Kejadian barusan membuat Gilang dan Shila terdiam hanya saja terdengar sedikit keributan akibat ulah Dion yang memancing Cikka.
Arion Mall.
Shila menatap antusias ke arah gedung itu ketika mobil Gilang memasuki pekarangan mall.
"Ini kita ke Arion Mall?" Tanya Shila mengamati wajah ketiganya.
"Iya lah, kan kita mau nonton"
"Engga sekalian belanja?"
"Emang lo punya duit Seoul?"
Shila menggeleng "engga"
"Tenang aja Shila, kan ada bang Gilang yang banyak duitnya. Tinggal minta aja, ntar juga dikasih kok" Dion mengangkat alisnya untuk memastikan Gilang "iya engga bang?"
"Hmm" sahut Gilang.
Mobil Gilang sampai di parkiran, mereka segera turun dari mobil.
"Akhirnya sampe juga" setelah keluar mobil Cikka mengeluarkan nafas leganya di samping Shila, akibat sejak tadi ia terlalu banyak ribut dengan Dion.
"Yuk" ajak Gilang setelah keluar dari mobil.
Bukannya jalan bersama, Shila terdiam dan melamun mengamati punggung Gilang yang sedang berjalan. Shila benar-benar terpesona dengan ketampanan pria itu dengan jaket bomber merahnya. Walaupun ini bukan pertama kalinya ia melihat Gilang memakai jaket, tetapi tetap saja apapun yang pria itu pakai selalu tampan di matanya. Mau pakaian loreng, pakaian pilot, jaket atau kaos polos tidak jadi masalah bagi Shila.
"Shila ayok" Cikka meneriakinya, Gilang dan Dion menoleh ke arahnya. Lamunan Shila seketika tersadar ketika Gilang melihatnya. Shila pun berjalan sejajar dengan Cikka untuk mengikuti langkah kedua pria itu.
Mereka menaiki eskalator. Shila mengamati semua sudut Mall yang ramai.
"Yang bener jalan lo" Cikka membisiki Shila yang berada di sampingnya.
"Iya Cikka" Shila menyahutinya sambil melihat ujung eskalator.
Baru saja kakinya sampai di lantai dua, ia sudah terpesona dengan baju-baju berjejer rapih di pojok sana. Cikka segera menarik Shila yang terdiam tepat di eskalator.
"Lo kalo berhenti jangan disitu njir" bisik Cikka, tangannya masih menyeret Shila.
"Ya maaf, abisnya baju yang ono bikin aku tergoda" ucap Shila memelas sembari menunjuk toko baju.
Kaki keduanya terus mengikuti langkah Gilang dan Dion untuk menuju lantai empat tempat bioskop berada. Sesampainya mereka di lantai empat yang sudah ramai oleh pengunjung, mereka sedikit menepi sebelum Gilang ke loket tiket.
"Kita mau nonton film apa?" Tanya Gilang.
"Nonton Minions aja gimana?" Ucap Shila memastikan ketiganya.
"Film anak bocah, engga mau gue engga mau" tolak Cikka.
"Ya trus film apa dongs" ucap Shila cemberut.
"Film horor aja gimana?" Dion tiba-tiba saja menyahuti.
Shila maupun Cikka saling menatap dan menelan ludahnya sendiri.
"Kenapa takut?" Tanya Dion menatap keduanya.
"Kita? Takut?" Cikka tertawa terpaksa atas ucapan Dion itu yang sejujurnya benar kalau dirinya dan Shila takut "ya kita mah berani, ya engga Shila?" Cikka menyenggol pundak Shila untuk memastikannya.
"Eh iya" jawab Shila terpaksa.
"Yaudah kalau gitu, saya dan Dion beli tiket dulu. Kalian tunggu disini saja" ucap Gilang langkah kakinya diikuti Dion.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elang Biru
Short StoryAshila Cakra Nuella, wanita dari kesatuan TNI Angkatan Darat yang merupakan bagian dari baret merah Kopassus. Semenjak bertemu sekaligus berkenalan dengan sang Kapten Pnb. Gilang Pradana Dirgantara yang pindah dari Skadron Udara 3 dan menjabat sebag...
