Taman belakang rumah phi Aouf sedang banyak orang karena membahas masalah penting. Setelah new menyetujui tawaran untuk menjadi peran utama dalam seriesnya, phi Aouf langsung mendiskusikannya dengan beberapa staff.
Maka disinilah mereka semua. Pertemuan ini diadakan untuk pembacaan naskah para aktor dan sekaligus jadwal syuting yang telah di tentukan. Disana sudah ada beberapa staff, sutradara, palatih acting, assisten director, pelatih gerak dan tak ketinggalan beberapa aktor yang phi Aouf pilih untuk memerankan peran dalam seriesnya mendatang.
Series ini berjudul cuptie pie, series ini sendiri di angkat dari sebuah novel dan di tulis ulang menjadi sebuah naskah oleh May Piangpaitoon Satrawaha.
Series ini sendiri menceritakan tentang kisah putra dari dua perusahaan yang bertunangan satu sama lain atas permintaan keluarga. Namun dari salah satu putra tersebut, tidak menghendaki adanya perjodohan, namun disisi lain putra satunya ternyata mencintainya.
Konflik tersebut yang membuat kedua pasangan ini semakin dekat.
"Hia ?" Perkataan new membuat orang di sebelahnya menoleh.
"Ada apa new?"
"Oh tidak phi max, hia adalah sebutan kakak laki-laki dari China"
"Benarkah ? Tapi di series ini memang di ceritakan Zee dan aku adalah keturunan dari China."
New menjawab dengan O dan menganggukan kepalanya.
Setelah sedikit membaca beberapa naskah new sedikit terkejut. Di naskah ini ada adegan kiss scene dan NC scene. New jadi salah tingkah sendiri, ini pertama kalinya untuk dirinya apakah dia bisa melakukannya. Zee yang melihat itu hanya tersenyum lucu, Zee menebak pasti new telah membaca naskah di bagian kiss scene nya.
Perhatian Zee buyar setelah mendengar phi Aouf berbicara.
"Aku sangat berterima kasih kepada para aktor dan semua staff yang sudah menerima untuk memainkan dan membantu series ini. Kalian pasti sudah tau peran kalian kan jadi aku ingin memberikan kalian semangat dan terimakasih, kalian pasti bisa melakukannya saat syuting nanti." Ucapan phi Aouf mendapat sorakan dan ucapan terimakasih kembali dari semua orang yang ada disana.
"Yim, tutor, max, Nat, Zee dan new aku ingin berbicara dengan kalian nanti di lantai dua ya."
Mereka yang disebutkan phi Aouf hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Jika kalian ingin tahu siapa aktor dan apa peran mereka di cutiepie series mereka adalah Zee Pruk sebagai Hia Lian, NuNew Chawarin sebagai Kuea Keerati, Max Kornthas sebagai Hia Yi, Nat Natasit sebagai Khondiao, Tutor Korapat sebagai Nuea, Yim Pharinyakorn sebagai Syn, Perth Stewart Nakhuntanagarn Screaigh sebagai Gemini / "Jay", Poppy Ratchapong Anomakiti sebagai Foei sekretaris Hia Lian, Tonnam Piamchon Damrongsunthornchai sebagai Tonrak, Pure Purewarin Kosiriwalanon sebagai Nuchy, dan Barbell Jirakit Kanjanawaraporn sebagai Jaab, yang merupakan teman Kuea di kampus.
Tepat setelah pembahasan tentang naskah selesai, 6 anggota couple domundi yang ikut serta dalam memerankan series ini pun berkumpul di rumah phi Aouf di lantai dua. Sofa lantai dua di rumah phi Aouf membentuk huruf U seperti sofa kebanyakan.
Di ujung ada Nat dengan max, dan di sofa tengah ada new yang di apit di antara Yim dan tutor, di sofa ujung yang berhadapan dengan max dan Nat ada Zee.
Phi Aouf datang dengan sedikit menyeret bean bag untuk di dudukinya.
"Aku ingin membicarakan sesuatu pada kalian."
Mereka yang mendengar perkataan tersebut sontak menatap serius pada phi Aouf.
"Kalian tau series ini adalah series percintaan. Dan dinaskah itu kalian akan berpasangan dengan satu sama lain. Aku ingin menanyakan apa kalian tidak keberatan jika suatu saat dari series ini kalian akan menjadi couple agensi ?"
"Kacuali Nat dan max, aku tau kalian sudah couple sejak dulu."
Tambah phi Aouf yang mengetahui jika max akan mengangkat tangan dan menjawab jika dia dan Nat mau menjadi couple agensi. Hey siapa yang tidak tau mereka, mereka sudah menjadi couple agensi sejak lama jadi tidak perlu max mengatakannya lagi.
"Aku tidak masalah sama sekali, jika Yim mau aku tidak keberatan phi Aouf"
Phi Aouf mengangguk-angguk mengerti akan jawaban dari para anggota.
New meremas tangannya bingung, dia harus menjawab apa. Dia belum berdiskusi apapun dengan Zee.
"Aku tidak masalah jika new mau."
New seketika mendongak dengan muka yang terkejut setelah mendengar Zee mengatakan itu.
"Tapi aku tidak bisa langsung official phi Aouf, bisakah aku mengenal new lebih dulu ?"
Sambung Zee yang mendapat tatapan serius dari semua orang yang ada disana terutama new, dia Sampai Sekarang masih bingung kenapa Zee memilihnya menjadi lawan mainnya dan sekarang Zee setuju menjadi couple agensi dengan dirinya meskipun harus mengenal satu sama lain lebih dulu.
"Baiklah aku tidak masalah sama sekali. Aku hanya mengingatkan lakukan apapun yang membuat kalian nyaman. Dan jangan lakukan jika itu membuatmu tidak nyaman. Apa kalian mengerti?"
Setelah mengatakan itu phi Aouf pamit ke bawah karena ada beberapa pekerjaan. Yim dan tutor juga ikut ke bawah karena ada sesuatu yang ingin didiskusikan dengan phi Aouf.
Zee yang mengetahui new duduk sendiri di sofa tengah itu lantas menghampiri new dan duduk di sebelahnya.
"New kau tidak ingin memotong rambutmu ?"
Tanya Zee dengan tiba-tiba dan tidak ada yang tau kapan tangan itu menyentuh rambut new.
"T--tidak phi Zee, ini belum terlalu panjang."
Ini benar-benar membuat jantung new berdebar lebih cepat dari biasanya. New tidak bisa jika seperti ini terus.
Zee tertawa dengan reaksi yang di berikan new . Menggoda new benar-benar sangat menyenangkan. New yang tau jika dirinya tengah di goda oleh seniornya itu pun memukul paha Zee dengan rengekan yang menurut Zee itu sangat menggemaskan.
Max dan Nat saling tatap setelah melihat dua orang yang sibuk saling menggoda itu. Max dan Nat tau seperti apa sifat Zee karena mereka lebih lama mengenalnya.
Thailand di sore hari ternyata di guyur hujan yang membuat hawa sedikit lebih dingin dari biasanya. Sebelum pulang Yim, tutor, Nat, max, Zee dan new memilih hangout terlebih dahulu di sebuah cafe terkenal di daerah dekat agensi.
"Phi Zee mau americano?" Zee yang mendapat pertanyaan dari new hanya menganggukkan kepalanya. Dan itu dilihat oleh anggota dmd lainnya. Tatapan mereka seolah heran sejak kapan mereka dekat sampai new tau minuman kesukaan Zee.
Setelah memilih apa yang mau di pesan mereka mencari tempat duduk. Mereka duduk melingkari meja cafe pada umumnya. Dan Zee lagi-lagi bersebelahan dengan new.
"Kau tau minuman yang biasa kuminum ?". Zee mulai bertanya pada new
"Hmmm, phi Zee setiap saat pasti minum Americano. Setiap datang ke rumah phi Aouf pasti tangan phi Zee membawa Americano"
Zee hanya mengangguk sebagai jawaban. Zee memang sangat suka dengan minuman yang mengandung kafein itu.
Zee sedikit terkejut saat new menyodorkan air mineral pada Zee.
"Minumlah air putih dulu phi Zee, kau belum minum apapun dari tadi di rumah phi Aouf, tak baik jika lambung hanya di isi air kopi dan tidak ada air mineralnya."
Zee mengambil botol yang di berikan new dengan senyum hangatnya. Lagi-lagi Zee merasakan hangat pada sebagian hatinya.
Saat pesanan datang semua Snack dan minuman yang mereka pesan berjajar rapi di atas meja.
"Kau sangat menyukai makanan manis new?"
"Iya, aku sangat suka, apalagi seperti dessert. Kau tau phi Zee, makanan manis membuat energi ku kembali."
"Kalau begitu makan gula saja."
"Kalau begitu kenapa phi Zee tidak makan bubuk kopi saja."
Mendengar kalimat bantahan dari new membuat Zee tertawa dengan lebar. Dia tak menyangka anak ini bisa senakal seperti ini.
Satu hal lagi yang Zee tahu. selain new adalah anak yang manis dan nakal, dia juga anak yang bisa memperhatikan sekitar, dia Sangat perhatian dengan sekitarnya.
- to be continue -
Karakter lainnya akan muncul seiring berjalannya cerita.
Other characters will appear as the story progresses.
INGAT CERITA INI HANYA FANFIC DAN TIDAK NYATA. NAMA KARAKTER ADALAH NAMA ASLI TAPI KEPRIBADIAN KARAKTER HANYALAH FIKSI.
CERITA INI HANYA FANFIC DENGAN RATE 🔞🔞 ❗❗❗❗
REMEMBER THIS STORY IS JUST A FANFIC AND NOT REAL. CHARACTER NAMES ARE REAL NAMES BUT CHARACTER'S PERSONALITY IS JUST FICTION.
THIS STORY IS JUST A FANFIC WITH RATE 🔞🔞 ❗❗❗❗
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Life Destiny (On Going)
Teen FictionAku tak pernah merasakan diperhatikan seperti ini sebelumnya. semua orang menganggap kita adalah kakak yang manjaga adiknya. tapi perasaan dan jantungku tak pernah mengatakan jika kita adalah saudara. aku tak pernah bisa mengalihkan pandanganku pada...
