Beautiful Kana

954 92 6
                                        

Saat ini hujan turun dengan deras. Padahal bel pulang sekolah sudah 15 menit lalu terdengar. Banyak siswa KSHS yang lebih memilih untuk meneduh daripada menerobos hujan dan berakhir demam.

Salah satunya Albian. Lelaki itu lebih memilih menunggu hujan sambil menatap masa depan. Memang benar menatap masa depan. Di hadapannya ada Aykana. Gadis itu sedang berkutat dengan alat lukis.
Yap, Bian sedang menunggu hujan reda didepan ruangan eskul lukis.

Menatap Kana yang tampak semakin cantik saat sedang serius. Bian tak habis pikir. Tuhan pasti sedang bahagia saat menciptakan Kana.

Bibir lelaki itu berkedut menahan senyum. Gadisnya selalu cantik. Sangat cantik. Segala tentang gadis itu tampak sempurna. Dari ujung rambut sampai kaki. Bian menyukainya.

Jika Bian dapat pertanyaan, siapa yang paling Bian kagumi di dunia. Maka jawabannya Kana. Kana yang ia kagumi. Kana yang ia suka. Kana yang ia cinta. Semua tentang Kana.

Bian sangat mensyukuri eksistensi Kana di dunia. Dia jadi tidak perlu keliling dunia untuk mengakui betapa indahnya ciptaan Tuhan. Cukup menatap Kana, Bian sudah dapat jawabannya.

"Bian, belum pulang?" entah sudah berapa lama Bian mengagumi Kana. Sekarang gadis itu berada tepat di hadapannya dengan tangan penuh dengan cat.

Bian tersenyum kecil,
"Belum, lagi nunggu hujan reda."

Kana mengangguk, tersenyum tipis. Lantas melanjutkan langkahnya menuju wastafel. Mencuci semua alat lukisnya lalu berisiap untuk pulang. Kebetulan wastafel berada tepat di samping Bian.

"Kana mau pulang?" Tanya Bian sesekali membantu Kana mencuci paletnya.

Gadis itu kembali mengangguk sebagai respon. Kana ini, walau irit bicara entah kenapa Bian menyukainya. Memperhatikan Kana dari samping. Bahkan dari samping Kana tampak mempesona. Semua proporsi wajahnya tampak sempurna.

"Beautiful. Beautiful Kana." lirih Bian tersenyum tulus.

Senyum yang baru pertama kali Kana lihat.

Kana dan FanaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang