Siang itu cuaca sangat cerah di pinggir pantai Phuket. Beberapa anak domundi pun menghabiskan waktunya untuk mengelilingi pantai, Bermain air laut, bermain pasir atau hanya jalan-jalan santai di atas pasir pantai yang lembut.
Disamping itu New salah satu orang yang tidak ikut turun ke pantai karena dia masih menyelesaikan tugas kuliahnya. New memang liburan tapi dia pergi bukan di tanggal weekend. Jadwal kuliah pun saat ini lebih banyak meeting online atau yang biasa disebut via zoom.
New duduk di balkon samping di lantai dua vila yang langsung menghadap ke kolam, dia baru saja melakukan zoom dengan dosen dan mahasiswa lainnya. Sekarang dia sedang mengerjakan beberapa tugas untuk di kirim via email.
"New kau mau macaron, aku lihat di dapur ada sekotak macaron." Nyatanya new disana tidak sendiri dia bersama satu staff wanita yang tidak ikut turun ke pantai.
"Boleh phi ker, apa tidak apa-apa kumakan ?"
"Tentu saja, phi Aouf yang membelikannya. Dia tau kau menyukai macaron makanya dia belikan."
"Phi Aouf sangat baik, kalau begitu aku mau phi ker."
""Baiklah aku akan ambilkan sebentar."
Phi ker adalah salah satu staff dmd yang biasa menemani anggota dmd jika mereka ada jadwal.
Sembari menunggu phi ker datang new kembali mengerjakan tugasnya agar cepat selesai, karena new sangat ingin sekali bermain air.
Di tengah new mengerjakan tugas ada sepasang mata yang menatapnya dari bawah tepatnya di meja makan di pinggir kolam.
Bagaimana bisa new tidak mengetahui jika ada orang lain di bawah? Itu karena meja makan yang memiliki atap seperti gazebo, jadi dari lantai atas yang terlihat hanya atap dan beberapa kursi saja.
"Kau ingin ini yang di keluarkan Zee?"
Zee yang tersadar pun buru-buru menolehkan kepalanya pada phi Aouf.
Orang yang tadi menatap new dari bawah adalah Zee yang sedang mendiskusikan beberapa foto dengan phi Aouf.
"Kau melihat apa ?" Tanya phi Aouf yang heran kenapa Zee menatap ke atas terus dari tadi.
"Apa ada sesuatu ?" Phi Aouf pun ikut melihat ke atas dengan sedikit memiringkan badannya agar terlihat objek apa yang sedang Zee lihat.
"Kau memperhatikan new ?"
"Bukankah dia sangat manis phi Aouf ?"
Phi Aouf mengangkat sebelah alisnya bingung, ada apa dengan anak ini.
"New memang sudah manis sejak dulu. Kau menyukainya ?"
"Kakak mana yang tidak suka jika memiliki nong manis dan menggemaskan seperti itu phi ."
"Kau yakin Zee ?"
Zee mengangguk sebagai jawaban.
Zee hanya tidak tahu bagaimana hati dan takdir bisa bekerja secara bersamaan.
~~~
New telah menyelesaikan tugas nya hingga sore. Dan Sore ini dia tidak memiliki beban tugas lagi dan itu sangat melegakan.
New turun dari lantai atas berniat ingin melihat sunset di pantai sepertinya bagus.
"Kau mau kemana new ?" Tanya Nat sedang duduk bersantai di depan tv dengan max yang tertidur di pahanya.
"Aku mau ke pantai Nat, sepertinya bagus kau mau ikut ?"
"Aku ingin ikut, tapi nanti saja aku akan menyusul, aku harus menyingkirkan Dino raksasa ini dulu new "
New hanya mengangguk dan tertawa kecil, dua orang itu benar-benar memiliki hubungan yang sangat manis.
Jalan menuju pantai adalah lewat pintu samping vila yang mana harus melewati kolam renang dan tangga turun ke pantai. New berjalan santai keluar dari dalam vila menuju pantai, dia tidak memperhatikan sekitar dan terus berjalan hingga saat dia akan berbelok menuju tangga turun panggilan seseorang membuatnya berhenti.
"New ?"
Yang di panggil pun berhenti, dari suaranya new sebenarnya tau siapa orang yang memanggilnya. Lantas dia berbalik dan tersenyum sedikit canggung.
"Kau mau kemana new ?"
"A__ aku mau ke pantai hia"
Zee adalah orang yang memanggil dan membuat new berhenti. Zee berjalan menghampirinya dengan tangan yang sibuk menalikan tali bathrobe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Life Destiny (On Going)
Teen FictionAku tak pernah merasakan diperhatikan seperti ini sebelumnya. semua orang menganggap kita adalah kakak yang manjaga adiknya. tapi perasaan dan jantungku tak pernah mengatakan jika kita adalah saudara. aku tak pernah bisa mengalihkan pandanganku pada...
