Sebuah rumah lantai dua di daerah perumahan Bangkok Thailand terdapat bocah kelahiran 2001 yang baru saja pulang dari pertemuan dengan manajer dan director agensinya. Dia pulang dalam keadaan benar-benar seperti orang gila. Bagaimana tidak di sangka gila sepanjang pulang dari pertemuan dia hanya tersenyum melamun dan tersenyum lagi. Bocah itu adalah new Chawarin artis baru di agensi domundi tv. Apa yang membuatnya jadi seperti ini.
Setelah mandi dan membereskan barang-barang yang di bawa tadi, new kembali termenung di kasur yang menghadap jendela balcon kamarnya.
Apa ini benar-benar nyata, ya tuhan bagaimana besok aku bertemu dengannya. Satu series dengannya apa aku bisa ?
Begitulah kira-kira isi dari kepala new saat ini.
Alasan new seperti orang gila tadi adalah hasil pembahasan dari pertemuannya dengan phi jew dan phi Aouf yang menawarkan peran utama pada series yang akan phi Aouf garap mendatang.
New senang bukan main, setelah series dengan agensi sebelumnya di batalkan new sedikit khawatir akan karirnya. Tapi setelah masuk di domundi dia melihat ada sedikit harapan. Dia sangat senang mendengar kabar dari phi Aouf tadi saat pertemuan.
Tapi Belum sampai rasa senangnya hilang tiba-tiba ucapan phi Aouf membuat jantungnya berdetak kencang. Phi Aouf mengatakan lawan mainnya di series ini adalah Zee. Dan Zee sendirilah yang memilihnya sebagai lawan main di series mendatang. New sebenarnya bingung apa alasan seniornya itu memilih dirinya. Tapi pikiran itu terganti dengan rasa senang yang luar biasa. New harus memberitahu keluarganya tentang kabar baik ini.
Lamunan new buyar ketika mendengar ketukan dari pintu kamarnya.
Tok.. tok...
"New.. sayang ayo makan malam dulu"
"Iya ma, aku akan turun sebentar lagi."
Jawab new dari dalam kamar.
Makan malam di rumah keluarga perdpiriyawong kali ini lengkap. Kedua rangtua dan dua anak mereka. New bukanlah anak tunggal, new adalah anak kedua dari dua bersaudara. Teengaija perdpiriyawong adalah nama kakak new, Kakaknya lebih tua dua tahun dari new, sekarang kakaknya menjadi dokter magang di sebuah rumah sakit besar kota Bangkok.
Setelah berdoa bersama, keluarga itu makan dengan tenang.
"Aku bangga pada nong, orang di rumah sakit selalu membicarakannya dan memujinya bahwa suaranya sangat bagus." Ucap kakak new di sela sela makan bersamanya.
"Aku senang bisa membuat phi tee bangga di tempat kerjamu."
"Kerja bagus nong" ucap phi tee dengan mengelus kepala new.
"Jangan terlalu keras new, istirahat lah jika itu membuatmu lelah, jika kamu terkenal nanti jangan sampai menjadikan kamu sombong. Ingat semua manusia memiliki derajat yang sama."
"Iya ma, aku akan ingat terus ."
Keluarga ini sungguh hangat, mendukung satu sama lain adalah kunci dari kehangatan sebuah keluarga.
"Emm sebenarnya ada yang ingin new beri tahu."
Ucapan new membuat atensi keluarga itu menatap new.
"Aku terpilih untuk memerankan sebuah peran utama pada series yang akan di kerjakan phi Aouf nanti."
Sontak ucapan new membuat keluarga itu senang, mereka terus memberikan ucapan selamat dan dukungan untuk new. Pelukan tak pernah lupa di berikan dari keluarganya.
"New aku sangat bangga padamu nak, kerja kerasmu selama ini tidak pernah gagal. Aku bangga padamu." Papa new berbicara dengan mata yang sedikit berkaca-kaca
"Papa jangan menangis, papa harus tersenyum bukan menangis." New menenangkan papanya yang masih di liputi rasa haru dan bangga.
"Nong, kapan kamu mulai syuntingnya ?"
"Aku masih belum tau phi tee, lusa masih pembahasan naskah dan beberapa Minggu setelahnya akan di lakukan workshop, tapi... " New menjeda perkataannya, berharap keluarganya menerima apa yang akan di katakannya setelah ini.
"Tapi ini series tentang percintaan dua orang laki-laki, apa kalian tidak masalah."
"Aku sama sekali tidak masalah nong, teman kerjaku juga ada yang mendukung hubungan setara. Bahkan mereka fansnya aktor-aktor BL lainnya, aku tidak masalah sama sekali."
Ucap phi tee yang memahami kekhawatiran dari adiknya.
"Benar nak, papa dan mama tidak masalah sama sekali. Apa yang membuatmu nyaman lakukanlah jika tidak nyaman jangan lakukan. Kamu mengerti?"
Ucapan dari keluarganya membuat new sedikit lega, keluarganya sangat mengerti dirinya dan karirnya. New sangat bersyukur terlahir di keluarga yang penuh akan kasih sayang seperti ini.
~~~
Di tempat lain sepasang sahabat juga tengah melakukan makan malam bersama. Mereka menghabiskan makan malam di sebuah rumah makan.
"Kau yakin menerimanya Zee ?"
"Aku yakin max, aku sudah mengatakannya pada phi Aouf ."
Mereka adalah max dan Zee, mereka bersahabat bahkan dari sebelum Zee bergabung dengan dmdtv.
"Kenapa kau tiba-tiba menerima tawaran itu ?"
"Entahlah aku tiba-tiba menginginkannya."
Max sedikit heran dengan alasan yang di berikan sahabatnya. Terakhir Zee memainkan series BL itu bukanlah sesuatu yang bagus untuk karirnya.
Zee dulu pernah mendapatkan kritikan buruk dari vlog yang di posting agensi, dan di vlog itu ada satu perilaku Zee yang membuat orang salah paham dan berujung mendapat kritikan. Beberapa tahun dari kejadian itu, kritikan mulai dilupakan dengan sendirinya dan berganti banyaknya fans yang setia mendukung Zee.
Dan saat Zee bermain series BL terakhirnya adalah dengan artis yang juga sama terkenalnya dengan Zee, tapi lawan main Zee saat itu sudah memiliki couple official sebelumnya dan itu membuat fans dari couple lawan mainnya marah dan tidak menyukai Zee. Zee kembali mendapat kritik dari peran yang di mainkannya. Dan dari situ kritik yang dulu sempat didapat Zee kembali di ungkit. Tapi di samping itu Zee memiliki fans yang selalu setia menemaninya.
Dari kejadian itu Zee menjadi pemilih dalam memilih lawan main seriesnya. Kalau perlu Zee tidak ingin memainkan series BL lagi. Tapi sekarang kenapa Zee Tiba-tiba menyetujui Tawaran dari phi Aouf.
"Dan lawan mainmu ? Apa kau sudah mengetahuinya ?"
Zee mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan max
"Siapa ? Cepat sekali phi Aouf memilihnya."
"Bukan phi Aouf yang memilihnya, tapi aku sendiri."
"Kau sendiri ?"
Max sedikit terkejut dengan jawaban zee. Dan Zee hanya mengangguk tenang sebagai jawaban.
"Benarkah ? Memangnya siapa yang kau pilih?"
"Aku bilang pada phi Aouf aku akan menerima tawarannya, jika yang menjadi lawan mainku adalah new."
"Ha ? New ?" Max terkejut bukan main. Bagaimana tidak terkejut, sejak kapan new dan Zee sedekat itu sampai-sampai Zee sendiri yang memilih new.
"Nong new ? Bagaimana bisa ?"
"Ya bisa saja max, kenapa kau terkejut sekali."
" Bagaimana tidak terkejut, kalian tidak terlihat dekat. Bagaimana kau bisa memilihnya ?"
Zee hanya mengedikkan bahunya seraya meminum minumannya dengan santai.
"Kau menyukai nong new ?"
"Ya, aku menyukainya karena dia nong yang baik dan lucu."
"Kau yakin Zee ?" Tanya max sedikit curiga
"Iya max, memangnya kau menginginkan aku menyukainya seperti apa ?"
"Hhh ya siapa tau, tidak ada yang tau takdir, menyukai kan artiannya banyak."
Zee yang mendengar jawaban dari max mengernyit bingung, apa maksud dari ucapan max.
Mereka melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda karena obrolan mengejutkan tadi. Max berfikir ada yang aneh dengan Zee, seperti bukan diri Zee sekali. Zee adalah tipe orang yang masa bodo dengan sekitar, bukan Zee sekali jika harus menyetujui sesuatu dengan syarat.
- to be continue -
Karakter lainnya akan muncul seiring berjalannya cerita.
Other characters will appear as the story progresses.
INGAT CERITA INI HANYA FANFIC DAN TIDAK NYATA. NAMA KARAKTER ADALAH NAMA ASLI TAPI KEPRIBADIAN KARAKTER HANYALAH FIKSI.
CERITA INI HANYA FANFIC DENGAN RATE 🔞🔞 ❗❗❗❗
REMEMBER THIS STORY IS JUST A FANFIC AND NOT REAL. CHARACTER NAMES ARE REAL NAMES BUT CHARACTER'S PERSONALITY IS JUST FICTION.
THIS STORY IS JUST A FANFIC WITH RATE 🔞🔞 ❗❗❗❗
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Life Destiny (On Going)
Teen FictionAku tak pernah merasakan diperhatikan seperti ini sebelumnya. semua orang menganggap kita adalah kakak yang manjaga adiknya. tapi perasaan dan jantungku tak pernah mengatakan jika kita adalah saudara. aku tak pernah bisa mengalihkan pandanganku pada...
