enakan berkat obat yang diminum Senja pada pagi hari tadi.
Bunyi notifikasi pesan whatsapp berbunyi, Senja sedikit bingung,
'Siapa yang wa aku ya? Bunda dah telpon tadi pagi,' gumam Senja dalam hati.
Ternyata yang mengirimkan pesan adalah Harsa, tak terasa Senja tersenyum melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Senja bersiap-siap dengan perasaan senang, Harsa mengajaknya jalan-jalan ke pulau seribu namun sebelum itu ternyata Harsa membawa Senja bersenang-senang di taman bermain Dufan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pukul 4 sore, Harsa melanjutkan perjalanan nya ke pulau Seribu bersama Senja, untuk melihat matahari terbenam di sore itu.
Harsa mengajak Senja duduk di karpet yang sudah disiapkan olehnya, menghadap ke pantai dan menunggu terbenamnya matahari sembari makan ubi cilembu.
Tanpa sadar Senja menyandarkan kepalanya di pundak Harsa dan Harsa balas memeluk pinggang Senja, saat matahari hampir terbenam....
Harsa berdiri dan mengajak Senja berdiri pula, mereka saling menatap satu sama lain.
"Mungkin Senja hari telah muncul, matahari akan segera terbenam menuju gelapnya malam, diantara magic hour yang indah ini, izinkan aku Harsa Silvester meminta Senja terindah yang berada tepat dihadapanku ini menjadi teman hidup dan pemilik hati ku ini selamanya," ucap Harsa seraya memegang tangan mungil Senja.
Senja terharu mendengar kalimat indah yang diucapkan oleh Harsa, tak pernah terbayangkan bahwa Harsa mencintai dirinya sedalam ini, Senja pun tersenyum hangat.
"Jadi mau gak?" tanya Harsa.
'Sa bisa gak ngerusak acara haru kayak gini gak sih,'-author.
Senja pun tertawa melihat wajah Harsa yang berubah panik dan takut Senja akan marah dan menolaknya, menurut Senja wajah Harsa sangat imut seperti anak kecil.
Senja balas menggenggam erat tangan Harsa dan....
"Dibawah langit malam yang gelap ini ku temukan satu hal yang lebih terang dari rembulan, seseorang yang telah dikirim oleh Tuhan untuk mewarnai hariku dengan senyuman, seseorang yang diam-diam melindungiku, seseorang yang membuat jantungku berdebar-debar, itu kamu Harsa Silvester, aku mencintaimu," ucap Senja.
Harsa tersenyum sangat lebar mendengar ucapan Senja barusan, tak disangka bahwa gadis yang dicintainya itu juga mencintai dirinya, Harsa memeluk Senja erat di bawah gemerlap petasan yang entah darimana.
Akhirnya baik Harsa dan Senja sama-sama mengutarakan perasaan mereka dan menjalani hubungan alias resmi pacaran.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.