15. LIMA BELAS

191 4 9
                                        

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Entahlah gimana caranya supaya ceritaku ini rame:) ssusah bgtttt

Intinya jan lupa votment ye,
.
Sesuai janji, aku up agak cpt🙏😚eh ini termasuk cpt gasih?
.

"Sini duduk." titah Endra sembari menepuk-nepuk kursi disampingnya.

Sementara itu, Nala masih bersidekap dada dan memperlihatkan bibir kerucut nya. Nala kesal karena ia tak diperbolehkan mengikuti kegiatan kelompok dikelasnya.

"Sini." ulang Endra.

"Nggak!"

"Sini, gue mau ngomong." ucap Endra.

Nala mendengus kesal. Karena tak mau jika Endra mengoceh, Nala memilih menuruti Endra.

"Udah ngambeknya," bujuk Endra.

Nala masih diam.

"Kaki lo belum sembuh, gue nggak mau lo kenapa-napa." ujar Endra pelan.

"Lagian gue kan mau kerja kelompok, bukan mau lari maraton!" bantah Nala.

"Kan gue kasih lo dua pilihan, lo boleh ikut kalo gue temenin. Kenapa nggak mau?"

"Ih! Kan gue udah gede! Masa kerja kelompok masih ditemenin. Lebay tau nggak!" Nala masih belum mengalah.

"Orang tua lo nitipin lo ke gue. Kalo lo kenapa-kenapa mereka nggak akan percaya lagi sama gue. Cukup sekali aja gue gagal jagain lo." balas Endra begitu tulus.

"Kalo lo tetep mau pergi, nggak pa-pa nanti gue anterin. Dan sesuai yang lo mau, gue nggak akan nemenin lo." lanjutnya.

"Nggak mau!" balas Nala.

"Terus mau lo apa?" tanya Endra pasrah.

Nala mengubah ekspresinya menjadi ekspresi manja."Temenin." ucap Nala malu-malu.

Endra tersenyum tipis."Katanya nggak mau, 'kin gii idih gidi misik kirji kilimpik misih ditiminin." nyinyir Endra.

"Serah gue lah! Kan gue yang mau!" ucap Nala.

***

"Ini rumahnya?" tanya Endra.

"Iya. Yuk masuk." ajak Nala.

"Lo aja. Gue tunggu disini." balas Endra.

"Oh, yaudah gue masuk dulu. Dadah sayang." antusias Nala lalu melangkah masuk kedalam rumah tersebut.

"Nala lama banget." ujar Anata yang sudah terlebih dulu sampai.

"Harusnya lo kasih apresiasi ke gue, Ta. Karena buat pergi kesini gue harus debat dulu."

Anata mengangguk meskipun ia tak paham."Nala sama siapa kesini?" tanya Anata.

"Sama cowok gue."

***

Endra masih setia menunggu Nala. Selang beberapa menit, ia mendapat beberapa notifikasi pesan. Pengirim pesan itu adalah Keisya.

Ndra, sibuk nggak?

Maaf sebelumnya aku mau minta tolong, penyakit jantung ibu kambuh. Bisa anterin nggak?

Kalo kamu sibuk nggak papa, tapi kalo bisa kamu kesini ya.

Maaf ganggu waktunya.

Belum sempat Endra membalas pesan Keisya, hape nya terlebih dulu mati karena kehabisan baterai.

RAJENDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang