Jangan lupa vote
ʕ •ᴥ•ʔ
Pulang sekolah Ziva masih tetap diam tidak mengeluarkan suaranya, walaupun satu kata pun tidak
Saat pulang sekolah pun Zein yang menghampiri nya dikelas, diperjalanan pulang pun hanya diisi dengan keheningan
Seperti saat ini dirumahnya Ziva masih tidak mau ngomong pada nya, Zein yang terus membujuk,Ziva yang hanya diam saja mendiaminya
"Sayang, kan aku udah jelasin masa masih didiemin. " Ujar Zein, memeluk tubuh Ziva dari belakang yang sedang memasak untuk makan malam
Tanpa menghiraukan keberadaan Zein, Ziva tetap fokus pada kegiatan nya, seakan-akan hanya dirinya yang berada di rumah, Zian entah kemana
"Dosa loh diemin suaminya. " Ujar Zein terus membujuk Ziva
"Oke aku nyerah, kamu pukul aku aja daripada kamu diemin aku kaya gini. " Ujar Zein frustasi
"Atau aku akan nyakitin diri aku sendiri. " Tegas Zein mengancam
Ziva tetap diam, tetap kekeh terhadap pendirian nya yang mogok ngomong pada suaminya, Zein melepaskan pelukannya dan langsung menonjol dinding dapur membuat tangannya terluka
"Zein." Teriak Ziva saat melihat Zein akan memukul dinding kembali, sedangkan tangannya sudah terluka bahkan mengeluarkan sedikit darah
"Kamu ngapain? " Tanyanya khawatir
"Ini kan yang kamu mau, kamu diem aja dari tadi padahal aku udah minta maaf, padahal itu cuma masalah kecil Ziva, aku cuma bolos itupun karena jam kos,ga ada guru yang masuk . " Jelas Zein
Ziva meraih tangan Zein, menyuruhnya untuk duduk di kursi meja makan , Ziva mengambil obat merah untuk mengobati luka ditangan Zein
Dia kembali dengan membawa obat merah ditangannya, dengan telaten dia mengobati tangan Zein, "kamu ga perlu sampai kaya gini Ze. " Ujar Ziva
"Kami diemin aku. " Rajuk Zein
"Aku cuma kasih kamu pelajaran, biar kamu ga bolos lagi. " Tutur Ziva
"Tapi kan engga kaya gini juga, mending kamu tampar aku daripada diemin aku. " Balas Zein
"Aku ga mau nyakitin kamu. "Ujar Ziva
"Kalo kamu diemin aku, justru itu yang bikin aku sakit Zi. "Balas Zein
" Udah kita makan dulu. "Ucap Ziva, berdiri dari duduknya, Zein menahan tangannya, " Mau peluk. "Pintanya
" Makan dulu. "Suruh Ziva
Zein menghela napasnya pelan, dia pasrah padahal dia ingin sekali dipeluk Ziva karena sedari tadi Ziva mendiami nya
"Tapi suapin."
"Kan ada tangan sendiri."
"Kan luka."
Setelah makan mereka memutuskan untuk kembali ke kamar,Ziva langsung berbaring di kasur diikuti Zein yang ikut berbaring di sampingnya dan langsung memeluknya erat, sungguh Zein sangat manja sekali
"Udah ga marah kan. " Tanya Zein di sela-sela mereka berpelukan
Ziva menjawab dengan berdehem, "aku ga suka kamu ngerokok. " Ujar Ziva
Zein terdiam, mungkin tidak bisa karena rokok sudah menjadi kebiasaannya dan akan susah untuk menghilangkan rokok dari hidupnya
"Kenapa? " Tanya Zein berbasa-basi,dia sudah tau jawaban Ziva apa dia pasti menghawatirkan nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Zivanna
Novela Juvenil"Emm, lo mau ga jadi pacar gue? " Tanya Zein membalikan tubuhnya menghadap Ziva,mata yang saling menatap Dahi Ziva mengerut bingung, "hah? " Ucapnya Zein tersenyum, "pacaran setelah menikah kan ga papa? Gue mau kita saling mengenal. " Ujarnya ...
