Kissue

1.2K 84 6
                                        

Workshop kali ini akan sedikit panas dan penuh tantangan untuk semua aktor terutama NuNew. Pada workshop kali ini adalah naskah bagian 18 keatas yang akan di lakukan.
Sedikit cerita pada naskah tersebut Zee dan NuNew Harus melakukan ciuman dengan NuNew yang bersandar pada pundak Zee. Sebenarnya untuk akting menangis NuNew tidak begitu mempermasalahkannya karena dirinya sudah banyak berlatih dengan phi kla sang pelatih akting. Yang jadi masalah NuNew adalah adegan ciuman yang membuatnya sedikit sulit. Ini ciuman pertamanya dan dia harus bisa mengatur ekspresinya ini benar-benar sulit. Mereka berdua memang pernah berciuman sekali, tapi itu tidak membuat NuNew menjadi terbiasa dengan Zee yang ada malah dia semakin menjadi gugup dan sulit.
Dari kejauhan Zee mengetahui raut wajah new yang sedikit gelisah, lantas dia berjalan menghampiri new.

"Apa ada masalah ?"
"A__ a__ a__ itu hia"
"Hhhhh memang ada masalah rupanya, kau terlihat tertekan sekali."
"Maaf"
"Hey kau tak perlu minta maaf new, aku hanya tidak ingin kau tertekan seperti ini, katakan pada hia ada masalah apa ?"
" Aku___ aku___ adegan ciuman itu sedikit sulit untukku "
Zee mengangkat sebelah alisnya setelah mendengar perkataan new.
"Kenapa ?"
"Hia aku tidak terbiasa dengan ini, aku __ kau__ aku takut membuatmu tak nyaman "
"Hey lihat aku"
Zee menyuruh NuNew melihatnya tapi new tetap menundukkan kepalanya melihat tangannya yang memainkan kuku-kuku jarinya sendiri.
Zee yang mengetahui itu pun menangkup wajah kecil itu dengan kedua telapak tangannya dan mengarahkan kepala itu pada dirinya.

"Apapun yang kulakukan denganmu itu akan selalu nyaman new. Lakukan saja hia tidak apa-apa, aku juga akan sedikit mengajarimu nanti."
Zee berbicara dengan menggosokkan ibu jarinya pada pipi gembil new.
"Jika nanti ada yang membuatmu tidak nyaman aku minta maaf hia."
"Hei tidak ada yang tidak nyaman new, lakukan yang menurutmu perlu kau lakukan. Kau mengerti?"
"Hmm baiklah" jawab new dengan mengangguk bersamaan dengan tangan yang menangkup pipinya turun.

"Lagipula_____ " new menatap Zee menunggu selesainya perkataan sang senior.
"Aku sedikit merindukannya." Setelah mengatakan itu Zee berlalu pergi dan tak menoleh kebelakang.

Bagaimana dengan new ? Tentu saja anak itu diam dengan kening yang berkerut dan mata yang sedikit menyipit tanda dia sedang berpikir.
"Apa maksudnya ? Merindukan apa ?" Dia terus berpikir sampai sebuah pemikiran tiba-tiba muncul pada otaknya .
"Kita tadi sedang membahas ciuman kan ? Dia merindukan shooting saat adegan ciuman? Tapi kenapa harus mengatakan itu padaku ?"
New mulai melangkah untuk pergi dan terus berpikir, saat langkah ketiga dia tiba-tiba berhenti.
"Apa dia merindukan ciuman deng___ hhhaa ____ tidak tidak tidak astaga tidak mungkin___ t_tapi tadi dia sedang membicarakan adegan denganku kan ?___ Aaaaa ini membuatku tambah gila."

~~~

Workshop berjalan dengan sedikit alot, pasalnya NuNew benar-benar tidak bisa untuk melakukan adegan ciuman itu dengan sang senior. Alhasil sang pelatih akting Klaryder sedikit emosi dan meminta phi Aouf untuk sedikit melatih mereka di asrama rumahnya dengan memberi ruang pada dua aktor itu.
Sebenarnya sang pelatih akting dan NuNew sangat dekat seperti kakak beradik, Kla mengakui jika new sang aktor baru itu benar-benar pintar, dia bisa menguasai mimik wajah hingga suara dengan sangat cepat, tapi mungkin hari ini Kla sedang banyak pikiran dan di tambah workshop yang berjalan tidak baik. Berakhir emosi itu memuncak dan sedikit memerahi para aktor terutama new.

Zee pulang tepat pukul 11.00 malam, setelah melalui hari yang panjang dia segera mandi dan mengistirahatkan badannya pada kasur putih miliknya.
Tapi ada satu hal yang membuatnya khawatir, dia khawatir pada juniornya. Selama di dalam mobil tadi new sama sekali tidak bersuara, dia hanya diam dengan kepala tertunduk ke bawah atau hanya memandang jalanan lewat kaca jendela mobil. Dia khawatir anak itu pasti memikirkan tentang kemarahan sang pelatih akting tadi. Maka tanpa berfikir panjang Zee mengambil handphonenya untuk menghubungi lawan mainnya itu.
Percobaan pertama tidak ada jawaban begitu juga dengan percobaan kedua hingga ketiga.

Our Life Destiny (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang