Dua hari setelah rencana liburan semua anak dmd yang ikut serta pun sibuk membeli dan menyiapkan barang-barang yang akan di bawa untuk nanti malam berangkat.
Dan Malam ini adalah jadwal keberangkatan anak dmd pergi liburan ke puket. Mark, Jimmy dan poppy tidak bisa ikut liburan karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.
Keputusan Memilih berangkat menggunakan pesawat adalah yang terbaik karena hanya memerlukan waktu satu setengah jam dari ibukota Bangkok menuju phuket.
Setelah pesawat yang membawa mereka mendarat di bandara Phuket internasional airport, mereka kembali melakukan perjalanan dengan mobil jemputan yang telah di pesan oleh phi Aouf menuju vila yang telah di pesan.
"Kau lelah new ?"
Tanya Zee di dalam mobil yang duduknya bersebelahan dengan new.
"Iya sedikit"
"Tidurlah masih beberapa menit lagi kita sampai."
New hanya mengangguk sebagai jawaban.
Mobil terus berjalan dengan tenang membuat semua orang yang di dalam mobil tertidur karena kelelahan.
Perjalanan yang tenang membuat mobil dengan cepat sampai di depan vila. Udara malam yang dingin dan terdengar debur ombak adalah hal pertama yang mereka rasakan ketika keluar dari mobil.
Vila yang dekat pinggir pantai adalah salah satu destinasi liburan yang paling menyenangkan.
"Oke sekarang kita akan membagi kamar ya." Ucap phi Aouf setelah mereka sampai di dalam vila.
" Karena kamar nya ada lima, tiga di atas dan dua di bawah. Aku akan membagi kamarnya dengan adil. Kamar satu lantai atas ada dua kasur yang berukuran sedikit besar itu akan di tempati Nat, new, Yim, dan James. Kamar dua juga sama akan diisi park, Tommy, net dan tutor. Karena kamar yang ketiga hanya satu kasur besar maka akan diisi max dan Zee. Dan kamar yang lain dibawah untuk beberapa staff. Apa ada yang keberatan?"
Semua setuju dengan pembagian kamar dari phi Aouf
"Kau jangan mengorok dan jangan memelukku saat tidur."
"Heh enak saja aku tidak mengorok ya, jika kau sudah tidur aku akan membuka bajumu dan memelukmu Zee."
"Kau mengerikan max"
Dua orang sahabat ini benar-benar tiada hari tanpa mengolok-olok satu sama lain.
Semua bergegas menuju kamar yang telah di tentukan. Yang mendapatkan lantai dua harus membawa barang mereka dengan menaiki banyaknya tangga.
"New kau satu kasur denganku ya ?" Ucap Nat tepat setelah mereka sampai pada kamar.
"Hmm duo jelly memang harus bersama"
"Kau benar Yim " jawab Nat dengan jempol tangan yang di angkat.
Jelly adalah sebutan untuk new dan Nat karena mereka anggota terkecil di agensi. Dan lagi Nat dan new jika sudah bergabung dengan anak dmd lainnya maka tinggi mereka berdua adalah yang terendah benar-benar lucu seperti jelly bukan.
Setelah semua orang membereskan barang bawaan mereka masing-masing ke kamar. Saat ini waktunya bagi mereka melakukan makan malam, mengingat jika mereka baru saja sampai pada malam hari. Tidak ingin repot dengan memasak makan malam, phi Aouf memesan makan malam yang telah di sediakan pihak vila.
Semua orang telah berkumpul untuk makan malam di meja makan. Untuk saat ini new duduk di apit oleh park dan max sedangkanZee duduk di sebrang meja berhadapan dengan max.
"New kau mau soda atau air mineral?" Tanya max saat melihat gelas minum new kosong.
"New pasti memilih air mineral, jika soda dia akan takut merusak suaranya max." Sebelum new menjawab, park sudah terlebih dahulu menjelaskannya pada max.
"Benar new ?"
"Benar phi max, aku tidak begitu suka minuman soda" new membenarkan perkataan park
"Waaaah phi park bahkan tau apa yang tidak di sukai new "
"Bukan begitu Nat. saat mengcover bersamaku dulu, nong new pernah bilang jika dia akan selalu meminum air putih dimana pun itu. Jika dia hangout bersama temannya dia akan memesan greentea dengan sedikit es batu."
"Waaaahh phi park kau pengingat yang handal."
Ujar Yim kagum dengan daya ingat seniornya itu.
New yang menjadi topik perbincangan pun hanya tersenyum dan menyetujui ucapan park.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Life Destiny (On Going)
Roman pour AdolescentsAku tak pernah merasakan diperhatikan seperti ini sebelumnya. semua orang menganggap kita adalah kakak yang manjaga adiknya. tapi perasaan dan jantungku tak pernah mengatakan jika kita adalah saudara. aku tak pernah bisa mengalihkan pandanganku pada...
