(31). Hadir Kembali

438 13 0
                                        

"Tunggu saya kembali, Ashila" -Kapt. Gilang untuk Serda Shila.

"Jangan lama-lama, bisa berlumut aku tanpa kamu" -Serda Ashila untuk Kapt. Gilang.

"Siapa sangka, dua manusia menyebalkan ini ternyata pacaran" -Lettu Dion & Serda Cikka.


*****

Jam menunjukkan pukul 22.15 WIB, Shila belum tertidur. Sebenarnya, matanya sudah mengantuk namun ia merasa tak enak hati karena Gilang belum membalas pesan WhatsAppnya.

Shila memandangi plafon mess dengan posisi tiduran. Pikirannya sejak tadi hanya pria itu. Berkali-kali juga ia melirik handphone yang berada di dadanya. Tidak ada notif sama sekali dari Gilang.

Malam ini, Shila di buat kesal oleh Gilang. katanya, Gilang men-vidio call dirinya. Tapi mana toh.

"BOOMBAYAH, YAY YA YA BOOMBAYAH" Cikka datang dengan bersenandung, kepalanya terus bergoyang mengikuti alunan musik yang ia pakai di earphone. Lagu Boombayah dari Blackpink saat ini menjadi lagu favoritnya.

Seketika, Cikka menjadi pemandangan tak biasa. Shila menatap jengah dengan kehadiran Cikka yang tiba-tiba datang. Rara melirik Cikka dengan wajah tak bersahabat.

"WOI BERISIKKK!!!" Rara menghampiri tempat tidur Cikka.

Cikka menyadari kedatangan Rara yang marah. Ia akhirnya membuka earphone-nya.

"Kenapa?" Tanya Cikka tanpa rasa bersalah.

"Kenapa? Kenapa?" Rara mengulang ucapan Cikka "Malem-malem bukannya tidur malah nyanyi mulu. Bikin kesel aja lu"

"Suka-suka gue, mulut-mulut gue. Kenapa elo yang repot?" Cikka memakai earphone-nya lagi, namun dengan cepet Rara mengambilnya lalu ia kembali ke kasur dan berlanjut bermain games ml.

Shila hanya menonton dengan keributan yang dibuat olehnya keduanya. Percayalah, setiap hari Cikka dan Rara tak pernah akur.

Tak terima karena Rara mengambil begitu saja.

"Balikin ga earphone gue" Cikka meminta agar benda warna putih itu di kembalikan.

"Mau ini?" Tanya Rara sembari menunjukan earphone milik Cikka.

Saat Cikka ingin mengambilnya, Rara menarik tangannya kembali "Ambil aja, abis ini palingan lo gue aduin ke bang Dion" ucap Rara lagi.

"Ngeselin banget lo Ra" Cikka berdengus kesal pada Rara. Akhirnya ia kembali ke kasur. Tak lupa tatapannya terus beralih ke wanita yang sedang bermain games itu.

Mulutnya diam, namun otaknya terus mendumel mengatakan hal-hal aneh ke Rara.

Fokus dengan gamesnya, Rara melirik ke arah Cikka yang sudah lebih dulu menatapnya. Rara tersenyum miring, karena akhir-akhir ini ia selalu menang pada saat ribut dengan Cikka. Tak perlu repot-repot, cukup dengan ancaman dengan mengatas namanya Dion Chandradimuka -pacar Cikka.

Saat asik melihat wajah Rara dan Cikka, handphone milik Shila berbunyi.

Panggilan vidio dari Kapten Sayang ❤️

Ketika di lihat, betapa terkejutnya dirinya saat tau panggilan yang tertera di sana. Tak mau tunggu lama, Shila mengusap ke atas tanda hijau itu.

Gilang : "Assalamualaikum sayangku"

Shila : "Waalaikumsalam Kapt. Kemana aja? Aku tungguin dari tadi tau"

Gilang : "Masa sih? Maaf ya baru sempat kasih kabar kamu. Soalnya sibuk banget tadi, ini juga baru selesai"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 04, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Elang BiruCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang