Hari ini Kana, Atra, Reno dan Taria akan mengerjakan tugas kelompok sejarah. Yaitu kunjungan ke museum. Itu yang Kana pikirkan sebelum datang tamu yang tak diundang.
"Kalian ngapain?" bingung Atra menatap tiga manusia yang tak diharapkan kehadirannya.
"Kerja kelompok." Jessie menjawab sambil tersenyum lebar. Kapan lagi ada kesempatan ngobrol dengan pujaan hati kan. Sekalian tebar pesona, siapa tau sore nanti Atra sudah menyukainya.
"Bukannya kalian udah?"
Bian mendengus, menatap sinis Taria yang terlihat canggung. "Kalau bukan karena dia sih gue gak bakal ngulang kerja kelompok lagi." tunjuk Bian pada Taria.
"Lo apain tugas Bian?" tanya Atra menatap Tari yang hanya sebatas bahunya.
Taria-pun menjelaskan awal mula kejadian dimana ia tidak sengaja menabrak Bian. Sehingga membuat tugas laki-laki itu basah semua.
Mereka asik mengobrol tanpa mempedulikan dua orang yang tampak seperti perang dingin.
Kana dan Elliot.
"Kan, lo kenapa dari tadi diem terus?" bingung Jessie membuat mereka kini menatap Kana.
Kana tersenyum tipis, "Gak apa-apa. Ayo kita langsung masuk aja. Biar gue yang dokumetasi ya." usul gadis itu mengangkat kameranya lalu mulai berjalan memasuki museum.
Mereka mengangguk lalu ikut menyusul Kana. Kecuali Elliot yang terdiam menatap punggung Kana yang menjauh. Jauh sekali, sampai Elliot merasa ia tidak akan pernah bisa menggapai punggung itu. Punggung yang seolah semakin menjauh setiap harinya.
"Lo mau sampai kapan disitu?" dengus Bian menatap jengkel muka Elliot yang sok kegantengan- kalo kata Bian.
Elliot-pun tersadar dari lamunannya dan mulai menyamakan langkah kakinya dengan yang lain.
"Kan sini gue fotoin." ucap Atra mulai memfokuskan kameranya ke arah Kana.
Kana menoleh. Bertepatan dengan flash Atra yang menyala.
Cekrek
"Cantik." gumam Atra tersenyum puas melihat hasil tangkapannya.
"Wah gila. Lo bengong aja cantik, heran gue." heboh Jessie melihat layar handphone Atra.
Bian mendengus tidak suka. Ia juga tidak mau kalah.
"Kana." panggil Bian.
Kana menaikan satu alisnya 'apa?'
"Coba liat kamera."
Kana menurut. Melihat ke arah kamera yang Bian pegang.
Cekrek
Setelah bunyi jepret kamera. Selembar foto polaroid keluar dari kamera tersebut.
Bian membasahi bibir bawahnya ketika melihat hasil foto tersebut. Kana sangat cantik. Dalam hal apapun dan dalam kondisi apapun. Gadis itu tidak pernah menunjukkan kecacatan-nya.
Tersenyum puas. Bian menatap Atra mengejek, mengibaskan foto polaroid-nya di depan wajah Atra. Berbicara pada laki-laki itu tanpa suara 'satu sama.'
Kana menatap kedua laki-laki itu berulang lalu menghela napas pelan.
Sungguh kekanakan.
Memilih mengabaikan dua laki-laki gila tapi tampan itu. Kana melihat Taria yang menghampirinya dengan senyum.
"Kan, yang ini datanya diapain?" bingung Taria menunjukkan LKS atau Lembar Kerja Siswa kepada Kana.
Kana memandang LKS itu lalu mengangguk disaat gadis itu sudah mengerti. "Ini di isi pas gue udah print out dokumentasinya. Nanti tinggal deskripsiin sesuai foto dan data yang udah dikumpul."
Itu kalimat terpanjang Kana pada hari ini. Taria wajib di apresiasi karena sudah membuat Kana berbicara dengan kalimat yang lumayan panjang.
"Enak banget ya kelompok Kana. Udah ada Reno yang geraknya cepet, Atra yang pinter, Taria yang rajin. Apalagi si Kana udahlah gaperlu dijelasin. Lah kelompok gue." lesu Jessie menatap Bian yang sibuk memotret Kana dari segala sisi. Lalu menatap Elliot yang hanya seperti kambing congek.
Wajah laki-laki itu sungguh seperti anak kecil yang habis dimarahi sama Ibunya. Sungguh melas.
Kana terkekeh, "Terima nasib aja."
Jessie berdecak, "Gak frenn lah kita."
🦋🦋🦋
Albiannn_
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Likes by Aykanakndr_ and 72.890 others.
Albiannn_ perfect.
See All Comments
Aykanakndr_ nice picture >Albiannn_ cause u're in it
AtraD_ cih
Arkanakndr_ loh kok sama Kana?
JessieAnne apa ini miskahh
Levankndr_ hrta ap nywa?
Renognwanlah gue kira tadi dia photographer pribadi Kana >JessieAnne PLIS GUE GAKUAT
Shakaydhubah aja dah user name ig lo jadi "FANBASE KANA"